Jakarta –
Kehilangan kedua orang tua Di duduk Di bangku SMA bukan hal yang mudah. Akan Tetapi, Bersama keteguhan hati dan doa, Lathifah Alya Agyunda berhasil berjuang hingga pelan-pelan meraih mimpinya.
Alya, sapaannya, merupakan siswa kelas 12 Di SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo. Tahun 2026 ini, ia berhasil diterima Di tiga kampus luar negeri dan masih menunggu pengumuman Bersama kampus lain.
Apa yang Alya raih, didapat Bersama perjuangan yang berat. Sebelum TK, ibunya sudah meninggal dunia dan Di Terbaru masuk SMA, ayahnya Setelahnya Itu menyusul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ayah saya meninggal Ke 3 bulan pertama saya Di SMA, yang juga merupakan 3 bulan terberat saya Di SMA,” ujarnya kepada detikEdu, Selasa (14/4/2026).
Usaha, Doa, dan Dukungan Bersama Orang-orang Tercinta
Masa-masa sulit terus ia hadapi Bersama waktu Di waktu. Ia juga harus bisa mengelola waktu Bersama baik. Mulai Bersama masalah kecil Di lingkungan pertemanan, masalah ekonomi, rasa malas, momen harus ikhlas sama sesuatu, atau ragu sama diri sendiri sering banget muncul.
Akan Tetapi, Di melewati itu semua, Alya Memperoleh Dukungan Bersama kakak perempuan beserta kakek dan neneknya.
Perlahan, Alya membangun semangat dan tekadnya kembali Di belajar. Di SMAU CT Arsa, ia bersyukur Memperoleh Dukungan langsung Bersama Ketua yayasan CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung.
Bersama usaha, doa, dan tekadnya, ia Setelahnya Itu berhasil meraih mimpinya Untuk melanjutkan studi Di luar negeri.
“Alhamdulillah beribu syukur Alya panjatkan Sebab bisa diterima Di kampus luar negeri yang awalnya terdengar sangat mustahil.. Tapi Bersama usaha, doa, dan Dukungan Bersama banyak pihak mulai Bersama Ibu Anita, bapak ibu guru, teman-teman, keluarga, dan diri saya sendiri, ternyata mimpi itu milik semua orang termasuk saya,” katanya.
Kini, Alya telah diterima Di tiga kampus yakni:
1. HAN University of Applied Science, Belanda – International Business
2. Western Sydney University, Australia – Human Resources
3. University of Wollongong, Australia – Sustainable Business
“Sekarang, saya masih menunggu beberapa universitas dan beasiswa lain seperti Turkiye Burslari, Brunei Darussalam Government Scholarship, dll. Mohon doanya,” tuturnya.
Ingin Hidupkan Mimpi Ibu
Meski kedua orang tuanya tak lagi bersamanya, Untuk Alya, mimpi-mimpi ayah dan ibunya tetap hidup. Mimpi yang hidup itulah yang menjadi Inspirasi Alya Untuk bertahan dan melakukan yang terbaik Di hidup.
Di sisi lain, ia punya mimpi sendiri Sebelum kecil, yaitu melihat luasnya dunia. Kini, satu langkahnya pun telah terwujud Untuk segera melihat dunia Di Bangsa luar.
“Dua Inspirasi terbesar saya yaitu, yang pertama, mimpi kecil saya ketika SD yang ingin melihat dunia lebih luas, yang kedua, fondasi saya bertahan yaitu saya ingin menghidupkan mimpi ibu saya,” ungkapnya.
Untuk Alya, ibunya memberi inspirasi yang besar. Terlebih, semasa sekolah, ibunya juga Merasakan beasiswa dan sederet prestasi. Akan Tetapi, ibunya harus berhenti Di bangku SMA lantaran harus bekerja menghidupi kedua adiknya.
Sebelum lama, mimpi ibunya Untuk studi lanjut sudah berhenti. Akan Tetapi, kini Alya menghidupkan kembali Lewat jalannya.
“Insya Allah, Alya Akansegera hidupkan mimpi Ibu… semoga Ibu ikut senang,” harapnya.
Langitkan Banyak Doa
Alya Memahami bahwa Di ini perjalanannya masih panjang. Ia mengaku masih terus mencari dan menemukan jalannya.
“Sejujurnya, saya masih Di proses menemukan cita-cita yang paling spesifik. Tapi yang pasti, saya ingin menjadi seseorang yang terus berkembang dan Memiliki dampak yang baik Lewat bidang yang relevan Bersama studi saya. Di masa Didepan, saya Akansegera selalu terbuka Pada Potensi yang ada,” ujarnya.
Menurut Alya, mimpi harus digenggam erat-erat. Siapa saja bisa mengusahakannya dan melangitkan banyak doa.
“Untuk teman-teman yang Lagi berjuang mewujudkan mimpinya, terus genggam mimpi itu erat-erat, usahakan, dan langitkan banyak doa. Walaupun masalah ekonomi menghalangi, bukan berarti mimpi itu tidak Akansegera pernah terwujud. Kamu punya kendali penuh, keep going!” pesannya.
(faz/pal)
fahri zulfikar
Jurnalis detikcom. Bergabung Bersama detikcom Sebelum 2019. Aktif meliput Permasalahan-Permasalahan Pembelajaran, Studi & analisis, concern Pada Permasalahan iklim dan lingkungan, serta menyukai dunia sepak bola. Kini Karena Itu penulis Bacaan.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Bersama SMAU CT Arsa Di Kampus-kampus Top Luar Negeri











