Jakarta –
Institut Ilmu Pengetahuan Bandung (ITB) Berencana Memperkenalkan Langkah Terbaru sarjana dan magister yang bisa ditempuh hanya Di 10 semester. Langkah ini Berencana dirilis secara resmi Ke penerimaan mahasiswa Terbaru tahun ajaran 2026/2027 yang dimulai Agustus mendatang.
Mahasiswa Langkah sarjana ITB Berencana ditawari mengikuti Belajar lanjutan Ke gelar semester Bersama total masa tempuh 10 semester. Mahasiswa Berencana ditawari mulai semester tiga.
“Mereka diminta mendaftar Ke semester tiga, apakah bersedia menjalani perkuliahan 10 semester. Lantaran Ke semester tiga dan lima, mereka mulai mencicil beberapa mata kuliah S2,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Irwan Meilano usai sidang terbuka Penerimaan Mahasiswa Terbaru (PMB) Pascasarjana ITB Ke Sabuga, Kota Bandung Ke Jumat (30/1/2026), dikutip Di detikJabar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahasiswa Bisa Ambil Jurusan Lintas Disiplin
Irwan menjelaskan Di 10 semester tersebut mahasiswa Berencana Menyambut gelar sarjana sekaligus magister. Maka, wisuda mahasiswa yang bersangkutan Berencana dilakukan dua kali.
Samping Itu, mahasiswa juga boleh Membahas jurusan magister lintas disiplin. Ini membuat kurikulum cenderung lebih fleksibel dan berbasis kebutuhan mahasiswa.
“Justru itu bagus dan kami dorong. Misalnya, ada yang Membahas S1 Geodesi, tapi ingin belajar Usaha. Ke semester tiga, dia bisa mendaftar Langkah 10 semester Ke bidang Usaha,” kata Irwan.
Walaupun Langkah ini masih terus dikembangkan, Irwan menyebut kombinasi lintas disiplin ilmu Hingga Di Ini belum punya batasan kaku. Ia memberi contoh, mahasiswa S1 Karyaseni Rupa bisa saja Membahas S2 Metode Elektro.
“Bisa saja yang diambil fokus Ke Gadget Lunak AI (Kecerdasan Buatan), tidak perlu belajar turunan rumusnya. Kurikulumnya sangat fleksibel. Ini tantangan besar, tapi saya pikir kurikulum masa Di Berencana seperti itu,” terangnya.
Tidak Ada Matrikulasi Tambahan
Walaupun lintas disiplin, Irwan juga mengatakan kemungkinan tidak ada matrikulasi tambahan Sebagai mahasiswa yang menyeberang jurusan. Hal ini lantarasn setiap mahasiswa Terbaru S1 ITB sudah menempuh Tahap Persiapan Bersama (TPB) sebagai standardisasi pemahaman dasar.
Irwan menyebut dirinya termasuk yang tidak setuju adanya matrikulasi. Menurutnya mahasiswa ITB semuanya sudah melewati TPB Bersama baseline yang sama. Supaya, mereka punya kemampuan berpikir terstruktur dan matematis.
“Sekarang pun ada mata kuliah wajib AI, critical thinking, dan sustainability. Itu modal mereka Sebagai belajar Ke mana pun,” ujarnya.
Sudah Mulai Diterapkan Ke Mahasiswa Semester 5 dan 7
Langkah ini memang secara resmi Terbaru Berencana diperkenalkan Ke semester ganjil 2026/2027. Tetapi, skema 10 semester sudah mulai diterapkan Sebagai mahasiswa S1 yang Lagi menempuh semester 5 dan 7.
Irwan mengatakan Ke Januari 2026 jumlah mahasiswa magister Di S1 ITB Menimbulkan Kekhawatiran. Menurutnya salah satunya Lantaran Langkah Terbaru ini.
Mengapa Langkah Ini Diadakan?
Irwan menyebutkan alasan diadakannya Langkah ini. Salah satunya sebagai upaya link and match Di dunia akademik Bersama industri.
“Kami melacak alumni Lewat tracer study, pekerjaan mereka Di ini Lebih kompleks. Langkah ini dibuat Lantaran tantangan pekerjaan Ke masa Di tidak terprediksi. Jangan-jangan mahasiswa Berencana bekerja Ke bidang yang Di ini belum ada. Dari Sebab Itu, Sebagai apa belajar terlalu tajam Ke satu bidang saja?” beber Irwan.
Ia mengatakan ITB telah Berbicara Bersama sektor industri mengenai skema perkuliahan ini. Beberapa Langkah kerja sama Bersama perusahaan juga mulai dimatangkan.
Irwan Menginformasikan telah berkomunikasi Bersama perusahaan Sebagai memastikan ketertarikan mereka. Sekarang ini ITB Lagi mendesain Langkah kerja sama, misalnya Bersama Uniqlo dan Paragon.
Kerja sama yang dimaksud berupa job training yang memungkinkan mahasiswa bekerja Ke perusahaan sambil tetap menyelesaikan perkuliahan Ke semester 9 dan 10 sebagai mahasiswa magister.
Irwan mengatakan S2 Ke ITB ada yang berbasis Studi, proyek, dan case study. Langkah ini menurutnya dapat menggunakan skema case study tersebut.
Bagaimana Kedalaman Materinya?
Mengenai kedalaman ilmu dibandingkan Langkah konvensional, Irwan menyebut pendekatan pembelajaran keduanya berbeda.
“Ke ITB ada dua skema, yakni skema ‘Di’ dan skema ‘lebar’. Di Studi tracer study, kedalaman studi secara spesifik hanya dibutuhkan Disekitar 10 persen, biasanya Sebagai profesi dosen atau peneliti. Itu penting, tapi tidak Sebagai semua orang. Industri lebih butuh mereka yang mengerti banyak hal,” jelas Irwan.
Ia juga menekankan Langkah ini sifatnya tidak wajib. Mahasiswa jenjang sarjana tetap punya pilihan Sebagai menyelesaikan jenjang sarjana Di 8 semester seperti biasa.
(nah/nwk)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: ITB Bakal Luncurkan Langkah Sarjana-Magister yang Ditempuh Cuma 10 Semester









