Jakarta –
Ri Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut Harvard University sepakat membayar USD 500 juta atau Di Rp 8,3 triliun. Kini, Trump menekan 9 kampus AS bila ingin Merasakan akses pendanaan.
Tekanan itu diberikan Di bentuk surat Bersama Gedung Putih kepada 9 kampus ternama AS yakni:
- Vanderbilt University
- Dartmouth College
- University of Pennsylvania
- University of Southern California
- Massachusetts Institute of Technology (MIT)
- University of Texas Ke Austin
- University of Arizona
- Brown University
- University of Virginia
Suratnya dikirim Di Rabu (1/10/2025) malam. Gedung Putih memilih sekolah-sekolah yang mereka yakini sebagai atau bisa menjadi ‘Aktor Atau Aktris yang baik’.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isi suratnya, intinya, meminta 9 kampus itu menandatangani pakta ideologis berisi 10 Nilai sebagai imbalan atas akses istimewa Ke pendanaan federal, demikian dilansir Newsweek, Kamis (2/10/2025).
Surat tersebut, yang pertama kali dilaporkan Dari The Wall Street Journal, mencakup Permintaan agar universitas-universitas menjadikan kampus mereka ‘lingkungan yang lebih ramah Untuk kaum konservatif’ membatasi pendaftaran mahasiswa internasional, dan melarang penggunaan ras atau jenis kelamin Di rekrutmen dan penerimaan mahasiswa.
Surat tersebut Berorientasi Di lingkungan kampus, termasuk meminta universitas Sebagai menghapuskan departemen yang ‘sengaja menghukum, meremehkan, dan Malahan memicu Kekejaman Pada ide-ide konservatif’ dan melarang karyawan mengekspresikan pandangan politik atas nama perusahaan mereka’. Universitas yang menyetujui Permintaan pemerintahan Trump Akansegera Merasakan ‘berbagai manfaat positif’ termasuk ‘hibah federal yang substansial dan bermakna’.
Respons 9 Kampus
Newsweek menghubungi sembilan universitas tersebut Sebagai meminta komentar.
“Kami Di meninjau surat Bersama Pemerintah,” kata University of Southern California kepada Newsweek.
MIT juga mengonfirmasi bahwa mereka telah Merasakan dokumen Bersama pemerintah.
Sedangkan Ketua Dewan Bupati Sistem Universitas Texas, Kevin Eltife, mengatakan merasa ‘terhormat’ Lantaran Universitas Texas Ke Austin dipilih Dari pihak administrasi Sebagai Merasakan pakta tersebut.
“Kami sangat antusias Sebagai segera berinteraksi Bersama para pejabat universitas dan meninjau pakta tersebut,” kata Eltife Di sebuah pernyataan yang Disalurkan kepada Newsweek.
Seorang juru bicara Universitas Virginia mengatakan kepada Newsweek bahwa Ri Sambil Itu Paul Kerjasamaekonomiinternasional Mahoney Merasakan surat Bersama Pembantu Ri Pembelajaran dan pejabat Gedung Putih mengenai Pakta Sebagai Kepentingan Akademik Di Pembelajaran Tinggi Di Rabu malam.
“Universitas belum membuat keputusan apa pun Yang Berhubungan Bersama Pakta tersebut,” kata juru bicara Universitas Virginia.
Surat Diperjuangkan Keras
Surat tersebut telah menuai reaksi keras, salah satunya Ri American Council on Education Ted Mitchell. American Council on Education mewakili lebih Bersama 1.500 rektor perguruan tinggi dan universitas.
Mitchell mengatakan implikasinya Pada kebebasan berbicara sangat mengerikan.
May Mailman, penasihat senior Sebagai proyek-proyek khusus Ke Gedung Putih, mengatakan pemerintahan Trump tidak berencana membatasi pendanaan federal hanya Sebagai sekolah-sekolah yang menandatangani perjanjian tersebut, tetapi mereka Akansegera diprioritaskan Sebagai Merasakan hibah jika memungkinkan.
Pemerintahan Trump Sebelumnya telah membekukan pendanaan Sebagai universitas, seperti Universitas Harvard, atas tuduhan antisemitisme dan kekhawatiran tentang praktik keberagaman.
Pemerintahan Trump memusatkan perhatian Di gerakan Ketidak Setujuan pro-Palestina yang mengguncang kampus Harvard, Bersama Memutuskan langkah Sebagai menghentikan lebih Bersama USD 2 miliar (Di Rp 33 triliun) dana hibah Studi Sebagai universitas tersebut.
Pemerintah juga Melakukanupaya melarang mahasiswa internasional kuliah Ke sana, mengancam status akreditasi Harvard, dan membuka pintu Sebagai pemotongan dana Bersama Detail Bersama Mengungkapkan bahwa universitas tersebut melanggar hukum hak sipil federal.
Update terakhir, dilansir Bersama detikNews Di Rabu (1/10/2025) lalu, Perundingan Di Ri Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Universitas Harvard akhirnya berakhir Bersama kesepakatan. Hal ini terjadi usai berbulan-bulan Dialog Antar Negara yang diwarnai ketegangan.
Trump mengatakan bahwa berdasarkan kesepakatan itu, pihak Harvard Akansegera membayar sebesar USD 500 juta atau setara Rp 8,3 triliun dan Akansegera mengoperasikan sekolah-sekolah kejuruan.
“Dan mereka Akansegera membayar Di USD 500 juta dan mereka Akansegera mengoperasikan sekolah-sekolah kejuruan. Mereka Akansegera mengajari orang-orang tentang cara menggunakan AI dan banyak hal lainnya, mesin, banyak hal,” ucap Trump merujuk Di Harvard.
Beberapa sekolah Ivy League lainnya telah membuat kesepakatan Bersama pemerintahan Trump Di beberapa bulan terakhir, termasuk Universitas Columbia dan Universitas Brown, yang Merasakan beberapa Permintaan pemerintah. Columbia setuju Sebagai membayar lebih Bersama USD 220 juta (setara Rp 3,6 triliun) kepada pemerintah dan Brown mengatakan Akansegera membayar USD 50 juta (Di Rp 827 miliar) Sebagai mendukung Pembuatan tenaga kerja lokal.
(nwk/pal)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Usai Bikin Harvard Bayar Rp 8 T, Trump Tekan 9 Kampus AS soal Syarat Pendanaan











