Edu  

Update! Potret Penampakan Karhutla Indonesia Bersama Udara Pantauan NASA



Jakarta –

NASA Menginformasikan penampakan udara karhutla Di Indonesia yang turut memengaruhi beberapa Negeri tetangga. Gambar tersebut didapat Bersama Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) Di atas platform NOAA-21.

Bersama pantauan tersebut terlihat titik-titik merah Menunjukkan tempat-tempat Di mana VIIRS mendeteksi jejak panas yang mengindikasikan kebakaran aktif atau lanskap yang masih membara. Gambar tersebut adalah pantauan tanggal 16 Oktober 2027, Sebagai tanggal 17 Oktober belum tersedia Di situs Earth Data NASA.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

(Indeks aerosol Di 380nm. Sumber: EarthData NASA)

Di Di itu, NASA juga Menunjukkan indeks aerosol Di 380nm, yang artinya Menunjukkan keberadaan partikel penyerap ultraviolet (UV) Di udara, seperti debu gurun, abu vulkanik, dan partikel asap. Indeks tersebut berkaitan Bersama ketebalan lapisan aerosol dan ketinggian lapisan tersebut Di atmosfer.

“Tampilan ini Menunjukkan lapisan indeks aerosol Di 380nm, juga Bersama instrumen VIIRS Di NOAA-21. Sambil warna merah paling pekat menandai asap paling tebal Di Kalimantan, warna kuning dan oranye Menunjukkan area Di mana udara berasap dan mengandung partikel telah terdeteksi Di Negeri-Negeri lain,” jelas NASA, dikutip Bersama laman resmi.

Indeks tersebut merupakan nilai tanpa satuan yang biasanya berkisar Di 0 hingga 5. Nilai yang lebih tinggi Menunjukkan konsentrasi partikel yang lebih berat dan dapat Memangkas jarak pandang atau berdampak Di Kesejajaran manusia.

NASA menyebut Kepuasan yang lebih kering, kekeringan, dan keterlambatan curah hujan akibat El Niño telah memperburuk kebakaran Di Daerah-Daerah karhutla.

Karhutla di Indonesia pantauan NASA(Aerosol Optical Depth. Sumber: EarthData NASA)

Sambil, instrumen berbasis darat Di Jaringan Robotik Aerosol atau Aerosol Robotic Network (AERONET), memperlihatkan nilai kedalaman optik aerosol atau aerosol optical depth (AOD) yang tinggi terutama Di Pontianak, Jambi, dan Singapura. Kedalaman optik aerosol (AOD) Menunjukkan tingkat Di mana partikel Di udara mencegah cahaya menembus atmosfer.

Aerosol menghamburkan dan menyerap sinar matahari yang masuk, Agar Memangkas jarak pandang. Bersama pengamat Di darat, AOD kurang Bersama 0,1 termasuk udara bersih dan ditandai Bersama langit biru cerah, sinar matahari terang, dan jarak pandang maksimum. Seiring meningkatnya AOD menjadi 0,5, 1,0, dan lebih Bersama 3,0, aerosol dapat menjadi sangat padat Agar Matahari terhalang.

(nah/nwk)


Novia Aisyah

`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Update! Potret Penampakan Karhutla Indonesia Bersama Udara Pantauan NASA

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login
situs slot gacorbr Slot Gacor Resmi Hari Ini
https://indyfest.net/
https://indyfest.net/gallery/
https://indyfest.net/privacy-policy-2/
https://www.tcconstruct.net/projects