RI Hanya Punya 0,85% Untuk 29.555 Jurnal Terindeks Scopus Ke Dunia


Jakarta

Indonesia ternyata masih perlu usaha besar Sebagai tampil Ke dunia internasional Lewat ranah Eksperimen. Diketahui Untuk 29.554 jurnal yang telah terindeks Scopus Ke seluruh dunia, Terbaru 252 diantaranya atau 0,85% berasal Untuk Indonesia.

Hal ini disampaikan Profesor Istadi, peneliti sekaligus Guru Besar Cara Kimia, Universitas Diponegoro (Undip) Untuk Sosialisasi Inisiatif Rinjani Tahun 2026, Jumat (6/3/2026). Ia menyebut jumlah tersebut merupakan data per 2025, sedangkan data 2026 Akansegera didapatkan Di Mei-Juni mendatang.

“Sebenarnya lebih, Lantaran ada beberapa jurnal yang sudah terindeks tetapi belum masuk SCImago Journal Rank (SJR). Perlu diketahui bahwa SJR itu diumumkan setahun sekali, setiap bulan Mei atau Juni,” tuturnya.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebarannya Jurnal RI Paling Tinggi Ke Asia Tenggara

Kendati belum 1 persen ditingkat dunia, capaian jurnal RI terindeks Scopus cukup baik Ke tingkat Asia Tenggara. Untuk total 29.554 jurnal terindeks Scopus Ke seluruh dunia, sebanyak 744 jurnal berasal Untuk Asia Tenggara.

Bila dirinci secara sebaran berdasarkan Negeri, Indonesia berada Ke tingkat pertama Di total sebaran mencapai 33,9% persen. Posisi ini diikuti Singapura sebesar, 32,3% dan Malaysia Di 17.1%.

Adapun daftarnya yaitu:

  • Indonesia: 33,9%
  • Singapura: 32,3%
  • Malaysia: 17,1,%
  • Tailan: 12,4%
  • Filipina: 3,6%
  • Vietnam: 0,5%
  • Brunei Darussalam: 0,3%

Istadi menilai alasan mengapa jumlah jurnal Indonesia Ke Scopus lebih banyak dibanding Negeri Asia Tenggara lain, bisa Lantaran faktor bonus demografi. Indonesia merupakan Negeri luas Di penduduk yang banyak, Agar ada potensi Sebagai menghasilkan jurnal yang banyak dan berkualitas.

Jika dirincikan Untuk status Quartile (Q1-Q4), sebaran jurnal Ke Asia Tenggara yakni:

1. Indonesia

  • Q1: 22,6%
  • Q2: 17,1%
  • Q3: 33,7%
  • Q4: 24,6%
  • Non-Q: 2%

2. Singapura

  • Q1: 21,7%
  • Q2: 33,8%
  • Q3: 32,5%
  • Q4: 10,8%
  • Non-Q: 1,3%

3. Malaysia

  • Q1: 7,9%
  • Q2: 18,9%
  • Q3: 43,3%
  • Q4: 28,3%
  • Non-Q: 1,6%

4. Tailan

  • Q1: 5,4%
  • Q2: 20,7%
  • Q3: 34,8%
  • Q4: 39,1%
  • Non-Q: 0%

5. Filipina

  • Q1: 7,4%
  • Q2: 18,5%
  • Q3: 11,1%
  • Q4: 63%
  • Non-Q: 0%

6. Vietnam

  • Q1: 0%
  • Q2: 25%
  • Q3: 0%
  • Q4: 75%
  • Non-Q: 0%

7. Brunei Darussalam

  • Q1: 0%
  • Q2: 0%
  • Q3: 0%
  • Q4: 100%
  • Non-Q: 0%

Sebaran Jurnal Indonesia Berdasarkan Bidang Studi

  • Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM): 48%
  • Ilmu Sosial (Social Science): 41%
  • STEM & Social Science: 11%

Bila berdasarkan quartile, datanya adalah:

1. STEM

  • Q1: 2%
  • Q2: 13%
  • Q3: 45%
  • Q4: 38%
  • Non-Q: 2%

2. Ilmu Sosial

  • Q1: 49%
  • Q2: 19%
  • Q3: 21%
  • Q4: 10%
  • Non-Q: 1%

3. STEM dan Ilmu Sosial

  • Q1: 15%
  • Q2: 26%
  • Q3: 33%
  • Q4: 22%
  • Non-Q: 4%

Ditingkatkan Lewat Rinjani

Sebagai Memperbaiki agar jurnal RI mencapai Q1, Kemdiktisaintek Melakukan Inisiatif Akselerasi Peningkatan Reputasi Jurnal Ilmiah Indonesia (Rinjani) Tahun Biaya 2026. Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Ilmu Pengetahuan Kemdiktisaintek, Yudi Darma menyebut Inisiatif ini ada Sebagai Memperbaiki reputasi jurnal Lewat tata kelola, peningkatan Standar, substansi ilmiah, dan perluasan visibilitas internasional.

“Inisiatif Rinjani difokuskan kepada upaya Sebagai Ke kuartil tertinggi yaitu Q1. Karena Itu kami berharap jurnal-jurnal yang sudah berada Ke Q3, Q2, itu bisa kita dorong Sebagai kita dukung segera Ke Q1,” jelasnya.

Rinjani juga Akansegera mendukung jurnal-jurnal RI yang sudah berstatus Q1 Sebagai tetap bertahan Ke kuartil tertinggi tersebut. Kemdiktisaintek Akansegera membuka seleksi secara terbuka Sebagai Inisiatif ini.

Sasarannya adalah jurnal ilmiah Di perguruan tinggi negeri dan swasta Ke bawah pembinaan Kemdiktisaintek yang telah terindeks scopus dan sudah ada Ke SCImago Journal Rank (Q1-Q4).

Pada ini, Kemdiktisaintek belum mengabarkan kapan Inisiatif Rinjani 2026 Akansegera membuka pendaftaran lantaran masih penetapan petunjuk teknis dan dokumen lainnya. Kendati demikian, Kemdiktisaintek Mengungkapkan, Inisiatif ini Akansegera segera dibuka Untuk waktu Di.

(det/det)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: RI Hanya Punya 0,85% Untuk 29.555 Jurnal Terindeks Scopus Ke Dunia

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้