Cara Unik Burung Maleo Untuk Sulawesi Mengerami Telur: Pakai Panas Bumi



Jakarta

Satwa-satwa endemik Di Indonesia ternyata beragam dan unik. Maleo, salah satu jenis burung endemik Di Sulawesi, diketahui tidak mengerami telurnya sendiri, melainkan bergantung Di panas bumi dan Matahari. Bagaimana burung ini mendeteksi tempat yang ada sumber panas buminya?

Burung Maleo (Macrocephalon maleo), satwa endemik Di Sulawesi Di, Memperoleh ciri khas berupa jambul unik atau tonjolan berwarna hitam yang berbentuk bulat berujung runcing, serta Memperoleh sentuhan warna jingga.

Burung maleo cenderung aktif Di siang hari dan tidur Di malam hari. Satwa ini hidup berkoloni dan menghabiskan waktunya mencari Hidangan Di permukaan tanah.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meletakkan Telur Di Untuk Pasir yang Memperoleh Panas Bumi

Mengutip Bacaan berjudul “Mengenal Lebih Didekat Satwa Langka Indonesia dan Memahami Pelestariannya” yang diterbitkan Badan Kajian dan Perkembangan Nasional (BRIN), ilmuwan menemukan bahwa burung maleo tidak mengerami telurnya, melainkan meletakkannya Di Untuk tanah agar menetas sendiri Bersama memanfaatkan panas bumi dan sinar matahari.

Diduga tonjolan Di burung Maleo yang tumbuh Di dewasa dipakai Sebagai mendeteksi panas bumi yang sesuai Sebagai menetaskan telurnya, demikian dikutip Untuk Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan, Kementerian Kehutanan.

Di Akansegera menetas, Maleo mulai menguburkan telurnya Di Untuk pasir yang Memperoleh panas bumi hingga menetas. Maleo melakukan cara unik ini Lantaran ukuran telurnya yang bisa lebih besar Untuk tubuhnya, Malahan 5 kali lipat lebih besar Untuk telur ayam.

Untuk timbunan pasir panas bumi itu, telur Maleo Akansegera menetas kurang lebih 80 hari. Lantaran kondisinya yang terkubur, beberapa Maleo yang Terbaru keluar Untuk cangkang, tak selamat Lantaran tak berhasil menerobos timbunan.

Maleo Menjadi Sensitif Di Hujan

Lantaran mengandalkan panas bumi dan Matahari, Maleo menjadi sensitif Di perubahan curah hujan dan suhu udara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyoroti Krisis Lingkungan yang telah memicu pergeseran iklim regional termasuk Di Sulawesi Di.

“Variabilitas unsur-unsur iklim tersebut Berpotensi Sebagai memengaruhi Prestasi penetasan telur Maleo dan Ketahanan populasinya,” tulis BMKG Untuk laman resminya, dikutip Rabu (13/5/2026).

Untuk Kontek Sini, curah hujan yang tinggi Akansegera Memperbaiki kelembapan tanah, Agar perkembangan embrio Maleo menjadi terganggu. Sebagai Gantinya, peningkatan suhu udara juga bisa memengaruhi pengeraman Maleo.

Suhu tanah yang terlalu tinggi dapat mempercepat perkembangan embrio Maleo Agar Memperbaiki risiko kematian dini. Situasi ini Menunjukkan bahwa Krisis Lingkungan telah Memberi tekanan nyata Di spesies asli Sulawesi tersebut.

Satwa Endemik Langka yang Karena Itu Maskot Sulawesi Di

Burung maleo merupakan satwa endemik yang hanya dapat ditemukan Di Pulau Sulawesi. Burung ini telah diangkat sebagai identitas Lokasi.

Pemerintah menetapkan maleo sebagai maskot atau fauna identitas Provinsi Sulawesi Di Sebelum 24 Februari 1990. Keputusan tersebut tertuang Untuk Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Di Nomor Kep. 188.44/1067/RO/BKLH.

Penetapan maleo sebagai satwa maskot Menunjukkan kebanggaan Kelompok Sulawesi Di dan Indonesia Di kekayaan keanekaragaman hayati yang dimiliki.

Meski penyebarannya Di Sulawesi Di terbilang relatif luas, maleo tetap tergolong satwa liar langka. Lantaran itu, keberadaannya telah lama dilindungi secara ketat Lewat Keputusan Pejabat Tingginegara Agrikultur RI No. 42/Kpts/Um/8/1970.

Status dilindungi ini berlaku menyeluruh. Aturan tersebut melindungi maleo Untuk Situasi hidup maupun mati, termasuk yang telah diawetkan, serta melarang pengambilan dan penjualan Dibagian tubuhnya seperti telur.

Sebagai menjaga kelestarian populasinya, sejumlah kawasan konservasi Di Sulawesi Di ditetapkan sebagai habitat utama maleo. Salah satu lokasi bertelur terbesar berada Di Suaka Margasatwa Bakiriang Di Kabupaten Banggai.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker Di detikcom.

(faz/faz)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Cara Unik Burung Maleo Untuk Sulawesi Mengerami Telur: Pakai Panas Bumi

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้