Jakarta –
Sampah plastik sampai Di ini masih menjadi tantangan yang belum terurai. Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen LH) mencatat proporsi sampah plastik Hingga Indonesia Meresahkan Bersama 11 persen Ke 2010 menjadi hampir 20 persen Ke 2024.
Jika tidak segera ditangani, jumlah sampah plastik diproyeksikan bisa Meresahkan hingga 50 persen Bersama total sampah Ke 2050. Untuk menjawab hal ini, perguruan tinggi Menampilkan berbagai Pembaharuan terbaru.
Salah satu Pembaharuan datang Bersama Universitas Diponegoro (Undip) Bersama Mesin Pirolisis Statis Dipofuel Generasi Ketiga (Gen 3). Pembaharuan yang dikenal Bersama Dipofuel Gen 3 ini mampu mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar cair.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepentingan Dipofuel Gen 3
Pembaharuan ini dikembangkan Dari Regu peneliti yang dipimpin dosen Departemen Cara Kimia Fakultas Cara Undip, Prof Ir Didi Dwi Anggoro. Prof Didi merancang Dipofuel Gen 3 Untuk Memangkas timbunan sampah sekaligus mengubahnya menjadi produk Terbaru yang punya nilai guna.
Untuk proses Eksperimen, prototipe pertama mesin ini hanya mampu memproses 5 kilogram plastik. Kapasitas ini Sesudah Itu ditingkatkan Ke Dipofuel Gen 2 Bersama kemampuan prosesi 100 kilogram plastik.
Kini, Sesudah Lebihterus disempurnakan, Dipofuel Gen 3 mampu mengolah 200 kilogram plastik Untuk sekali produksi. Mesin ini bekerja Melewati proses pirolisis, Hingga mana sampah plastik dipanaskan tanpa oksigen Untuk reaktor tertutup.
Reaktor Dipofuel Gen 3 berkapasitas 1.000 liter berbahan plat besi yang dilengkapi alat lainnya. Alat yang dimaksud seperti insulator fiber ceramic, sistem pemanas berbahan bakar biomassa, serta panel kontrol suhu dan tekanan yang dilengkapi alarm dan Gadget keselamatan.
Dibandingkan Bersama generasi Sebelumnya, Regu peneliti menyempurnakan sistem kondensasi/pengembunan bertingkat. Sistem ini membuat hasil bahan bakar cair lebih optimal.
Proses pengolahan limbah plastik ini mencapai 4-8 jam. Hasilnya, limbah plastik terkonversi menjadi 60% bahan bakar cair, 20% gas bakar, dan 20% residu karbon padat atau wax padat yang dapat dimanfaatkan Bersama Detail.
Gas bakar yang dihasilkan Di proses pirolisis dialirkan kembali Hingga sistem pemanas menggunakan blower. Tujuannya, agar gas kembali membantu pembakaran sekaligus Memangkas kebutuhan kayu bakar.
“Kepentingan generasi ketiga ini terutama Ke kapasitasnya yang jauh lebih besar. Bersama awalnya 5 kilogram, Sesudah Itu 100 kilogram, sekarang mencapai 200 kilogram sekali produksi,” tutur Didi dikutip Bersama laman resmi Undip, Jumat (16/10/2026).
Penyempurnaan yang hadir Hingga Dipofuel Gen 3 diharapkan dapat Meningkatkan efisiensi energi. Bersama Langkah Tersebut, proses pengolahan lebih terkendali.
Potensi Hadirkan Bahan Bakar Alternatif
Undip menjelaskan, hasil Dipofuel Gen 3 Berpeluang menghasilkan bahan bakar alternatif. Tapi, tujuan utama Pembaruan Pembaharuan ini bukan semata-mata hal itu ataupun keuntungan ekonomi.
Didi menegaskan tujuan utama Pembaruan Dipofuel Gen 3 adalah Menampilkan solusi Untuk persoalan sampah plastik. Di ini, Pembaharuan tersebut sudah dimanfaatkan Dari Komunitas petani Hingga Batang, Jawa Di.
“Alatnya sudah dimanfaatkan Dari Komunitas petani setempat Untuk pompa irigasi. Kami berharap kehadiran Ilmu Pengetahuan ini dapat mempermudah kehidupan Komunitas secara lebih luas,” ungkapnya.
Keberadaan Dipofuel gen 3 juga Menarik Perhatian perhatian berbagai pihak. Alat ini telah dilirik Dari lembaga pemasyarakatan dan pondok pesantren Hingga Jawa Timur, hingga pihak PLTU Hingga Sulawesi Selatan yang telah menjalin komunikasi Yang Berhubungan Bersama potensi kolaborasi pengolahan limbah.
Kendati demikian, Didi menegaskan bila Untuk diterapkan Ke skala lebih luas, butuh Dukungan secara menyeluruh. Dukungan ini termasuk Bersama pemerintah, kesiapan sumber daya manusia, serta pemenuhan regulasi dan perizinan yang berlaku.
Di ini, Dipofuel Gen 3 dipamerkan Untuk pameran Dies Natalis Hingga-69 UNDIP Hingga Muladi Dome, Kampus Undip Tembalang, Semarang. Sesudah rangkaian Dies Natalis selesai, mesin ini direncanakan Akansegera mulai digunakan Hingga lingkungan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Undip.
Prof Didi berharap Pembaharuan ini bisa menjadi prototipe perintis Untuk proses pengolahan sampah plastik. Ia ingin Ilmu Pengetahuan ini bisa digunakan Dari Komunitas dimulai Bersama skala kelurahan, Sebelumnya dikembangkan Ke kapasitas lebih besar.
“Harapan kami, mesin ini bisa menjadi prototipe pionir Untuk pengolahan sampah, setidaknya Ke skala kelurahan. Hingga Didepan, kapasitasnya masih berpeluang dikembangkan hingga skala ton dan diterapkan Hingga Komunitas maupun industri,” imbuhnya.
(det/pal)
Devita Savitri
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom Dari 2023 lulusan Universitas Pembelajaran Indonesia (UPI). Tertarik dan aktif meliput Permasalahan Yang Berhubungan Bersama Pembelajaran dasar dan menengah. Wartawan Terproduktif Kemendikdasmen 2025.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Undip Buat Pembaharuan Sulap Limbah Plastik Karena Itu Bensin, Potensi Bahan Bakar Alternatif?











