Kemdiktisaintek Ubah Istilah Prodi Cara Karena Itu Rekayasa, Cek Daftar Lengkapnya!



Jakarta

Nama Langkah studi (prodi) Cara Ke perguruan tinggi kini Di menjadi sorotan. Kementerian Belajar Tinggi, Sains, dan Keahlian (Kemdiktisaintek) telah mengubah istilah prodi Cara menjadi rekayasa.

Aturan ini bukanlah sesuatu yang Terbaru. Ke 2025 lalu, Kemdiktisaintek telah menerbitkan Kepusan Direktur Jenderal Belajar Tinggi Kemdiktisaintek Nomor 96/B/KPT/2025 tentang Nama Langkah Studi Ke Jenis Belajar Akademik dan Belajar Profesi.

Untuk keputusan ini, ditetapkan sejumlah nama prodi baik Langkah sarjana, magister, doktor, profesi, spesialis, dan subspesialis Ke Belajar profesi.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Perguruan tinggi negeri badan hukum dapat menggunakan nama Langkah studi yang sepadan Bersama nama Langkah studi Untuk Keputusan Direktur Jenderal ini dan melaporkan kepada Direktur Jenderal Belajar Tinggi,” tulis surat keputusan tersebut.

Untuk sekian prodi yang ada, hana prodi Cara yang Memperoleh nama lain yakni rekayasa. Meski lewat aturan ini nama prodi Cara berubah menjadi rekayasa, tetapi kampus masih boleh menggunakan istilah Cara Untuk prodinya.

Sebagai contoh Institut Keahlian Bandung (ITB) belum menggunakan rekayasa alih-alih Cara Ke mayoritas nama prodi. Penggunaan rekayasa Terbaru digunakan Ke nama Prodi Rekayasa Pertanian dan Rekayasa Infrastruktur Lingkungan.

Begitu juga Bersama Institut Keahlian Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya cenderung mempertahankan nama “Cara” Sebagai prodi-prodi lama. “Rekayasa” dilekatkan Ke nama prodi yang Terbaru didirikan seperti jurusan Rekayasa Kecerdasan Artifisial, Rekayasa Gadget Lunak, dan Rekayasa Keselamatan Proses.

Daftar Perubahan Nama Prodi Cara Karena Itu Rekayasa

Berikut beberapa nama prodi terbaru Sebagai prodi Cara:

1. Rekayasa Berkelanjutan (Sustainability Engineering)
2. Rekayasa Bioenergi dan Kemurgi (Bioenergy Engineering and Chemurgy)
3. Rekayasa Biomedis (Biomedical Engineering)
4. Rekayasa Biosistem (Biosystem Engineering)
5. Rekayasa Pertanian dan Biosistem (Agricultural and Biosystem Engineering)
6. Rekayasa Pertanian (Agricultural Engineering)
7. Rekayasa Dirgantara (Aerospace Engineering)
8. Rekayasa Aeronautika (Aeronautics Engineering)
9. Rekayasa Elektro (Electrical Engineering)
10. Rekayasa Energi Hijau (Renewable Energy Engineering)
11. Rekayasa Energi Panas Bumi (Geothermal Energy Engineering)
12. Rekayasa Tenaga Listrik (Electrical Power Engineering)
13. Rekayasa Sistem Energi (Energy System Engineering)
14. Rekayasa Fisika (Physics Engineering)
15. Rekayasa Geodesi (Geodetic Engineering)
16. Rekayasa Geofisika (Geophysical Engineering)
17. Rekayasa Geologi (Geological Engineering)
18. Rekayasa Geomatika (Geomatics Engineering)
19. Rekayasa Pengindraan Jauh (Remote Sensing Engineering)
20. Rekayasa Industri (Industrial Engineering)
21. Manajemen Rekayasa (Engineering Management)
22. Rekayasa Ekspedisi (Logistic Engineering)
23. Rekayasa Industri dan Manajemen (Industrial Engineering and Management)
24. Rekayasa Industri Pertanian (Agro-industrial Engineering)
25. Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol (Instrumentation and Control Engineering)
26. Rekayasa Instrumentasi dan Automasi (Instrumentation and Automation Engineering)
27. Rekayasa Kelautan (Ocean Engineering)
28. Rekayasa Perkapalan (Naval Architecture Engineering)
29. Rekayasa Sistem Perkapalan (Marine Engineering)
30. Rekayasa Transportasi Laut (Marine Transport Engineering)

31. Rekayasa Keselamatan (Safety Engineering)
32. Rekayasa Keselamatan Kebakaran (Fire Safety Engineering)
33. Rekayasa Kimia (Chemical Engineering)
34. Rekayasa Bioproses (Bioprocess Engineering)
35. Rekayasa Mesin (Computer Engineering)
36. Rekayasa Makeup (Cosmetics Engineering)
37. Rekayasa Lingkungan (Environmental Engineering)
38. Rekayasa Material (Materials Engineering)
39. Rekayasa Metalurgi (Metallurgical Engineering)
40. Rekayasa Material dan Metalurgi (Metallurgical and Materials Engineering)
41. Rekayasa Mesin (Mechanical Engineering)
42. Rekayasa Produksi (Manufacturing Engineering)
43. Rekayasa Mekatronika (Mechatronics Engineering)
44. Rekayasa Nuklir (Nuclear Engineering)
45. Rekayasa Perminyakan (Petroleum Engineering)
46. Rekayasa Migas dan Gas (Oil and Gas Engineering)
47. Rekayasa Pertambangan (Mining Engineering)
48. Rekayasa Perumahsakitan (Hospital Engineering)
49. Rekayasa Sipil (Civil Engineering)
50. Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan (Infrastructure and Environmental Engineering)
51. Rekayasa Transportasi (Transportation Engineering)
52. Rekayasa Sumber Daya Air (Pengairan) (Water Resources Engineering)
53. Rekayasa Perkeretaapian (Railway Engineering)
54. Rekayasa Telecom (Telecommunications Engineering)
55. Rekayasa Hayati (Bioengineering)
56. Rekayasa Tekstil (Textile Engineering)
57. Cara Robotika dan Kecerdasan Buatan (Robotics Engineering and Kecerdasan Buatan)

(cyu/pal)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kemdiktisaintek Ubah Istilah Prodi Cara Karena Itu Rekayasa, Cek Daftar Lengkapnya!

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้