Jakarta –
Universitas Indonesia (UI) meminta promotor, kopromotor, direktur, dan kepala Langkah studi (kaprodi) Sekolah Kajian Strategik dan Internasional (SKSG) minta maaf buntut Bersama Kartu Kuning disertasi gelar doktor Bahlil Lahadalia. Permohonan minta maaf ini ditujukan Sebagai civitas akademika UI.
Hal ini menjadi langkah pembinaan yang ditetapkan Di pertemuan terbatas 4 organ UI, yakni Senat Akademik, Dewan Guru Besar, Majelis Wali Amanat (MWA), dan Badan Penjamin Mutu Akademik UI.
Penjelasan Yang Terkait Bersama pembinaan Berencana disampaikan Di surat keputusan (SK) yang diterbitkan UI hari ini, Jumat (7/3/2025) kepada masing-masing individu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pembinaan ini dilakukan mulai Bersama penundaan kenaikan pangkat Sebagai jangka waktu tertentu, permintaan permohonan maaf Di sivitas akademik UI, dan juga peningkatan Standar disertasi serta publikasi ilmiah,” kata Rektor UI, Heri Hermansyah Di Kampus UI Salemba, Jakarta, Jumat (7/3/2025).
“Kami menegaskan bahwa ini harus dipandang secara utuh sebagai momentum Sebagai melakukan evaluasi dan pembenahan sistem Belajar khususnya Di SKSG UI,” tambahnya.
Direktur SKSG UI Turun Jabatan
Di dokumen risalah hasil Pertemuan pleno Dewan Guru Besar (DGB) UI yang beredar Di publik tertanggal 10 Januari 2025, dijelaskan sebuah rekomendasi yang meminta pengunduran diri Athor Subroto Bersama jabatannya sebagai Direktur SKSG UI.
Selain sebagai direktur SKSG UI, Athor bertugas sebagai kopromotor dua Di perolehan gelar doktor Bahlil Lahadalia. Tidak hanya pengunduran diri, DGB Menyediakan berbagai rekomendasi Pembatasan.
Bersama larangan mengajar, membimbing dan menguji mahasiswa Pada tiga tahun. Di Itu, ada juga penundaan kenaikan pangkat atau golongan Pada tiga tahun.
Menyambut Baik hal tersebut, Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Arie Afriansyah menjelaskan rekomendasi DGB UI yang beredar Hingga publik tidak bisa dipastikan keabsahannya. Agar ia tidak bisa mengonfirmasi kebenaran dokumen tersebut.
“Saya tidak bisa menyampaikan bahwa itu adalah rekomendasi yang valid, Lantaran memang dokumentasi itu tidak bisa saya konfirmasi. Yang beredar saya tidak bisa konfirmasi kebenarannya,” jelas Arie.
Kendati demikian, ia menyebutkan kini Athor memang telah turun Bersama jabatannya sebagai Direktur SKSG UI.
“Sekarang kenyataannya memang kebetulan sudah turun Bersama jabatannya (Direktur SKSG UI),” imbuhnya.
Mengutip laman Kementerian Belajar Tinggi, Sains, dan Ilmu Pengetahuan (Kemdiktisaintek), Athor Subroto terpilih menjadi Direktur SKSG UI Di Kamis (18/2/2021) lalu. Ia menjabat sebagai Direktur SKSG periode 2021-2025.
Tetapi Bersama pantauan detikEdu, tidak ada pengumuman Yang Terkait Bersama penurunan jabatan Direktur SKSG UI dan siapa penggantinya.
(det/nwk)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: UI Minta Promotor-Kaprodi SKSG Minta Maaf Buntut Kartu Kuning Disertasi Doktor Bahlil