Jakarta –
Para arkeolog menemukan bukti yang Menunjukkan bahwa manusia purba Neanderthal sudah Merasakan Tindak Kekerasan. Buktinya terdapat Ke fosil yang Memperoleh lubang yang diduga bekas tombak.
Neanderthal merupakan kerabat manusia modern paling Didekat yang telah punah Di 40.000 tahun yang lalu. Fosil pertamanya ditemukan Ke 1829 silam Ke Engis, Belgia.
Mutakhir-Mutakhir ini, para arkeolog menemukan fosil yang diduga Neanderthal Ke sebuah gua Ke Kurdistan, Irak, berusia 75.000 tahun. Mereka menyebutkan terdapat lubang Bersama diameter 15 milimeter atau 1,5 sentimeter Ke fosil tulang belikat manusia purba tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan ini dimuat Untuk studi yang ditulis Bersama Dr Emma Pomeroy dan timnya. Selain tulang belikat kiri, ditemukan pula sejumlah Pada tubuh lain seperti tangan kanan, tiga tulang rusuk, dan beberapa buah gigi.
Tindak Kekerasan Seperti Apa yang Terjadi?
Para arkeolog menjelaskan bahwa lubang Ke tulang belikat tersebut bisa Bersama Sebab Itu merupakan bukti paling awal Bersama Tindak Kekerasan antarindividu yang disebabkan Bersama tombak kayu.
“Serangan fatal itu Mungkin Saja merupakan tembakan yang ditujukan Ke jantung,” katanya dikutip Bersama BBC, Rabu (21/10/2026).
Penemuan fosil Neanderthal ini mengingatkan Ke temuan Sebelumnya Itu Ke lokasi yang sama Ke 1957. Fosil tersebut berasal Bersama 50.000 tahun yang lalu dan tulang rusuk yang menjadi sampelnya memperlihatkan bukti luka yang sebagian telah sembuh. Para arkeolog menyebutkan bahwa penyebabnya kemungkinan adalah tombak berujung batu.
Sambil Itu, Ke temuan Mutakhir, para arkeolog meyakini bahwa fosil tulang belikat kiri yang Memperoleh lubang berdiameter 1,5 sentimeter merupakan salah satu bukti bahwa Kelompok Neanderthal Merasakan lebih banyak Tindak Kekerasan daripada yang diperkirakan Sebelumnya Itu.
Lubang Ke belikat ini juga membantu Untuk identifikasi tombak kayu yang digunakan. Berdasarkan studi yang sama, tombak tersebut diasah Ke masa prasejarah.
“Ini bukan jenis patahan yang terjadi secara alami, Lantaran bentuknya sangat melingkar. Eksperimen Bersama tombak kayu yang direkonstruksi menghasilkan lubang bundar yang sangat mirip Ke tulang,” jelas Pomeroy.
Bukti Tindak Kekerasan Neanderthal Lainnya
Studi lain yang meneliti tengkorak Neanderthal Bersama Spanyol juga Menunjukkan bahwa Tindak Kekerasan mematikan terjadi Di 430.000 tahun yang lalu. Temuannya berupa 57 Luka kepala yang telah sembuh Ke Di 20 individu. Sebanyak 9 individu Merasakan patah tulang tengkorak fatal, enam lainnya Memperoleh luka tusuk yang mirip Ke Pada Dibelakang kiri kepala.
Luka-luka tersebut terjadi berulang kali Ke Pada yang sama, Agar kesimpulan penulisnya adalah luka tersebut berasal Bersama pukulan yang disengaja. Kesimpulannya juga diperkuat Bersama bukti bahwa salah satu tengkorak Memperoleh luka yang diduga berasal Bersama benda yang sama.
Profesor Chris Stringer Bersama Natural Museum History Ke London, turut mengungkapkan pendapatnya Yang Berhubungan Bersama Bersama temuan terbaru ini. Ia menuturkan bahwa serangan Bersama pihak yang bersaing adalah penjelasan yang masuk akal.
“Sayangnya, saya melihat Lebih banyak bukti yang Menunjukkan bahwa Tindak Kekerasan antarmanusia telah ada Dari zaman prasejarah manusia,” kata sang profesor yang tidak terlibat Untuk studi ini.
Tidak bisa dipastikan apakah Neanderthal ini memang terluka Di berburu atau dibunuh Bersama saingannya. Satu hal yang pasti adalah Tindak Kekerasan antar manusia lebih umum terjadi dan sudah ada Dari jauh Sebelumnya yang diperkirakan Bersama ilmuwan Di ini.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker Ke detikcom.
(faz/faz)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Ternyata Manusia Purba Sudah Merasakan Tindak Kekerasan Fisik, Arkeolog Temukan Buktinya











