1 Di 5 Gen Z Bawa Ortu Di Wawancara Kerja, Ini Alasannya


Jakarta

Gen Z kerap Disorot sebagai generasi yang mandiri dan kreatif Untuk dunia kerja. Tetapi, sebuah Kajian Membeberkan adanya Gaya Gen Z yang membawa orang tua mereka Di wawancara kerja. Kenapa ya?

Dilansir Di Forbes, laporan terbaru platform penyedia resume Zety Di Februari lalu Menunjukkan Gaya ‘career co-piloting‘, yaitu Situasi banyaknya orang tua yang membantu anaknya (Gen Z) menembus dunia kerja. Menurut survei, 44 persen orang tua membantu Gen Z menyusun resume atau CV.

Lalu, 15 persen responden Gen Z mengatakan orang tua mereka mendampingi mereka Untuk wawancara kerja tatap muka dan 5 persen orang tua hadir Untuk wawancara kerja virtual. Ini berarti 1 Di 5 Gen Z pencari kerja mengajak orang tua mereka Ke wawancara kerja.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih jauh lagi, beberapa responden mengatakan orang tua ikut terlibat Untuk Perundingan gaji. Survei mengatakan bahwa temuan ini Menunjukkan bahwa tingginya tekanan dan ketidakpastian Ke dunia kerja Mendorong Gen Z Sebagai membangun sistem Pemberian Mutakhir bersama keluarga.

Gaya Gen Z Bawa Ortu Di Interview Kerja

Gen Z membawa orang tua Ke wawancara kerja Lebihterus Meresahkan. Berdasarkan laporan Di Resume Templates tahun lalu, Di 77 persen Gen Z mengaku orang tua mereka pernah terlibat Untuk proses pencarian kerja, demikian dilansir laman HR Dive.

Untuk banyak Gen Z, keterlibatan orang tua Memberi rasa aman Ke Di tekanan dan ketidakpastian dunia kerja. Mereka merasa lebih nyaman Berusaha Mengatasi proses seleksi yang menegangkan Di pendampingan orang tua Ke dekatnya.

Kebiasaan ini tentu memunculkan tantangan Mutakhir Untuk para HRD yang ingin menciptakan lingkungan kerja lintas generasi yang inklusif. Tetapi, peneliti Di Zety menilai Gaya ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana dan kapan para profesional muda Berencana mulai Menyusun Kemahiran karier mereka secara mandiri.

Gen Z yang Dibimbing Ortu

Ada istilah ‘helicopter parenting’, yaitu ketika orang tua terlalu mengontrol urusan anak dan Memutuskan alih tugas yang seharusnya bisa dilakukan anak sendiri. Kini, pola tersebut bergeser Ke dunia kerja Di sebutan career co-piloting.

Pakar karier Di Zety, Jasmine Escalera, menyebut istilah ini ketika orang tua membantu anak Gen Z membangun kepercayaan diri, arah, dan kendali Di memasuki dunia profesional.

“Laporan Career Co-Piloting Di Zety Menunjukkan bahwa pencarian kerja kini sering melibatkan orang tua. Sebanyak 67 persen pekerja Gen Z mengaku rutin Memperoleh saran karier Di mereka. Pemberian ini Malahan sampai membantu menulis resume, menghubungi perusahaan, bersiap Sebagai wawancara, hingga menegosiasikan tawaran gaji,” ujarnya, dikutip Di Forbes.

Krisis Kepercayaan Diri Gen Z Ke Dunia Kerja

Keterlibatan orang tua ini dinilai berkaitan Di kurangnya rasa Kepercayaan Diri Gen Z. Laporan Big Brothers Big Sisters of America dan The Harris Poll mencatat hanya 41 persen anak muda yang merasa sangat Kepercayaan Diri Untuk memasuki dunia kerja. Angka ini Malahan lebih kecil Untuk mereka yang tidak Memperoleh mentor karier.

Menurutnya, temuan ini menegaskan bahwa bimbingan atau mentorship Untuk pencari kerja muda bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan esensial. Peneliti Zety juga menyoroti adanya krisis kepercayaan diri Ke kalangan Gen Z, terutama Di Berusaha Mengatasi Perundingan.

Situasi ini, kata pakar, Menunjukkan perlunya Belajar lebih mendalam tentang kompensasi, tunjangan, dan kemampuan advokasi diri Sebelumnya mereka benar-benar terjun Ke dunia kerja.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker Ke detikcom.

(faz/faz)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: 1 Di 5 Gen Z Bawa Ortu Di Wawancara Kerja, Ini Alasannya

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้