Sekolah Hanyut Terbawa Bencana Alam Sumatera, Siswa MTs Ke Sumbar Ini Belajar Ke Masjid



Jakarta

Usia libur semester ganjil 2025/2026, seluruh siswa Ke Indonesia mulai kembali Hingga sekolah. Begitu juga, Bagi siswa yang berada Ke Daerah terdampak bencana Bencana Alam Sumatera.

Kabupaten Agam, Sumatera Barat menjadi salah satu Daerah yang terdampak bencana. Saking dahsyatnya, terdapat satu sekolah yakni MTs Selasa Air yang hanyut tersapu Bencana Alam hingga tak tersisa.

Kini, Bersama telah dimulainya semester genap, para siswa menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) Ke area Masjid Disekitar. Tak sendiri, mereka bergabung Bersama siswa Bersama MTs Tarbiyah Islamiyah yang juga terdampak cukup berat.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Jenderal Belajar Islam (Dirjen Pendis) Kemenag Amien Suyitno Berkata meski terbatas, KBM tetap berjalan Bersama baik. Ia juga menegaskan Kemenag memprioritaskan keberlangsungan pembelajaran Ke satuan Belajar yang terdampak bencana alam.

“Pemberian yang disalurkan Kemenag difokuskan Sebagai Penyembuhan sarana prasarana agar madrasah dapat segera beroperasi normal dan peserta didik tidak kehilangan hak belajarnya,” tutur Amien dikutip Bersama laman Pendis, Rabu (7/1/2026).

Kemenag Siapkan Pemberian Rp 6,4 Miliar

Sebagai penanganan dampak bencana Bencana Alam, Kemenag menyiapkan dan Pemberian Rp 6,4 miliar Sebagai madrasah dan RA Ke Sumatera Barat. Jumlah penerima manfaat Bersama Pemberian ini adalah 64 madrasah dan RA.

Setiap lembaga diketahui Memperoleh dana sebesar Rp 100 juta yang bisa digunakan Sebagai rehabilitasi ringan, pengadaan sarana pendukung pembelajaran, dan Penyembuhan lingkungan belajar. Adapun rincian penerima Pemberian tersebut adalah:

  • Madrasah Negeri: 22 sekolah Bersama total Pemberian Rp 2,2 miliar.
  • Madrasah Swasta: 29 sekolah, Pemberian sebesar Rp 2,9 miliar.
  • Raudhatul Athfal: 13 sekolah Bersama Pemberian Rp 1,3 miliar.

Dua madrasah yang terdampak parah, yakni MTs Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah memanfaatkan Pemberian Sebagai menyiapkan kelancaran proses belajar Bersama baik. Bersama Langkah Tersebut, KBM kini telah dilaksanakan.

Siapkan Sistem Respons Cepat Kebencanaan

Dirjen Pendis menyebut kini Kemenag Ditengah memperkuat sistem respons cepat kebencanaan Ke sektor Belajar Islam. Lembaga Belajar yang ada Ke Daerah rentan bencana hidrometeorologi terus dipantau.

“Madrasah harus menjadi ruang belajar yang tangguh Berusaha Mengatasi bencana. Negeri hadir tidak hanya Di darurat, tetapi juga memastikan Penyembuhan berjalan cepat dan tepat sasaran,” tegasnya.

Cepatnya Penyembuhan bencana Untuk menyiapkan semester Mutakhir tentu tak lepas Bersama peran banyak orang. Sebagai itu, Amien mengucapkan terima kasih kepada Komunitas Disekitar, wali murid, dan pihak Yang Terkait Bersama lainnya.

Seluruh pihak tersebut telah bergotong royong membersihkan madrasah agar layak Karena Itu tempat belajar kembali. Amien juga menegaskan Akansegera segera memperbaiki fasilitas yang rusak.

“Semangat gotong royong inilah yang mempercepat Penyembuhan. Kami berkomitmen Sebagai terus mendukung agar fasilitas yang rusak segera diperbaiki Melewati skema Pemberian darurat maupun Dana sarana prasarana,” pungkasnya.

(det/nwk)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Sekolah Hanyut Terbawa Bencana Alam Sumatera, Siswa MTs Ke Sumbar Ini Belajar Ke Masjid

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้