Jakarta –
Panci presto yang biasa digunakan Bagi memasak, ternyata dapat disulap menjadi alat sterilisasi produk Ketahanan Pangan lho detikers. Ide ini digagas Didalam dosen IPB University, Dr Tjahja Muhandri, dan juga masuk Di daftar 117 Perkembangan Indonesia Didalam Business Innovation Center (BIC) tahun 2025.
Sosok yang akrab disapa Cahyo itu mengatakan, alat tersebut dibuat Didalam Panci presto biasa. Ia hanya menambahkan beberapa suku cadang yang berfungsi Di proses sterilisasi, Bagi mencapai standar produksi ringan.
“Alat ini saya produksi bekerja sama Didalam PT Rubyval Berkat Validitas. Alat tersebut merupakan modifikasi Didalam Panci presto yang ada Hingga pasaran Didalam menambahkan termometer, pengukur tekanan, kran pembuangan uap, serta keranjang Bagi wadah produk,” ujarnya dikutip Didalam laman resmi IPB University Ke (16/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia yakin, alat rakitannya ini dapat menghasilkan produk Ketahanan Pangan kemasan Didalam tingkat kesterilan yang layak. Supaya mempermudah para industri kecil Bagi Merasakan izin Didalam BPOM.
Alat sterilisasi Citarasa tersebut dibuat Didalam Panci presto berkapasitas 50 liter. Hingga Samping Itu, Dr Tjahja juga memastikan bahwa modifikasi yang dibuatnya dapat menyebarkan panas secara merata. Alat ini juga telah lulus uji coba Ke suhu 110 derajat Celcius, yakni suhu kerja maksimal Ke Panci presto Secara Keseluruhan Di keadaan normal.
Solusi Bagi Pelaku Usaha Berskala Kecil
Sebagai inovator yang fokus Ke Pembuatan Ilmu Pengetahuan tepat guna Hingga bidang Ketahanan Pangan, ia Memahami betapa sulitnya memperoleh izin edar Bagi industri kecil. Fokus utamanya adalah, belum terpenuhinya standar good manufacturing practices (GMP) Ke proses produksi Ke tahap sterilisasi olahan Citarasa Di kemasan.
Sebab, alat ini memang sengaja dibuat Bagi para pelaku Dan Menengah agar mudah Merasakan izin layak edar Didalam Badan Pengawas Perawatan dan Citarasa (BPOM). Terutama Bagi produk Ketahanan Pangan Didalam kemasan steril.
Alat sterilisasi itu juga mudah digunakan, yaitu hanya Didalam menggunakan kompor gas Tempattinggal tangga. Biaya operasional yang dihabiskan alat tersebut juga relatif lebih terjangkau dibanding sterilisator komersial uap dan boiler.
Menurut dosen IPB University itu, alat sterilisasi bertenaga uap belum tentu menghasilkan panas yang merata. Seiring meningkatnya permintaan pasar Pada Citarasa tradisional, produksi alat inovatif tersebut dinilai sangat Berpotensi Bagi.
Sebab, Bagi mendistribusikan Citarasa olahan seperti daging kurban atau akikah Hingga Area terdampak bencana, membutuhkan kemasan Konsisten lama. Perkembangan Panci presto ini dinilai efisien Bagi memastikan kemasan Ketahanan Pangan yang layak kirim Hingga seluruh nusantara.
“Perkembangan ini juga dapat dimanfaatkan Bagi produksi Citarasa siap saji Di kemasan sebagai cadangan Ketahanan Pangan Pada terjadi bencana,” tandasnya.
(sls/pal)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Unik! Inovator IPB University Ubah Panci Presto Karena Itu Sterilisator











