Jakarta –
Revitalisasi satuan Pembelajaran Ke Daerah terdampak bencana menjadi fokus tambahan Kementerian Pembelajaran Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Ke 2026. Bagaimana perkembangannya?
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Berkata pihaknya telah Menyediakan dana sebesar Rp 1,4 triliun Sebagai memulihkan layanan Pembelajaran pascabencana Genangan Air bandang Ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga Di ini, sebanyak 3.134 Bersama 3.178 sekolah sasaran atau Di 98.61% sudah direvitalisasi.
“Kami telah Memberi berbagai Keputusan terutama yang Yang Berhubungan Bersama bencana Ke 3 provinsi tadi. Sebagai bencana Ke Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, ada 3.134 Bersama 3.178 sekolah sasaran atau 98,61% sudah selesai Ke revitalisasi,” kata Mu’ti Di Taklimat Media Capaian 2 tahun Kemendikdasmen, Ke Gedung A Kemendikdasmen, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan Sebagai bencana Ke Daerah lainnya, sebanyak 747 Bersama 749 sekolah sasaran yang Merasakan kerusakan juga sudah direvitalisasi. Jumlah ini mencakup Di 99,73 persen.
Revitalisasi Ke NTT Masih Bertahap
Kemendikdamen juga Di melakukan proses revitalisasi satuan Pembelajaran yang terdampak gempa Ke Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). Akan Tetapi, Mutakhir 410 Bersama 2.119 sekolah terdampak bencana yang selesai Ke revitalisasi.
“Ke Nusa Tenggara Timur, memang Mutakhir 410 Bersama 2.119 sekolah sasaran yang sudah selesai Ke revitalisasi atau Mutakhir Di 19,35%,” paparnya.
Mu’ti mengakui ada keterlambatan pelaksanaan revitalisasi sekolah Ke NTT. Keterlambatan ini bisa terjadi Lantaran Yang Berhubungan Bersama Bersama Situasi yang ada Ke NTT.
“Memang keterlambatan pelaksanaan itu sebagian Lantaran situasi Ke Nusa Tenggara Timur memang masih belum sepenuhnya kondusif,” sampainya.
Di ini, NTT disebut Mendikdasmen masih kerap Merasakan gempa susulan. Justru laporan terbaru yang ia terima Sebelumnya Hadir Di Taklimat Media, terjadi gempa susulan Ke Daerah Nagekeo, NTT.
“Masih terus terjadi gempa susulan, Justru Mutakhir saja Sebelumnya Kegiatan ini dilaksanakan juga terjadi susulan gempa Ke Nagakeo Ke Nusa Tenggara Timur,” imbuhnya.
Capaian Revitalisasi Secara Keseluruhan
Bila melihat progres Langkah revitalisasi satuan Pembelajaran Secara Keseluruhan, Mendikdasmen menilai hasil memuaskan telah tercapai. Ke 2026, sebanyak 55.314 sekolah sudah direvitalisasi.
Jumlah ini Menimbulkan Kekhawatiran Bersama target satuan Pembelajaran 2026, yang Sebelumnya Itu adalah 42.184. Revitalisasi disampaikan Kemendikdasmen tidak hanya berdampak Ke Mutu pembelajaran, tapi juga ekonomi dan tenaga kerja.
Target revitalisasi 2026 diprioritaskan Sebagai sekolah terdampak bencana, sekolah rusak, dan sekolah Ke Daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Revitalisasi juga Akansegera terus dijalankan hingga 2029 Agar tidak ada lagi sekolah rusak Ke Indonesia.
(det/nwk)
Devita Savitri
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom Sebelum 2023 lulusan Universitas Pembelajaran Indonesia (UPI). Tertarik dan aktif meliput Permasalahan Yang Berhubungan Bersama Pembelajaran dasar dan menengah. Wartawan Terproduktif Kemendikdasmen 2025.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Aceh-Sumbar 98%, NTT Mutakhir 19%











