Jakarta –
Indonesia merupakan salah satu Negeri Bersama tingkat kerawanan gempa yang cukup tinggi. Sebagai memitigasi dampak bencana tersebut, Institut Ilmu Pengetahuan Sepuluh Nopember (ITS) Membuat alat pendeteksi gempa.
Wakil Kepala Pusat Studi Mitigasi Kebencanaan dan Pemanasan Global (MKPI) ITS Dr Ir Berlian Al Kindhi SST MT mengatakan Pembaharuan ini merupakan hasil kolaborasi Di Departemen Metode Elektro Otomasi dan Departemen Metode Sipil ITS bersama mitra Rabasa Beton, Ponorogo. Alat pendeteksi gempa ini berbasis mikrokontroler yang mampu mendeteksi getaran tanah secara nyata.
Di Pendeteksi mendeteksi getaran yang melebihi ambang tertentu, sistem Akansegera mengirimkan notifikasi dan mengaktifkan alarm peringatan. Nantinya, informasi berupa geolokasi dan data historis Akansegera muncul Di laman pemantauan insamo.id.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendeteksi yang terpasang juga terintegrasi Bersama Alat Lunak pemantauan. Data yang diterima Alat Lunak dapat digunakan Sebagai memetakan potensi bencana Di Di lingkungannya. Alat Lunak juga dapat Meninjau ketinggian air sebagai mitigasi Bencana Alam dan tanah longsor.
Biaya Produksi Rendah
Keuntungan Di Pendeteksi ini ada Di biaya produksi yang tergolong rendah. Hal ini memungkinkan Pendeteksi dipasang Di Tempattinggal-Tempattinggal warga.
“Pendeteksi ini berbiaya rendah Agar dapat dikembangkan dan diaplikasikan Di berbagai Tempattinggal penduduk,” ungkapnya Di laman ITS dikutip Minggu (23/8/2026).
Kembangkan Bangunan Bertahan Gempa
Selain alat pendeteksi gempa, dosen Departemen Metode Sipil ITS Ahmad Basshofi Habieb ST MT PhD bersama Regu Membuat prototipe bangunan Bertahan gempa. Prototipe dibangun dua lantai menyesuaikan Bersama bangunan yang sering dijadikan hunian.
Adapun bangunan tersebut dibangun Di atas base isolator yang bekerja Bersama memisahkan gerakan tanah Di struktur bangunan. Nantinya, bangunan Akansegera bergerak secara terkontrol Di Memperoleh guncangan.
“Prototipe ini diharapkan menjadi solusi Sebagai membangun Tempattinggal dan pemukiman yang lebih aman apabila Di terjadi gempa,” ujarnya.
Basshofi berharap Eksperimen ini bisa dikembangkan Lebih Jelas bersama Bersama lembaga-lembaga lain. Kedua Pembaharuan yang sudah dirancang ini perlu Diterapkan Ke Komunitas luas, terutama Daerah NTT yang Mutakhir terdampak bencana Guncangan Bumi.
“Saya berharap hasil Eksperimen ini dapat segera Diterapkan agar dampak akibat gempa yang kerap terjadi Di Indonesia dapat diminimalkan,” tuturnya.
(nir/nwk)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: ITS Kembangkan Alat Pendeteksi Gempa, Begini Cara Kerjanya











