Jakarta –
Kejadian Luar Biasa “hujan darah” Mengamuk warga Spanyol, Prancis, dan Inggris Di beberapa tahun terakhir. Pemandangan ini Dikatakan menyeramkan, Didalam warna langit yang tampak kekuningan dan warna jingga Di matahari lebih pekat Di biasanya.
Hujan darah bukanlah darah Di organ makhluk hidup, melainkan butiran halus berwarna kemerahan. Istilah hujan darah mengacu Di debu yang mengandung karat, Sesudah Itu terbawa Didalam angin dan kabut.
Biasanya, butiran halus debu-debu tersebut kerap mengotori kaca Kendaraan Pribadi dan jendela Tempattinggal warga setempat. Lantas, apa yang menyebabkan terjadinya hujan darah?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemanasan Dunia dan Polusi Debu
Dikutip Di Phys.org, Kejadian Luar Biasa hujan darah dipicu Didalam gumpalan debu Di Gurun Sahara yang terbang ribuan kilometer melewati Area Mediterania. Pemanasan Global membuat debu gurun berdampak Untuk Eropa, yang Di Merasakan krisis lingkungan dan perubahan arah angin.
Selain Eropa, hampir semua benua Di dunia juga merasakan emisi debu yang sebagian besar dihasilkan Didalam Gurun Sahara. Partikel debu menyebar Didalam mudah Di cuaca panas, kering serta berangin.
Maka Itu, emisi debu gurun Di Afrika dapat sampai Di Eropa dan sebagian besar Di Area Amerika. Biasanya, musim ini terjadi Di bulan Februari dan Juni, yang membentuk gumpalan awan Di Area tersebut.
Awan yang terbentuk Di angin yang bercampur pasir dan debu halus Di Gurun Sahara disebut ‘calima’. Kejadian Luar Biasa tersebut sering menyapa penduduk Spanyol dan juga telah meluas hingga Laut Utara dan Skandinavia.
Tanah mengering akibat peningkatan suhu menyebabkan terjadinya penyebaran partikel halus Didalam cepat. Lebihterus panas cuacanya, jumlah debu Sahara yang terbang Di udara juga Lebihterus bertambah Di 40 hingga 60 persen Di akhir abad ini.
Akansegera tetapi, jumlah debu yang berterbangan juga bergantung Di pola angin Di masa Didepan. Tetapi, Di dua dekade terakhir badai pasir dan debu kian menurun akibat melemahnya angin permukaan dan peningkatan vegetasi Di Area Sahel.
Ancaman Kesejajaran dan Dampak Ekonomi
Situasi ini juga membuat udara Di benua Eropa menjadi tercemar Didalam partikel halus PM10. Partikel yang dapat masuk Di paru-paru dan menimbulkan sejumlah Gangguan seperti asma, dan gangguan kardiovaskular.
Studi pemodelan Menunjukkan bahwa debu Sahara yang menyebarkan partikel halus PM10 Di Spanyol dan Italia menyumbang 44 persen angka kematian. Di Di Itu, Kejadian Luar Biasa ini sekaligus berdampak Di estetika benua Eropa.
Di sektor ekonomi, pencemaran debu sahara kerap menutupi salju pegunungan Alpen. Sebab, permukaan salju yang menghitam kehilangan kemampuannya Sebagai memantulkan cahaya matahari Supaya salju lebih cepat cair. Debu juga Mengurangi efisiensi panel surya, mengganggu lalu lintas penerbangan, dan Mengurangi jarak pandang Di jalan raya.
Untuk Kelompok Di Area Di Sahara, disarankan Sebagai menjaga kesuburan tanahnya Didalam Mengurangi penggembalaan, pembangunan bendungan sungai, dan pengelolaan lahan Didalam baik. Lantaran langkah-langkah tersebut Berpotensi Sebagai Meningkatkan emisi debu yang menyebar Di berbagai benua.
Di Di Itu, pihak berwenang dan Kelompok juga diminta Sebagai menjaga kestabilan tanah Di area tersebut Didalam melakukan Penyembuhan vegetasi, menjaga aliran sungai, serta melindungi biokrust (bakteri, lumut, dan organisme) dan membentuk perisai alami Sebagai menghalau erosi angin.
Di ini, Di Eropa lebih fokus Di kesiapan seperti sistem peringatan dini setidaknya h-15 hari. Di Di Itu, beberapa langkah sederhana juga dapat dilakukan, seperti penambahan ventilasi bangunan dan pengadaan ruang terbuka hijau Di perkotaan Sebagai Mengurangi paparan.
Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker Di detikcom.
(sls/faz)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kejadian Luar Biasa “Hujan Darah” Terjadi Di Eropa Barat, Apa Penyebabnya?











