Jakarta –
Kementerian Belajar Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memproyeksikan tunjangan profesi guru ASN Bagi 2026 sebesar Rp 72,2 triliun.
Sampai akhir Januari 2026, Kemendikdasmen telah merekomendasikan penyaluran TPG Januari Bagi 1,2 juta guru ASN Daerah (ASND) Di Kementerian Keuangan RI. Waktu masuknya dana Di rekening setiap guru Berencana menyesuaikan tahapan penyaluran berlaku.
Kemendikdasmen Lewat Direktorat Jenderal (Ditjen) GTKPG memastikan distribusi TPG dilakukan Lewat sistem yang terintegrasi Bersama data Belajar nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guru penerima tunjangan diimbau Bagi memastikan data kepegawaian, pemenuhan beban kerja, dan rekening bank Di Kemakmuran aktif serta sesuai supaya tidak Merasakan kendala teknis Di penyaluran tunjangan.
“Penyaluran tunjangan secara bulanan merupakan bentuk Apresiasi pemerintah atas kinerja dan profesionalisme guru. Aturan ini diharapkan dapat memperkuat Keadaan guru, Supaya mereka dapat lebih fokus menjalankan peran utamanya sebagai pendidik,” kata Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Belajar Guru (Dirjen GTKPG) Nunuk Suryani, Lewat keterangannya, Jumat (30/1/2026).
Nunuk mengatakan pemerintah berharap tunjangan yang diterima bisa dimanfaatkan tidak cuma Bagi menunjang kebutuhan sehari-hari, tetapi juga Bagi Pembaruan kompetensi dan peningkatan Standar diri, sejalan Bersama amanat Undang-Undang Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005.
“Sebagai guru, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kepala Negara Prabowo, Bapak Pembantu Kepala Negara Belajar Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Ibu Dirjen GTKPG Nunuk Suryani yang telah memenuhi janji pencairan TPG per bulan. Aturan ini sangat kami rasakan manfaatnya dan menjadi bukti nyata perhatian pemerintah Pada Keadaan guru,” kata Guru SDN Pehwetan 1 Kediri, Endah Wahyuningsih.
Sambil, guru lainnya Bersama TK Negeri Pembina Bantul, Zulianti menyampaikan penyaluran TPG per bulannya juga berdampak Ke peningkatan semangat dan kinerja.
“Rasanya ada Apresiasi yang lebih terasa atas usaha dan kerja yang dilakukan secara berkelanjutan. Semoga Di Di, Aturan baik seperti ini bisa terus dipertahankan Lantaran benar-benar Memberi manfaat Bagi penerimanya,” ungkap Zulianti.
(nah/pal)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kemendikdasmen Proyeksikan Tunjangan Profesi Guru ASN Rp 72,2 Triliun Bagi 2026











