Jakarta –
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Australian Catholic University (ACU) memperkuat kerja sama internasional Melewati sejumlah Langkah. Kerja sama tersebut mencakup Pembuatan joint degree dan double degree, kolaborasi Eksperimen, Pembelajaran doktoral, mobilitas mahasiswa dan dosen, hingga penguatan kewirausahaan mahasiswa.
Komitmen tersebut dibahas Untuk kegiatan Visitation and Collaboration Discussion yang berlangsung Hingga Holding Room AR Fachruddin A, Kampus Terpadu UMY, Sabtu (22/8).
Pertemuan ini menjadi tindak lanjut Didalam komunikasi yang Sebelumnya Itu terbangun Di kedua institusi. UMY dan ACU Sebelumnya Itu telah bertemu Untuk kunjungan UMY Hingga Vatikan Ke 6 Mei 2026. Kerja sama kini diarahkan Ke Langkah yang lebih konkret, mencakup Pembelajaran, Eksperimen, Perkembangan, kewirausahaan, dan pengabdian kepada Komunitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegiatan diawali Didalam pemaparan profil dan perkembangan masing-masing universitas. Untuk pertemuan tersebut, UMY memaparkan sejumlah potensi Pembuatan kerja sama, mulai Didalam Langkah internasional, mobilitas mahasiswa dan dosen, penguatan Eksperimen, hingga Pembuatan universitas berbasis kewirausahaan.
Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi mengatakan kerja sama internasional perlu diarahkan Ke Langkah yang Menyediakan dampak nyata Untuk Pembuatan akademik dan peningkatan Standar sumber daya manusia.
“Kolaborasi internasional tidak hanya tentang membangun hubungan antaruniversitas, tetapi bagaimana menghasilkan Langkah konkret yang Menyediakan manfaat Untuk mahasiswa, dosen, dan Pembuatan institusi,” ujar Nurmandi Untuk keterangannya, Minggu (23/8/2026).
Dorong Joint Degree dan Double Degree
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah Potensi Pembuatan Langkah joint degree dan double degree, khususnya Ke jenjang magister. Bidang Kesejaganan Komunitas (public health) dan Usaha menjadi dua bidang yang dinilai Memperoleh potensi besar Untuk dikembangkan bersama.
Melewati skema tersebut, mahasiswa berpeluang memperoleh Pengalaman Hidup akademik lintas Negeri Didalam menempuh studi Hingga dua institusi Pembelajaran tinggi. Langkah ini diharapkan dapat Memperbaiki daya saing lulusan sekaligus memperluas jejaring akademik internasional.
Selain Langkah gelar bersama, kedua universitas juga Menyoroti kemungkinan mobilitas mahasiswa dan dosen, termasuk Potensi pertukaran akademik yang dapat dikembangkan Melewati berbagai skema kerja sama Australia-Indonesia.
Perkuat Ekosistem Kewirausahaan
Selain kerja sama akademik, UMY dan ACU Menyoroti Pembuatan kewirausahaan mahasiswa. UMY yang Di memperkuat ekosistem kewirausahaan membuka Potensi kolaborasi Didalam ACU Co-Lab, terutama Untuk Pembuatan jejaring inkubator Usaha, pendampingan Mula, serta pertukaran Pengalaman Hidup Untuk mengelola ekosistem Perkembangan.
ACU Co-Lab merupakan pusat Perkembangan dan kewirausahaan ACU yang mendukung mahasiswa, staf, alumni, dan komunitas Usaha Melewati ruang kerja kolaboratif, pendampingan, Langkah akselerasi, serta jejaring industri.
Salah satu gagasan strategis yang dibahas adalah pemanfaatan skema New Colombo Plan (NCP) Didalam Pemerintah Australia. Langkah tersebut Menyediakan kesempatan kepada mahasiswa sarjana Australia Untuk memperoleh Pengalaman Hidup belajar, magang, Eksperimen, dan penguatan kompetensi Indo-Pasifik Hingga berbagai Negeri, termasuk Indonesia.
Melewati skema tersebut, mahasiswa ACU Berpeluang memperoleh Pengalaman Hidup internasional Hingga Indonesia, Di lain Melewati kegiatan konsultasi Mula, Pembuatan Perkembangan Usaha, magang, atau kegiatan pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan UMY dan mitra lokal.
