Jakarta –
Ke Di ramainya seseorang Ke media sosial yang menyebut ‘kuliah itu scam’, perempuan satu ini justru menepisnya Bersama bukti nyata. Ulfi Rahmawati orangnya.
Perempuan asal Ponorogo, Jawa Timur ini sekilas terlihat seperti perempuan Ke umumnya. Akan Tetapi, ia Memperoleh Pengalaman Hidup dan jejak karier yang bisa menginspirasi detikers.
Ayah Ulfi merupakan seorang petani dan ibunya seorang ibu Rumah tangga. Sambil Itu, Ulfi punya mimpi sangat tinggi, yang coba ia gapai Bersama tembus seleksi beasiswa S2 LPDP Hingga luar negeri dan kini bekerja Ke perusahaan raksasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari Sebab Itu Sarjana Pertama Ke Keluarga
Di hal materi, Ulfi mengakui keluarganya masih terbatas. Akan Tetapi, Di hal Dukungan moral, keluarganya sangat kaya.
Dari kecil, orang tua Ulfi mengajarinya Untuk bangun setiap pukul 3 atau 4 dini hari. Kini, Ulfi Mengetahui kebiasaan tersebut yang membuatnya bisa sukses seperti sekarang.
“Itu menurut saya salah satu hal kecil waktu saya kecil dan sangat saya syukuri Di Kemajuan. Sebab itu bisa membangun kebiasaan baik Hingga depannya,” ujar Ulfi, dilansir Bersama laman LPDP, Jumat (9/1/2026).
Nilai tersebut secara tak langsung mendorongnya Untuk semangat Di menempuh Belajar. Ulfi pun berhasil menjadi sarjana pertama Ke keluarga. Ia lulus Bersama S1 Fisika Murni, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Tergerak Mengabdi sebagai Guru
Setelahnya lulus S1, Ulfi sempat mengajar sebagai guru honorer Ke kampung halamannya. Ia juga sering membimbing anak-anak Berjuang Bersama Seri nasional.
Panggilan menjadi seorang guru bermula Di kuliah. Ia mengikuti Inisiatif Kampus Mengajar Ke SD terpencil Ke Ponorogo.
Ia Merasakan Bersama mata dan kepalanya sendiri bahwa akses Belajar Ke Lokasi terpencil seperti itu masih sulit. Ulfi Lalu memutuskan menjadi guru honorer Ke MAN 2 Ponorogo.
Ulfi sangat senang menjalani perannya sebagai guru dan membimbing muridnya mencapai banyak perlombaan. Ia juga Merangsang agar mereka bersemangat Untuk menempuh Belajar tinggi juga.
“Menurut saya, gimana caranya anak-anak ini sedini Bisa Jadi tahu dunia kampus itu seperti apa, minatnya Ke bidang apa seperti itu, bukan lagi soal salah jurusan. Itu sih harapan saya Di menjadi guru” tuturnya.
Sempat Tak Direstui S2 Hingga Luar Negeri
Walaupun ia nyaman mengemban tugasnya sebagai guru, tetapi hati kecil Ulfi Mengharapkan dirinya belajar lebih tinggi. Ia berharap bisa melanjutkan S2 lewat beasiswa LPDP.
Akan Tetapi, ia sadar kemampuan bahasa Inggrisnya masih kurang. Setelahnya memikirkannya Bersama matang, Ulfi memutuskan ingin S2 Ke Central South University (CSU), China Bersama pilihan jurusan fisika.
Ketika keinginan sudah kuat, muncul masalah yang tak ia duga. Ternyata orang tuanya tidak mengizinkan Ulfi kuliah Ke luar negeri.
Kedua orang tuanya Di itu menurutnya masih terbatas mencerna informasi tentang Situasi Ke luar negeri. Ulfi pun nekat daftar tanpa izin mereka.
“Saya daftar diam-diam dan alhamdulillahnya lolos,” ucapnya.
Orang tua Ulfi akhirnya mengizinkan sang anak Setelahnya mendengar ia lolos. Terlebih, tahun pertamanya dijalani Bersama perkuliahan secara online Sebab Wabah Internasional Covid-19.
“Bapak itu pemikirannya lebih terbuka dan bisa meyakinkan Ibu. Dari Sebab Itu kita ngomongnya bertahap, pelan-pelan, bukan sesuatu yang memaksa, dan Bapak juga ikut bantu buat ngobrol,” kenangnya
Ulfi Lalu mendalami bahasa Mandarin dan menjalani perkuliahan Bersama semangat. Ia pun makin terdorong Setelahnya melihat banyak pelajar Ke sana sangat rajin belajar.
“Yang membuat saya tertegun adalah semangat belajarnya mereka,” katanya.
Kini Bekerja Ke Perusahaan Nikel
Gelar S2 pun sudah ia dapat, dan waktunya Ulfi pulang kampung. Pengetahuan dan pengalamannya Di Ke CSU menjadi bekal penting Di kariernya.
Ulfi direkrut PT QMB New Energy, sebuah perusahaan besar milik China yang bergerak Ke bidang nikel dan energi. Kini ia menjabat sebagai Assistant Production Engineer Ke departemen prekursor PT QMB New Energy Ke Morowali, Sulawesi Di.
Kebiasaan Global kerja cepat dan efisien yang ia rasakan Ke China bantu Ulfi bisa Mengadaptasi Bersama baik Ke pekerjaannya Di ini. Atas beasiswa dan Kemungkinan kerja yang ia terima, ia kini terdorong Untuk bekrja Bersama maksimal dan berdampak baik Untuk Negeri.
(cyu/twu)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Tak Direstui Ortu S2 Hingga LN, Tembus LPDP-Kerja Ke Raksasa Nikel











