Hanya Di 13% Penduduk Bekerja yang Berpendidikan Tinggi


Jakarta

Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis statistik keadaan ketenagakerjaan Indonesia, Februari 2026 Di Selasa (5/5/2026) lalu. Melewati data tersebut disebutkan, jumlah angkatan kerja (AK) Di Indonesia ada 154,91 juta orang.

Apabila dirinci Di jumlah tersebut, kuantitas penduduk bekerja Di Indonesia ada 147,67 juta orang, sedangkan yang menganggur ada 7,24 orang. Apabila diuraikan Di Detail, jumlah pekerja penuh waktu ada 98,592 juta orang, pekerja paruh waktu 38,347 juta orang, dan setengah pengangguran 10,728 juta orang.

Sebagai informasi, definisi angkatan kerja menurut BPS adalah penduduk usia 15 tahun Ke atas yang secara ekonomi seperti penduduk bekerja atau yang punya pekerjaan, tetapi Sambil tidak bekerja dan pengangguran.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya Di 19 Juta Pekerja yang Berpendidikan Tinggi

Di sisi Pembelajaran, pekerja Di latar Dibelakang Pembelajaran tinggi yakni lulusan diploma hingga doktoral masih tergolong kecil. Proporsinya hanya 13,13 persen Di total penduduk bekerja atau Di 19,39 juta orang. Adapun lulusan SD Ke bawah masih mendominasi komposisi tenaga kerja nasional Di 35,49 persen.

Akan Tetapi menurut BPS, Di Februari 2025 hingga Februari 2026 terdapat peningkatan kuantitas penduduk bekerja Di bidang Pembelajaran SMA/SMK, diploma I/II/III/IV, dan S1/S2/S3.

Sebagai uraian, berikut komposisi penduduk bekerja berdasarkan tingkat pendidikannya, berurutan Di komposisi terbanyak hingga paling sedikit:

  • SD Ke bawah: 52,41 juta orang (35,49%)
  • SMA: 30,53 juta orang (20,67%)
  • SMP: 26,04 juta orang (17,64%)
  • SMK: 19,30 juta orang (13,07%)
  • Diploma IV, S1, S2, S3: 15,83 juta orang (10,72%)
  • Diploma I/II/III: 3,56 juta orang (2,41%).

Jika merujuk angka 13,13% penduduk bekerja yang berpendidikan tinggi (diploma Ke atas), maka jumlahnya 19,39 juta Di 147,67 juta total penduduk bekerja.

Di Februari 2025 Ke Februari 2026, jumlah lulusan diploma I/II/III yang bekerja Merasakan peningkatan Di 2,39% menjadi 2,41%. Sambil, jumlah lulusan diploma IV, S1, S2, dan S3 yang bekerja Menimbulkan Kekhawatiran Di 10,44% Ke 10,62%.

Peningkatan lebih banyak terjadi Di lulusan SMK, yang Di tahun lalu 12,84%, tetapi tahun ini menjadi 13.07%. Di sisi lain, proporsi lulusan SMA yang bekerja cukup stagnan Di tahun lalu, sebanyak 20,63% menjadi 20,67% Di tahun ini.

Penurunan dialami Dari lulusan SD Ke bawah dan SMP dibandingkan Feburari 2025. Di tahun ini, lulusan SD Ke bawah yang bekerja menempati 35,49% Di total penduduk bekerja. Sedangkan Di tahun lalu ada 35,89%.

Di segmen lulusan SMP, tahun lalu ada 17,81% yang tergabung Untuk total penduduk bekerja, tetapi tahun ini menurun menjadi 17,64%.

(nah/pal)


`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

const { default: Swiper } = await import(

);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Hanya Di 13% Penduduk Bekerja yang Berpendidikan Tinggi

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้