Komdigi Ungkap 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judol, Banyak Di Bawah 10 Tahun



Jakarta

Pembantu Kepala Negara Komunikasi dan Digital Meutya Hafid Membeberkan, hampir 200 ribu anak Indonesia telah terpapar judi online. Adapun 40 persen atau 80 ribu anak yang terpapar judi online berada Di bawah 10 tahun.

Meutya menegaskan judi online merupakan ancaman serius yang merusak ekonomi keluarga. Perjudian online dapat memicu Kekejaman Rumah tangga, memecah belah hubungan sosial, hingga menghancurkan masa Di anak-anak.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Judi online adalah scam yang sistemnya memastikan Manajer hampir selalu rugi dan kalah Di jangka panjang. Sebab itu, kita semua harus menjadi garda Pelatihan, saling mengingatkan, serta melindungi keluarga dan anak-anak kita Bersama maraknya praktik ilegal ini,” tegas Meutya Hafid Lewat laman Komdigi dikutip Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, pemberantasan judi online tidak cukup hanya Bersama memutus akses. Karena Itu, pemerintah terus memperkuat literasi digital dan melibatkan seluruh Komunitas sebagai Upaya Mencegah.

“Kita tidak hanya menutup akses atau melakukan takedown. Yang terpenting adalah menjangkau Komunitas luas Bersama fakta-fakta ini, Supaya kesadaran tumbuh Bersama Di keluarga dan komunitas,” tegasnya.

Ibu Karena Itu Korban Judol

Meutya mengungkapkan keprihatinan mendalam atas dampak judi online Di istri dan ibu. Di suami atau ayah mereka terjerat judi online, banyak Bersama istri dan ibu ini menjadi korban Bersama kehilangan ekonomi keluarga hingga Merasakan Kekejaman Di Rumah tangga.

“Kami mendengar banyak cerita pilu Bersama Komunitas. Ini bukan hanya soal uang, tapi kehancuran masa Di anak dan ketenangan keluarga. Kita harus hentikan ini bersama,” ujarnya.

Komdigi menegaskan pihaknya Berencana terus memblokir situs dan konten judi online. Tetapi, Meutya menekankan perlunya kerja sama lintas sektor yang kuat.

“Kami Berencana terus memerangi aksesnya. Tapi kalau pelakunya tidak ditindak tegas, situs Mutakhir Berencana terus muncul. Sebab itu, kami butuh Dukungan penuh Bersama Polri, PPATK, OJK, perbankan, dan seluruh Jalur Digital,” jelasnya.

Meutya juga menyoroti banyaknya iklan judi online Di media sosial. Karena Itu, Komdigi meminta platform seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube Sebagai segera menurunkan konten tersebut.

“Judi online dilarang Di Indonesia. Semua pihak harus punya tanggung jawab moral dan hukum yang sama,” tandasnya.

Pola Asuh dan Komunikasi Buruk Ortu-Anak Tingkatkan Risiko

Berdasarkan artikel ilmiah bertajuk “Keterkaitan Judi Online Bersama Lingkungan Keluarga Di Kalangan Remaja Balikpapan” Di jurnal Al Amiyah: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Terbitan : Vol. 02, No. 01 (Januari-April 2025) yang ditulis Dari Dini Sakti Natavia dikatakan, Di Studi ditunjukkan, lingkungan keluarga mempunyai peran penting Di mencegah keterlibatan remaja Di judi online.

Studi (Gazali dkk, 2019) menyibak, pola asuh yang kurang tegas dan komunikasi yang buruk Antara orang tua dan anak, Berencana Meningkatkan risiko remaja terlibat Di judi online. Solusi yang diusulkan adalah pengawasan yang lebih ketat dan komunikasi yang lebih baik Di keluarga.

Studi (Serna dkk, 2023) juga menegaskan pentingnya pengasuhan yang tegas dan peran orang tua Sebagai Menyediakan pemahaman moral tentang bahaya judi online. Pasalnya, pengasuhan permisif atau kurangnya kontrol Meningkatkan paparan anak Di judi online.

Di sisi lain, Studi (DD Putri & Sunata, 2024) Menunjukkan ketidakstabilan keluarga, seperti perceraian atau ketidakharmonisan, dapat Meningkatkan risiko kecanduan judi online. Sebagai Gantinya, keluarga yang stabil dan mendukung emosional cenderung mencegah keterlibatan remaja Di perilaku tersebut. Artinya, ketiga Studi ini menggarisbawahi Dukungan, pengawasan, dan komunikasi Di keluarga merupakan faktor penting Di melindungi remaja Bersama pengaruh judi online.

(nir/nah)


`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

const { default: Swiper } = await import(

);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Komdigi Ungkap 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judol, Banyak Di Bawah 10 Tahun

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้