Ilmuwan Temukan 24 Spesies Mutakhir Di Samudra Pasifik


Jakarta

Jauh Di kedalaman Samudra Pasifik Ditengah tepatnya Di Zona Clarion-Clipperton (CCZ) para ilmuwan menemukan spesies-spesies hewan laut yang Sebelumnya Itu tidak diketahui. Regu peneliti gabungan Bersama Department of Invertebrate Zoology and Hydrobiology University of Lodz (UL), telah mengidentifikasi dan mendeskripsikan 24 spesies amfipoda Mutakhir Bersama lokasi tersebut.

Studi ini merupakan proyek yang bertujuan mendokumentasikan keanekaragaman hayati Di Area CCZ, area seluas 6 juta kilometer persegi Di Hawai’i dan Meksiko. Di Di Itu, Studi ini juga berkontribusi Di proyek ‘One Thousand Reasons’ yang berambisi mendeskripsikan 1000 spesies laut Mutakhir Di akhir dekade ini.

“Mendeskripsikan spesies yang ditemukan Pada Studi ini merupakan langkah penting Di mendokumentasikan kekayaan keanekaragaman hayati CCZ, Supaya memungkinkan kita Untuk berkomunikasi secara efektif tentang fauna tersebut,” ujar pemimpin studi Bersama National Oceanography Centre (NOC) Dr. Tammy Horton, dikutip Bersama Sciencedaily, Kamis (26/3/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Famili dan Superfamili yang Mutakhir Diketahui

Ada 10 famili amfipoda yang mewakili penemuan 24 spesies yaitu: Ampeliscidae (2), Eusiridae (5), Lepechinellidae (2), Liljeborgiidae (2), Pardaliscidae (2), Phoxocephalidae (2), Stilipedidae (2), Synopiidae (2), dan Tryphosidae (2), dan famili Mutakhir Mirabestiidae (1).

Bersama kelompok tersebut, famili Mirabestiidae dan superfamili Mirabestioidea adalah yang Mutakhir diidentifikasi Di Studi ini. Keduanya juga mewakili cabang Mutakhir Bersama pohon evolusi. Selain spesies langka, para peneliti juga menemukan amfipoda yang merupakan predator dan pemakan bangkai.

“Menemukan superfamili Mutakhir sangatlah Menarik Perhatian, dan sangat jarang terjadi, Karena Itu ini adalah penemuan yang Akansegera selalu kita ingat,” tutur Horton, dikutip Bersama Science Daily.

Meski telah Memiliki nama famili, spesies amfipoda laut yang Mutakhir juga membutuhkan nama Mutakhir sebagai identitas yang lebih spesifik. Para ilmuwan tidak sembarangan Di menamai setiap spesies yang ditemukan, ada Syarat khusus dan kebiasaan Di proses pemberian nama.

Nama Spesies Terinspirasi Bersama Peneliti hingga Gim

Setiap spesies Mutakhir Akansegera diberi nama ilmiah berdasarkan aturan Bersama yang terdiri Bersama dua kata latin (genus+spesies), yang ditetapkan Bersama International Commission on Zoological Nomenclature (ICZN).

Sebagai bentuk penghormatan Untuk peneliti, spesies Mutakhir Akansegera dinamai sesuai nama penemunya seperti, Byblis hortonae Bersama Tammy Horton. Bisa juga Membahas nama Bersama keluarga peneliti, seperti Mirabestia maisie yang terinspirasi Bersama nama anak Horton.

Bisa juga ditujukan kepada institusi ilmiah yang telah berjasa, misalnya Eperopeus vermiculatus Untuk menghormati World Register of Marine Species (WoRMS). Atau Bisa Jadi menggunakan nama Kekayaan Budaya Dunia populer seperti gim, Lepidepecreum myla yang Membahas nama karakter Di video gim. Cara penamaan terakhir terinspirasi Bersama sebuah Penghayatan, Pseudolepechinella apricity yang berarti kehangatan dan persahabatan.

“Kami berkumpul sebagai rekan peneliti, tetapi semangat kolaborasi dan Penghayatan bersama sangat terlihat, Karena Itu penting Untuk Memahami hal itu Di pekerjaan kami,” ucapnya.

Pemberian nama ini sangat penting Lantaran lebih Bersama 90% spesies dasar laut Di CCZ belum Memiliki nama. Para peneliti juga menganggap ini sebagai langkah awal Untuk memahami Yang Terkait Bersama ekosistem yang menakjubkan ini.

Pemimpin lain Bersama studi ini yang berasal Bersama University of Lodz, Anna Jażdżewska mengatakan studi kolaboratif ini adalah langkah nyata Di tujuan ambisius Untuk mendeskripsikan 20 spesies Mutakhir Di waktu setahun. Ia juga mengungkapkan proses ini mustahil bila dikerjakan secara individu.

“Temuan Regu ini Menyediakan informasi yang sangat penting Untuk keputusan konservasi dan Keputusan Di masa mendatang, dan ini menyoroti betapa pentingnya agar pekerjaan ini terus berlanjut,” pungkasnya.

Penulis adalah peserta magang Kemnaker.

(nah/nah)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Ilmuwan Temukan 24 Spesies Mutakhir Di Samudra Pasifik

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้