Mahasiswa Penyandang Disabilitas Netra Kesulitan Akses Materi Belajar-Dijauhi Teman


Jakarta

Regu Belajar Tinggi Inklusif Direktorat Jenderal Belajar Tinggi Kemdiktisaintek, sekaligus Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Asep Supena temukan hambatan dan tantangan belajar yang dirasakan mahasiswa Bersama Penyandang Disabilitas netra. Apa saja?

Hambatan tersebut diketahui Melewati Kajian kualitatif Ke 52 mahasiswa Bersama hambatan penglihatan. Responden Bersama Kajian ini merupakan mahasiswa Penyandang Disabilitas Ke berbagai kampus, seperti UNJ, Universitas Pamulang (Unpam), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan perwakilan mahasiswa Bersama Daerah lain.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Metode Kajian yang digunakan Asep adalah wawancara tertulis. Responden diberikan pilihan Sebagai menggunakan instrumen Melewati file Word atau Google Form.

“Ketika mereka jawab, Google Form saja, saya kirim yang Google Form. File Word, saya kirim yang file Word. Masuk lah 52 wawancara,” tuturnya Untuk Peristiwa Ngopi Bareng Kemdiktisaintek Ke Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Hambatan dan Tantangan Belajar Mahasiswa Penyandang Disabilitas Netra

Untuk wawancara itu, ada 24 pertanyaan yang disampaikan kepada mereka. Secara garis besar, pertanyaan yang diberikan menyangkut hambatan Untuk perkuliahan dan apa yang dibutuhkan mahasiswa supaya perkuliahan bisa berjalan lebih baik.

Hasilnya, Asep mengetahui ada 6 hambatan dan tantangan yang mahasiswa Penyandang Disabilitas netra rasakan, yaitu:

1. Sulit Akses Materi/Bahan Ajar

Penyandang Disabilitas tunanetra diartikan sebagai hambatan penglihatan. Bersama Cara Itu, materi atau bahan ajar yang diberikan Bersama dosen Untuk bentuk dokumen PowerPoint, artikel, paper, hingga makalah fisik atau cetak tak bisa diakses Bersama mereka.

Sampai Di ini, Asep menemukan banyak dosen yang sudah paham harus Menyediakan bahan ajar Untuk bentuk soft file Sebagai mahasiswa Penyandang Disabilitas netra. Materi ini nantinya Berencana dimasukkan Di laptop yang dilengkapi Gadget Lunak screen reader.

“Karena Itu ada satu Gadget Lunak yang bisa membunyikan tulisan menjadi suara. Ini bisa dibaca Bersama Netra,” jelasnya.

Akan Tetapi, hal ini masih menemukan kendala tambahan. Dosen seringkali hanya memindai (scan) materi yang kerap tidak bisa dibaca Bersama screen reader.

“Karena Itu ketika ada tulisan, tetapi itu Ke scan, itu tidak bisa dibaca. Karena Itu dosen Untuk merasa membantu, Sebab punya paper Untuk bentuk soft file, tetapi ternyata inputnya adalah hasil scan, itu tidak bisa dibaca Bersama screen reader. Itu masih dihadapi Bersama mereka,” imbuh Asep.

2. Beda Metode dan Strategi Pembelajaran

Hambatan kedua berkaitan Bersama metode dan strategi pembelajaran. Banyak mahasiswa netra Mengkritik bahwa dosen masih ‘visual centrist’ atau menggunakan metode mengajar yang lebih banyak berunsur visual.

Bagi mereka, penjelasan verbal adalah hal penting agar ilmu yang disampaikan dapat dimengerti.

Ke Di Itu, dosen kerap menunjuk mahasiswa Bersama mengatakan ‘kamu’. Mahasiswa netra menilai kata kamu, Ke sini, dan Ke situ merupakan kata-kata yang abstrak Sebab tak bisa melihat siapa yang dimaksud.

Sebagai itu, para responden menyarankan, lebih baik dosen langsung menyebut nama ketika Menyediakan instruksi.

3. Media dan Keahlian Pembelajaran Terbatas

Ketiga, hambatan yang berkaitan Bersama media dan Keahlian. Sebagai bisa belajar, mahasiswa netra harus punya media, Untuk Situasi Ini laptop. Jika tidak, mereka Berencana kesulitan belajar.

“Nah, terkadang kelengkapan ini kan tidak ada gitu Ke mereka,” ucap Asep.

Masih berkaitan tantangan Keahlian pembelajaran, mahasiswa menilai bahan ajar masih tidak ramah Sebagai diakses. Perpustakaan kampus pun menurut para mahasiswa kebanyakan Memperoleh Literatur-Literatur cetak Agar sulit dibaca mahasiswa Penyandang Disabilitas netra.

4. Evaluasi Pembelajaran

5. Komitmen Sosial dan Pemberian Akademik

Para mahasiswa Penyandang Disabilitas netra juga mengungkapkantantangan Untuk berinteraksi sosial. Mereka kerap merasa terasingkan, serta kurang Merasakan perhatian baik Bersama dosen maupun teman.

“Ketika tugas kelompok, mereka tersisihkan juga Sebab Mungkin Saja Dikatakan tidak bisa berkontribusi secara maksimal,” urainya.

Situasi ini Lebih berat menurut Asep, ketika mahasiswa sulit mengomunikasikan hambatannya, Sambil lingkungan kurang responsif.

6. Infrastruktur Kampus Belum Mendukung

Infrastruktur Karena Itu tantangan nyata mahasiswa Penyandang Disabilitas netra. Tantangan yang dimaksud, mahasiswa masih kesulitan menemukan ruang kelas, kampus yang terlalu luas, trotoar yang belum mudah diakses, hingga banyak Kendaraan Pribadi yang parkir Ke pinggir jalan kampus.

“Karena Itu, itu dilaporkan Bersama mereka. Kesulitan infrastruktur yang bisa menurunkan Untuk proses pembelajaran,” sampainya.

PR Sebagai Unit Layanan Penyandang Disabilitas Kampus

Berbagai hal ini disebut Asep sebagai gambaran nyata bila mahasiswa masih Berjuang Bersama kendala. Ia menekankan, kendala-kendala ini harusnya direspons Bersama Unit Layanan Penyandang Disabilitas (ULD) kampus.

“Karena Itu, ULD Di Didepan bukan hanya didirikan, tetapi harus sudah mulai masuk Di Meningkatkan mutu layanan kepada Penyandang Disabilitas. Agar lebih nyaman, mereka belajar Ke perguruan tinggi, lebih aksesibel, lebih ramah,” tegasnya.

(det/twu)



Devita Savitri


Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom Dari 2023. Tertarik dan aktif meliput Permasalahan Yang Terkait Bersama Belajar dasar dan menengah. Wartawan Terproduktif Kemendikdasmen 2025.

`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

const { default: Swiper } = await import(

);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Mahasiswa Penyandang Disabilitas Netra Kesulitan Akses Materi Belajar-Dijauhi Teman

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้