Jakarta –
Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) dan Institut Keahlian Sepuluh Nopember (ITS) sepakat penguatan skema percepatan studi yang kini secara resmi disebut sebagai Langkah Akselerasi atau yang dikenal fast track. Kedua institusi Berorientasi Ke pematangan kurikulum dan mekanisme Kajian mahasiswa.
Langkah itu bertujuan Untuk mencetak lulusan bergelar Magister (S2) Untuk waktu yang lebih singkat Akan Tetapi tetap berkualitas. Hal ini disepakati usai kedua kampus tersebut Mengadakan pertemuan Ke Ruang Pertemuan kampus yang berlokasi Ke Surabaya itu, Senin, beberapa waktu lalu.
Rektor Udinus, Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom., mengatakan rebranding Langkah ini Untuk memperjelas nilai tambah yang ditawarkan kepada mahasiswa. Pihaknya menekankan bahwa Langkah Akselerasi dirancang sebagai solusi Pembelajaran yang efisien dan terukur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami mentransformasikan skema ini menjadi Langkah Akselerasi atau fast track. Skor utama yang kami tawarkan adalah kepastian waktu studi, Ke mana mahasiswa dapat menempuh Pembelajaran Di total 5 tahun Untuk Merasakan gelar Master (S2),” kata Prof. Pulung Untuk keterangan tertulis, Rabu (28/1/2026).
Lebih Jelas, dia menjelaskan bahwa Untuk skema 5 tahun tersebut. Mahasiswa Berencana menjalani 3,5 tahun Pembelajaran sarjana Ke Udinus, dan melanjutkannya Di 1,5 tahun Pembelajaran magister Ke ITS. Skema ini dinilai paling ideal Sebab memangkas waktu tunggu dan Memperoleh resistansi akademik yang minim dibandingkan Langkah Double Degree, serta memudahkan pemetaan kurikulum.
“Secara fisik, mahasiswa tetap Ke Udinus tetapi Ke bawah supervisi ITS juga. Proses ini bisa dilakukan secara online atau Di menjadwalkan beberapa hari kunjungan Hingga Surabaya,” tuturnya.
Menerapkan Mekanisme De Facto
Menyambut inisiatif tersebut, Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc., Eng.,PH.D., mengatakan Pemberian penuh Pada Langkah Akselerasi ini. Pihaknya siap menerapkan mekanisme de facto. Yakni, mahasiswa semester akhir yang terpilih dapat langsung terintegrasi Di lingkungan akademik pascasarjana ITS.
“Kami mendukung Langkah Akselerasi ini Di pendekatan Kajian yang berkesinambungan. Mahasiswa Berencana Merasakan co-supervision Di dosen kami Sebelum masih Ke jenjang S1. Topik tugas akhir mereka Berencana dirancang sebagai fondasi awal tesis S2, Supaya target lulus S2 Untuk 1,5 tahun sangat realistis Untuk dicapai,” kata Prof. Bambang Pramujati.
Selain menawarkan efisiensi waktu, Langkah Akselerasi ini juga dinilai strategis Untuk Memperbaiki daya saing lulusan Untuk meraih beasiswa pemerintah seperti LPDP, mengingat rekam jejak Kajian yang sudah terbangun Sebelum dini bersama universitas mitra.
“Kerja sama ini diharapkan dapat segera direalisasikan, dimulai Di pelaksanaan teknis Eksperimen bersama dan publikasi ganda (double publication) sembari proses legalitas dirampungkan,” tutupnya.
(akd/ega)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Udinus dan ITS Matangkan Sinergi Langkah Akselerasi S1-S2









