Jakarta –
Sungguh Hingga luar dugaan, para astronom menemukan eksoplanet (planet Hingga luar Tata Surya) Didalam bentuk dan atmosfer yang aneh. Para ilmuwan menjulukinya sebagai planet ‘lemon’ yang atmosfernya berupa karbon dan helium. Planet tersebut berjarak Disekitar 2000 tahun cahaya Didalam Bumi.
Penemuan ini lahir Didalam hasil pengamatan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) Di objek PSR J2322-2650b. Para peneliti menganggap penemuan tersebut sebagai objek teraneh yang pernah ditemukan Hingga luar Tata Surya.
“Saya terbuka Di kemungkinan bahwa ini adalah jenis objek yang sama sekali Terbaru,” ucap Michael Zhang, yang merupakan salah satu penulis studi dan astrofisikawan Hingga Universitas Chicago, kepada Claire Cameron Hingga Scientific American.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi tersebut berjudul “A Carbon-rich Atmosphere on a Windy Pulsar Planet” yang dipublikasikan Ke jurnal Astrophysical Journal Letters, Ke 16 Desember 2025.
Berbentuk Aneh Lantaran Mengorbit Pulsar
PSR J2322-2650b pertama kali dilaporkan Ke 2017. Tidak seperti planet Ke umumnya, planet ini mengitari pulsar, yaitu inti bintang mati yang berputar cepat dan secara sistematis memancarkan sinar radiasi elektromagnetik.
Jarak planet tersebut Didalam pulsar terbilang Disekitar, hanya Disekitar satu juta mil. Ini lebih Disekitar dibanding jarak Didalam Bumi Hingga Matahari Disekitar 90 juta mil. Jarak yang relatif Disekitar itu mengakibatkan gravitasi Ke pulsar meregangkan planet tersebut hingga berbentuk aneh seperti buah lemon.
“Jaraknya cukup Disekitar Supaya materi benar-benar disalurkan Didalam objek tersebut Hingga pulsar,” ujar Peter Gao, salah satu penulis studi dan ilmuwan planet Hingga Carnegie Science kepada Jonathan O’Callaghan Didalam New York Times, dikutip Didalam Smithsonian magazine Ke (22/12/2025).
Gao beranggapan ada Dibagian planet yang tampak seperti titik runcing, tempat dimana pulsar keluar Didalam planet dan berputar masuk.
Para peneliti berpendapat sebagian besar sinar yang dilepaskan Dari pulsar, merupakan sinar gamma serta partikel bertekanan tinggi lainnya. Demikian hasil pemantauan Didalam Teleskop Luar Angkasa James Webb.
Walaupun terdengar gawat, hal tersebut justru membuka Kemungkinan Untuk Memperhatikan planet ekstrasolar (PSR J2322-2650b), yang diterangi bintang mati tanpa gangguan objek pusat yang terang, menurut pernyataan Maya Beleznay, salah satu penulis studi dan astrofisikawan Hingga Universitas Stanford, Untuk sebuah pernyataan NASA.
Atmosfer Aneh Berisi Karbon dan Helium
Hal unik Berikutnya Didalam objek PSR J2322-2650b adalah penyusun atmosfernya. Berdasarkan pengamatan JWST, atmosfer planet tersebut tidak mengandung air, metana, dan karbondioksida. Hal ini tidak seperti atmosfer yang dimiliki planet panas Ke umumnya.
Tetapi, justru planet ini didominasi Dari helium dan karbon molekuler. Supaya para peneliti menduga keberadaan awan jelaga Ke atmosfer tersebut lalu mengembun dan berubah menjadi hujan berlian.
“Ini benar-benar kejutan,” ucap Gao Untuk pernyataan tersebut. “Saya ingat Sesudah kami Merasakan datanya, reaksi kolektif kami adalah ‘Apa-apaan ini?'”
Keunikan tersebut Lebih kompleks Di diketahui suhu planet yang ekstrem, Disekitar 1.200 hingga 3.700 derajat Fahrenheit. Suhu sepanas itu sangat memungkinkan Untuk menemukan atom karbon, yang hanya terikat Ke diri sendiri atau karbon molekuler. Zat karbon biasanya berkaitan Didalam berbagai jenis atom Hingga atmosfer lain, Ke suhu panas tersebut.
“Untuk Memiliki karbon molekuler Hingga atmosfer, Anda harus menyingkirkan hampir semua hal lainnya semua oksigen, semua nitrogen dan kita tidak tahu bagaimana cara melakukannya,” tutur Zhang kepada Leah Crane Didalam New Scientist.
Planet atau Sisa Bintang?
Para ilmuwan belum mengetahui secara pasti bagaimana objek ini terbentuk. Malahan, ada kemungkinan PSR J2322-2650b bukanlah eksoplanet melainkan sisa-sisa bintang.
Kendati demikian, teori ini belum cukup menjelaskan keseluruhan karakternya yang unik dan aneh. Hingga hari ini objek tersebut masih menjadi teka-teki Untuk studi astronomi modern.
“Bentuknya tidak seperti planet normal lainnya,” ujar Emily Rauscher, seorang astrofisikawan teoretis Hingga Universitas Michigan yang tidak terlibat Untuk makalah tersebut, kepada Times.
“Ini adalah sesuatu yang aneh dan unik,” imbuhnya.
Penulis adalah peserta Langkah Magang Hub Kemnaker Hingga detikcom.
(nah/nah)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Eksoplanet Berbentuk Lemon Ditemukan, Atmosfernya Bikin Ilmuwan Bingung











