Jakarta –
Sebagai User Sofa roda, Rasha Putra Permata tidak pernah berkecil hati. Situasi disabilitasnya tak pernah membuat Rasha berhenti menggapai impian masuk perguruan tinggi negeri.
Tahun ini, ia berhasil lolos Di Langkah studi (prodi) Metode Fisika Universitas Gadjah Mada (UGM) Melewati jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Ia mengaku sudah lama mendambakan berkuliah Di UGM.
“Saya memang sudah lama ingin kuliah Di UGM. Saya sering Hingga UGM dan menurut saya suasana kampusnya nyaman. Untuk dulu memang ingin bisa kuliah Di sini,” tuturnya dikutip Untuk laman UGM Di Jumat (10/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemuda berusia 18 tahun ini merupakan penyandang Penyandang Disabilitas daksa spinal muscular atrophy (SMA) tipe 2. Situasi tersebut membuatnya tidak bisa layaknya normal.
Perjuangan Rasha Tembus UGM
Sebagai tembus Hingga UGM lewat jalur tes, Rasha harus Melakukanupaya keras Untuk belajar materi UTBK. Rasha juga tidak ikut les Lantaran tidak ada tempat les Di sekitarnya yang Memiliki akses Sebagai penyandang Penyandang Disabilitas.
“Rasha tidak bisa ikut bimbel Lantaran banyak tempat les yang belum aksesibel. Akhirnya dia mengumpulkan soal-soal Untuk teman-temannya, lalu belajar sendiri sampai jam satu atau dua pagi,” kata sang ibunda, Triani.
Setiap malam, Rasha berlatih soal Pelatihan. Baginya, materi Pengetahuan Kuantitatif (PK) dan Penalaran Matematika (PM) sangat menantang dan memerlukan waktu lebih Sebagai mempelajarinya.
“Materi yang paling sulit buat saya itu Pengetahuan Kuantitatif dan Penalaran Matematika. Karena Itu saya harus banyak Pelatihan supaya bisa memahami pola soalnya,” ujarnya.
Murid Aktif Pada Sekolah
Tak cuma fokus Di belajar, Rasha juga ternyata termasuk murid yang aktif. Ia pernah bergabung sebagai pengurus internal multimedia Di Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Malahan, ia sering dipercaya sebagai koordinator Kegiatan seperti pentas Karya Seni atau kegiatan sosial. Ia merasa senang Lantaran Di Ditengah kondisinya yang terbatas tetapi ia bisa tetap berkontribusi.
“Pada Di SMA saya aktif Di OSIS sebagai pengurus internal multimedia. Saya juga pernah menjadi koordinator kegiatan sosial dan pentas Karya Seni Di sekolah, serta terlibat sebagai asisten koordinator Di beberapa kegiatan lainnya,” jelasnya.
Gemar Di Dunia Robotika
Dari SMA, Rasha sudah mempelajari dasar robotika dan pemprograman. Rasha juga merupakan Penggemar Webtoon sampai ia juga pernah membuatnya.
“Saya tertarik Di robotika dan ingin belajar lebih Untuk lagi Di Metode Fisika. Saya juga ingin Menyusun kemampuan coding yang saya sukai Dari sekolah,” katanya.
Sebelumnya memilih Metode Fisika UGM, Rasha sempat Merencanakan Metode Elektro hingga Metode Industri. Akan Tetapi, pilihannya tetap mantap Di Metode Fisika.
Rasha mengaku keberhasilannya tembus UGM tak semerta-merta hanya Lantaran usahanya. Sang ayah dan ibu selalu menjadi pihak yang setia membantunya.
Sang ibu, Triani berharap agar anaknya bisa berkuliah Di baik. Ia berharap UGM bisa memperkuat kampusnya Di menyediakan fasilitas ramah Penyandang Disabilitas yang lebih baik.
“Harapan kami, UGM terus Memperbaiki aksesibilitas agar mahasiswa Penyandang Disabilitas bisa belajar Di nyaman dan Menyusun potensinya. Kami percaya mereka Memiliki kemampuan yang sama Sebagai berprestasi dan memberi manfaat Untuk banyak orang,” katanya.
(cyu/pal)
Cicin Yulianti
Jurnalis detikcom. Lulusan Jurnalistik Unpad, Di detikcom Dari 2022. Spesialis menulis topik Pembelajaran, kampus, sekolah, beasiswa, Studi, dan kehidupan pelajar/mahasiswa.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kisah Rasha, Penyandang Penyandang Disabilitas yang Suka Robotika Tembus UGM Tanpa Bimbel











