Mahasiswa Serbia ‘Tumbangkan’ Pemimpin yang Berkuasa 14 Tahun, Begini Awalnya



Jakarta –

Gerakan mahasiswa Hingga Serbia berhasil mengalahkan pemimpin yang telah berkuasa Di 14 tahun, Aleksandar Vučić. Setelahnya hampir dua tahun melakukan Penolakan, Vučić resmi kalah Di pemilihan Dewan, Minggu (25/10/2026).

Sebelumnya, Vučić telah berkuasa Sebelum 2012 sebagai wakil perdana Pejabat Tingginegara dan menjadi perdana Pejabat Tingginegara Ke 2014. Partainya, SNS, berjanji memerangi Penyuapan, kejahatan terorganisir, dan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Hingga bawah pemerintahan Sebelumnya.

Ke 2017, ia terpilih menjadi Ri Serbia. Ke 2022, ia kembali terpilih menjadi Ri dan jabatannya seharusnya berlangsung sampai 2027.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana Gerakan Mahasiswa Hingga Serbia Dimulai?

Mengutip Al Jazeera, gerakan mahasiswa Hingga Serbia muncul Setelahnya 16 orang tewas akibat runtuhnya kanopi stasiun kereta api Hingga Kota Novi Sad Ke 1 November 2024. Peristiwa ini dipandang sebagai simbol pemerintahan yang korup.

Peristiwa tersebut Lalu menjadi pemicu Bagi banyak kalangan Bagi mengkritisi pemerintahan Vučić yang dinilai korup dan lalai. Mahasiswa Lalu turun Hingga Perjalanan Kaki kota dan menuntut transparansi, pembukaan dokumen proyek stasiun, dan pertanggungjawaban hukum Bagi pejabat yang lalai.

Awalnya, Vučić menyebut para demonstran sebagai “pemblokir” dan menuduh mereka Melakukanupaya menggoyahkan stabilitas Serbia. Hal ini membuat ketegangan Lebih Menimbulkan Kekhawatiran hingga puncaknya Ke 2025, terjadi Penolakan antipemerintah terbesar Di sejarah Serbia.

Dampaknya, Ke Januari 2025, perdana Pejabat Tingginegara era Ri Vučić mengundurkan diri “Bagi meredakan ketegangan”. Sambil gerakan mahasiswa terus berlanjut hingga mengorganisir diri Lewat majelis atau pleno mahasiswa.

Gerakan terus meluas secara nasional hingga mencakup lebih banyak lapisan Kelompok Serbia, termasuk profesor universitas, Ahli Kemakmuran, petani, Aktor Atau Aktris, dan hakim. Diperkirakan pengunjuk rasa yang turun Hingga jalan mencapai 180.000-190.000 orang.

Puncaknya Ke Minggu (25/10/2026), Vučić kalah Di pemilihan Dewan. Sebelumnya pemilihan, diperkirakan lebih Di 150.000 orang turun Hingga jalan Hingga Beograd, ibu kota Serbia.

Ini sekaligus menandakan gerakan mahasiswa Hingga Serbia telah ‘Mendominasi’ atas pemerintahan mereka yang Disorot korup.

“Para mahasiswa hanya menyuarakan kemarahan warga yang beralasan,” kata ilmuwan politik Dusko Radosavljevic kepada Al Jazeera, dikutip Selasa (27/10/2026).

“(Di) dekade terakhir ditandai Di tekanan sistematis dan penghancuran lembaga-lembaga sosial. Lembaga Intel Negeri telah menghabiskan lebih sedikit waktu Bagi tugas-tugas sebenarnya dan lebih banyak waktu Bagi Menyimak lawan politik, Sambil pemikiran kritis telah disingkirkan Di media publik,” tambahnya.

Bagaimana Kelanjutan Gerakan Mahasiswa?

Meski sudah Mendominasi, gerakan mahasiswa tidak Memperoleh pemimpin yang jelas dan tidak Memperoleh landasan politik. Gerakan tersebut Memperoleh “Daftar Mahasiswa Mendominasi” yang berhasil Menarik Perhatian pemilih anti-pemerintah Hingga seluruh Kelompok Serbia.

Menurut laporan BBC, mereka mengajukan kandidat Bagi seluruh 250 Sofa Dewan, Tetapi tidak ada satu pun mahasiswa Hingga Antara mereka. Salah satu nama kandidat yang muncul adalah Ilija Srdanović, seorang profesor kardiologi Hingga Novi Sad.

Di Itu, ada nama mantan gubernur Bank Nasional Serbia, Dejan Šoškić, yang disebut paling potensial. Sebelumnya, ia dikenal vokal Di membicarakan reformasi Pada perekonomian Serbia.

Para mahasiswa telah membuat janji kepada rakyat Serbia bahwa mereka Akansegera tetap berada Hingga bawah tekanan Bagi menindaklanjuti manifesto mereka. Pemerintahan Mutakhir dipercaya bisa mentransfer sebagian Di perjuangan para mahasiswa Hingga jalanan Hingga Di lembaga-lembaga.

Beberapa Skor yang disoroti gerakan mahasiswa Antara lain peningkatan standar hidup yang proporsional, utang publik, dan kinerja ekonomi pemerintah.

Berdasarkan konstitusi Serbia, kandidat mahasiswa Memperoleh waktu 90 hari Bagi membentuk pemerintahan Setelahnya Dewan bersidang menyusul pengumuman hasil akhir Dari komisi pemilihan Negeri. Sambil Itu, sebagai upaya Bagi mengakhiri Penyuapan, dibutuhkan perombakan kepolisian dan dinas Intel serta reformasi Proses Hukum, demikian menurut Reuters.

(faz/twu)



Fahri Zulfikar


Jurnalis detikcom. Bergabung Di detikcom Sebelum 2019. Aktif meliput Topik-Topik Pembelajaran, iklim, Kajian & analisis, konten seputar Gen Z serta menyukai dunia sepak bola. Kini Karena Itu penulis Bacaan.

`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Mahasiswa Serbia ‘Tumbangkan’ Pemimpin yang Berkuasa 14 Tahun, Begini Awalnya

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login
situs slot gacorbr Slot Gacor Resmi Hari Ini
https://indyfest.net/
https://indyfest.net/gallery/
https://indyfest.net/privacy-policy-2/
https://www.tcconstruct.net/projects