Perwakilan ACU menilai gagasan tersebut Memperoleh potensi Lantaran mengintegrasikan Pembelajaran, Perkembangan, dan Pengalaman Hidup internasional mahasiswa.
Vice-Chancellor and President ACU, Prof. Zlatko Skrbis mengatakan kemitraan Didalam universitas internasional perlu diarahkan Ke kolaborasi yang Menyediakan dampak nyata Untuk Pembelajaran, Eksperimen, dan Perkembangan.
“Kami melihat Potensi besar Untuk membangun hubungan akademik yang lebih kuat Didalam UMY, khususnya Untuk bidang Eksperimen, Pembelajaran doktoral, dan Pembuatan Perkembangan mahasiswa,” ujar Skrbis.
Menurutnya, kolaborasi tersebut Berpeluang menghubungkan Pembelajaran tinggi, Perkembangan, dan Pengalaman Hidup langsung mahasiswa Untuk memahami dinamika ekonomi serta dunia usaha Hingga tingkat Internasional.
Perkuat Eksperimen dan Pembelajaran Doktoral
Untuk bidang Eksperimen, kedua universitas juga Menyoroti pembentukan Skuat Eksperimen bersama yang melibatkan akademisi, peneliti, dan mahasiswa. Kolaborasi tersebut diarahkan Untuk menghasilkan Eksperimen multidisiplin, publikasi internasional, serta proposal pendanaan Eksperimen bersama.
ACU Memperoleh kekuatan akademik Untuk sejumlah bidang, Di lain Kesejaganan, Pembelajaran, humaniora, teologi, filsafat, Usaha, dan hukum. Secara kelembagaan, ACU Memperoleh empat fakultas utama, yakni Faculty of Health Sciences, Faculty of Education and Arts, Faculty of Theology and Philosophy, serta Faculty of Law and Business.
Penguatan Pembelajaran doktoral juga menjadi Dibagian penting Untuk pembahasan. ACU Melewati Graduate Research School Menyusun Pembelajaran Eksperimen dan Higher Degree Research (HDR), termasuk penguatan kemitraan industri, Langkah PhD berbasis kolaborasi, dan jejaring Eksperimen internasional.
Workshop Bersama Dari Sebab Itu Langkah Tindak Lanjut
Sebagai tindak lanjut, UMY dan ACU sepakat Menyusun workshop bersama yang mempertemukan peneliti dan akademisi Didalam kedua institusi.
Workshop tersebut Akansegera menjadi forum Untuk memetakan bidang kajian yang Memperoleh kesamaan kepentingan, mempertemukan Kandidat mitra peneliti, serta menyusun Ide kerja sama yang lebih terarah.
Sejumlah bidang potensial yang dapat dikembangkan meliputi kajian keagamaan, kewirausahaan, Kesejaganan, Pembelajaran, Usaha, serta Eksperimen multidisiplin yang relevan Didalam tantangan Internasional.
Melewati penguatan kolaborasi tersebut, UMY dan ACU berharap dapat memperluas jejaring Pembelajaran tinggi internasional, Memperbaiki Standar Eksperimen, memperkuat mobilitas akademik, serta membuka lebih banyak Potensi Untuk mahasiswa dan dosen Untuk berkontribusi Untuk lingkungan akademik Internasional.
Sebagai informasi, turut hadir Untuk pertemuan tersebut delegasi ACU dipimpin Vice-Chancellor and President ACU Prof. Zlatko Skrbis, didampingi Deputy Vice-Chancellor (Research and Enterprise) Prof. Abid Khan serta Director, Graduate Research School Michelle Lopez. Jabatan tersebut sesuai Didalam struktur kepemimpinan resmi ACU Di ini.
Ke Di Yang Sama, Didalam UMY hadir Rektor UMY Prof. Dr. Achmad Nurmandi; Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Zuly Qodir; Wakil Rektor Bidang Eksperimen, Perkembangan, dan Hilirisasi Dr. Med. dr. Supriyatiningsih; Dr. Mega Hidayati; Nurwanto; serta dr. Farindira Vesti Rahmasari.
(anl/ega)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: UMY Gandeng Australian Catholic University Kembangkan Joint Degree-Eksperimen











