Jakarta –
Profesor Di Universitas Washington, Aria Fani, dipecat Bersama jabatannya usai mengkritik serangan Israel yang menyebabkan terbunuhnya anak-anak Di Timur Di. Ia menyebutkan bahwa zionisme merupakan kanker.
Aria Fani merupakan associate professor Di Jackson School of International Studies, Universitas Washington. Tulisannya yang mengkritik tindakan Israel-AS dikirim Lewat email resmi Middle East Center Di Universitas Washington Di 18 Maret 2026 lalu.
Imbas kritikannya, ia dicopot Bersama jabatannya sebagai pimpinan atau Direktur Middle East Center.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isi Komentar Bersama Profesor Di Universitas Washington
Untuk tulisannya, Fani menyebut bahwa tindakan militer Israel Menunjukkan bahwa mereka mengincar kehancuran Negeri Iran. Untuk Fani, alasan Israel yang menyebut Iran Akansegera membangun senjata nuklir adalah omong kosong belaka.
“…tindakan Israel Menunjukkan kepada kita bahwa mereka Berusaha menghancurkan Negeri, bukan hanya kelas penguasanya,” ujar Fani, dikutip Bersama The Guardian.
Sebelumnya, Di Juni 2025 lalu, Pada Israel menyerang Iran, Fani juga mengatakan kepada surat kabar mahasiswa Di kampus tentang terbunuhnya anak-anak akibat pemboman Israel. Di Samping Itu, ilmuwan beserta keluarganya juga menjadi sasaran Membunuh Orang Lain Israel.
“…jika Anda memberi tahu puluhan anak yang tewas Untuk pemboman Israel, yang tewas Di Iran, atau keluarga para ilmuwan nuklir yang Terbaru saja dibantai – saya hampir tidak membayangkan mereka Akansegera mengatakan bahwa dunia adalah tempat yang lebih damai,” sebutnya.
Meski dipecat sebagai pimpinan Di Middle East Center, Fani masih tetap menjadi profesor madya Di Universitas Washington. Merespons Peristiwa Pidana Hukum ini, pihak kampus memilih Sebagai tidak Merundingkan hasil pekerjaan Profesor Fani Di Di kampus.
Pemecatan Terjadi Di Kampus Lain
Sebelumnya, mantan kepala Middle East Center Di Universitas Arkansas Di Fayetteville juga diberhentikan Di 2025. Menurut laporan The Guardian, alasannya diduga Sebab mendukung Iran dan membuat pernyataan anti-Israel.
Secara resmi, ia diskors Di Desember 2025 usai mengunggah Dukungan Pada Palestina dan Ayatollah Ali Khamenei Di media sosialnya. Ia dipecat meski Federasi fakultas kampus tersebut merekomendasikan agar ia dipertahankan. Asosiasi Studi Timur Di (MESA) turut mengecam keras keputusan tersebut.
Peristiwa Pidana Hukum semacam ini telah berlangsung Sebelum Israel menyerang Palestina Di Oktober 2023 lalu. Para dosen dan mahasiswa Arab dan Muslim sangat terdampak.
Hingga April 2026, afiliasi Universitas Harvard mengatakan telah mengajukan lebih Bersama 500 pengaduan diskriminasi Yang Terkait Bersama tuduhan bias anti-Arab, anti-Muslim, dan anti-Palestina.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker Di detikcom.
(faz/faz)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Profesor Di Kampus Ini Dipecat Usai Komentar Pertempuran Iran Vs AS-Israel











