Jakarta –
Bulan adalah tetangga terdekat Bumi yang selalu tampak Tenteram menghiasi langit malam. Tetapi, tahukah detikers bahwa permukaan Bulan sebenarnya terus-menerus diserbu Bersama berbagai dampak Bersama alam semesta?
Kita tahu bahwa Bulan penuh Bersama kawah akibat hantaman asteroid Di jutaan tahun. Kali ini, juga ada diprediksi bahwa Bulan Berencana ditabrak Bersama benda buatan manusia seukuran gedung lima lantai Bersama Kelajuan tujuh kali Kelajuan suara.
Benda tersebut adalah Dibagian atas (upper stage) Bersama roket Falcon 9 milik SpaceX. Lantas, kapan tabrakan ini Berencana terjadi dan apa dampaknya Untuk Bulan?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan analisis Bersama astronom independen Bill Gray, pengembang Gadget lunak Project Pluto yang melacak objek Disekitar Bumi, Dibagian roket SpaceX yang sudah tidak terpakai itu Berencana menabrak Bulan Di 5 Agustus 2026 Disekitar pukul 06:44 UTC atau 13:44 WIB.
Gray melaporkan bahwa titik tumbukan diperkirakan berada Di Disekitar kawah Einstein, sebuah area yang dipenuhi kawah Di ambang batas Di sisi Disekitar dan sisi jauh Bulan.
Apa yang Terjadi Jika Roket SpaceX Tabrak Bulan?
Berbeda Bersama asteroid alami, roket ini adalah objek buatan yang Memperoleh massa dan Kelajuan yang dapat dihitung secara matematis Bersama para astronom.
“Gerakan sampah antariksa sebagian besar cukup dapat diprediksi; ia bergerak Di bawah pengaruh gravitasi Bumi, Bulan, Matahari, dan planet-planet. Kita mengetahui hal-hal tersebut Bersama presisi yang sangat tinggi,” ujar Bill Gray, dikutip Bersama Science Alert.
Tetapi, Gray menyebut ada sedikit ketidakpastian akibat tekanan radiasi matahari. Lantaran roket tersebut meluncur Untuk Kepuasan berguling (tumbling), pantulan cahaya matahari Di permukaannya berubah-ubah dan Menyediakan dorongan kecil yang memengaruhi lintasan orbitnya seiring berjalannya waktu.
Mengapa Roket Bisa Menabrak Bulan?
Objek yang Berencana menabrak Bulan ini berasal Bersama peluncuran roket Falcon 9 Bersama kode 2025-010D Di Januari 2025. Di itu, roket tersebut membawa misi penting yang mencakup dua pendarat Bulan, yakni Blue Ghost Mission 1 dan Hakuto-R Mission 2.
Berbeda Bersama tahap pertama roket Falcon 9 yang bisa mendarat kembali Di Bumi Untuk digunakan lagi, Dibagian tahap kedua (second stage) ini tetap berada Di luar angkasa. Biasanya, tahap kedua Berencana jatuh kembali Ke atmosfer Bumi atau mengorbit Matahari, Tetapi sisa roket kali ini justru terjebak Untuk orbit lokal yang bersinggungan Bersama jalur Bulan.
Di ini, sisa roket tersebut membutuhkan waktu Disekitar 26 hari Untuk mengitari Bumi Bersama jarak terjauh (apogee) mencapai 510.000 kilometer.
Dampaknya Untuk Bulan
Meski tabrakan ini Berencana menghasilkan energi yang besar, para peneliti Meramalkan peristiwa tersebut tidak Berencana terlihat langsung Bersama Bumi. Tetapi, NASA berencana menggunakan satelit mereka Untuk melihat hasilnya.
“Kilatan dampak tersebut kemungkinan tidak Berencana terlihat Bersama Bumi, tetapi Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) Bisa Jadi Di akhirnya Berencana memotret hasil akhirnya,” ditulis laporan tersebut.
LRO Sebelumnya Itu juga pernah memotret hasil tabrakan serupa Di tahun 2022, ketika sebuah pendorong roket (diduga milik misi Chang’e 5-T1) jatuh Di sisi jauh Bulan dan meninggalkan kawah ganda yang unik.
Peneliti Ingatkan Untuk Tak Khawatir
Kelompok diminta Untuk tidak panik Bersama peristiwa ini. Tabrakan roket Ke permukaan Bulan adalah hal yang sudah beberapa kali terjadi dan justru Menyediakan data ilmiah Untuk para astronom.
Di 1970-an, modul Apollo sengaja ditabrakkan Ke Bulan Untuk menciptakan ‘gempa bulan’ buatan guna mempelajari struktur interior Bulan. Di Di Itu, misi LCROSS NASA Di 2009 juga sengaja menabrakkan wahana Ke kutub Bulan Untuk mendeteksi keberadaan air es.
Para ahli memastikan bahwa dampak Falcon 9 ini tidak Berencana memengaruhi orbit Bulan maupun membahayakan kehidupan Di Bumi. Peristiwa ini justru menjadi kesempatan langka Untuk mempelajari bagaimana kawah terbentuk Di benda langit tanpa atmosfer.
Penulis adalah peserta MagangHub Kemnaker Di deticom.
(nah/nah)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Geger Roket SpaceX Diprediksi Tabrak Bulan Di 5 Agustus 2026, Ini Kata Ilmuwan











