Jakarta –
Himpunan Mahasiswa Tambang Institut Keahlian Bandung (ITB) meminta maaf atas lagu Erika yang pernah dibawakan Dari himpunan tersebut. Diketahui, lagu ini memuat unsur pelecehan seksual Di perempuan.
Lagu Erika viral Setelahnya sebuah video yang menampilkan Orkes Semi Dangdut (OSD) Di Himpunan Mahasiswa Tambang ITB membawakan lagu tersebut. Untuk laman resmi ITB, Himpunan Mahasiswa Tambang menyampaikanpermintanmaafnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas beredarnya lagu yang menimbulkan keresahan publik. Kami sangat memahami dan Memahami sensitivitas Permasalahan ini dan menyampaikan keprihatinan serta empati kepada Kelompok, khususnya perempuan,” tulis himpunan tersebut Rabu (15/4/2026).
Pihak himpunan mengakui jika konten Untuk penampilan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai Untuk lingkungan akademik dan organisasi kemahasiswaan. Himpunan Mahasiswa Tambang ITB Mengungkapkan pihaknya tidak membenarkan segala bentuk tindakan yang merendahkan martabat individu atau kelompok manapun.
Yang Terkait Di video yang beredar Ke Kelompok, Himpunan Mahasiswa Tambang ITB telah meminta pihak-pihak Yang Terkait Di Untuk menghapus unggahan tersebut.
“Kami telah berkoordinasi Di para pihak Yang Terkait Di Untuk segera menurunkan (take down) konten video dan audio Di kanal resmiHMT-ITB serta penghapusan dariakun-akun individu yang terafiliasi, termasuk video tahun 2020 yang beredar Ke Kelompok,” tegasnya.
Di Detail, Himpunan Mahasiswa Tambang ITB juga telah melakukan evaluasi internal Di konten, pelaksanaan, dan kegiatan atas lagu Yang Terkait Di dan lagu yang mengandung unsur serupa.
ITB Tindak Tegas
Menyambut Baik kejadian ini, ITB berkomitmen Untuk mensosialisasikan etika berpenampilan dan etika komunikasi mahasiswa Melewati pesan singkat Dari Direktorat Persiapan Bersama (Ditsama) ITB. Pencalonan Politik ini Memusatkan Perhatian Ke sikap sopan, hormat, tanggung jawab, dan kedewasaan mahasiswa Untuk berpenampilan dan berkomunikasi Ke lingkungan akademik.
Lalu Untuk upaya Pra-Penanganan dan penanganan Kekejaman, ITB juga telah menetapkan Satgas Pra-Penanganan dan Penanganan Kekejaman (PPK). Satgas ini bertugas memperkuat sosialisasi, Pra-Penanganan, serta menyediakan kanal konsultasi dan pelaporan Untuk warga kampus.
“Melewati penguatan etika, pembinaan karakter, serta sistem Pra-Penanganan dan penanganan Kekejaman yang terus diperkuat, ITB Melakukanupaya Memperkenalkan ekosistem Pembelajaran yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat secara sosial, kuat secara etika, dan berpihak Ke nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Direktur Komunikasi dan Hubungan Kelompok ITB, Dr N Nurlaela Arief.
(nir/nwk)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Himpunan Mahasiswa Tambang ITB Minta Maaf Soal Lagu Erika yang Bernuansa Vulgar











