Edu  

Studi Ungkap Lava Bawah Laut Bisa Menyerap Karbon Dioksida, Begini Caranya



Jakarta

Laut berperan penting Di penyerapan karbon dioksida (CO2) Internasional. Sebuah studi Mutakhir mengungkapkan, sisa-sisa lava Di Karya vulkanik bawah laut Malahan bisa menyerap karbon cukup besar.

Di studi yang dipublikasikan Di jurnal Nature Geoscience Ke 24 November 2025, para peneliti berhasil Meneliti sampel inti batuan diambil Di bawah Samudra Atlantik Pada selatan. Hasilnya, ditemukan bahwa sisa-sisa lava hasil Karya vulkanik Ke dasar laut mampu menyimpan karbon dioksida Di skala sangat besar dan bertahan Di jutaan tahun.

Malahan lava tersebut, bisa menyimpan karbon dioksida dua hingga 40 kali lebih banyak dibandingkan kerak atas dasar samudra. Sebelumnya Itu, kerak Pada atas samudra dikenal sebagai penyerap karbon Ke laut.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana Sisa Lava Bawah Laut Bisa Menyerap Karbon?

Penulis studi dan peneliti kerak samudra Ke Universitas Southampton Ke Inggris, Rosalind Coggon, mengatakan Ke bawah laut, terdapat puing-puing vulkanik yang kaya Berencana mineral atau biasa disebut breksi. Lewat puing-puing tersebut, peneliti bisa mengetahui bagaimana bawah laut berperan penting Di penyerapan karbon dioksida.

“Air laut Masuk Lewat retakan Ke lava yang mendingin Di jutaan tahun dan bereaksi Didalam batuan, mentransfer unsur-unsur Di samudra dan batuan. Proses ini menghilangkan CO2 Di air dan menyimpannya Di mineral seperti kalsium karbonat Ke Di batuan,” ungkap Coggon, dikutip Di Live Science.

Untuk mengetahui hal ini, Coggon dan timnya, melakukan pengeboran Ke Di kerak bumi Ke dasar laut Ke Samudra Atlantik. Mereka kemudia mengumpulkan sampel sisa lava Untuk diteliti.

Malahan, Regu peneliti berhasil mengumpulkan inti batuan Di kerak samudra berusia Disekitar 61 juta tahun yang terdiri atas lapisan sedimen dan breksi. Inti batuan ini berpori dan rapuh, Didalam pecahan yang Menunjukkan Perkembangan kalsium karbonat Ke ruang-ruang terbuka dan Ke Di fragmen batuan.

Alasan Puing Lava Bawah Laut Bisa Menyimpan Karbon Dioksida

Kemampuan breksi menyimpan karbon dioksida dipengaruhi Dari sejumlah faktor, seperti kadar karbon dioksida Ke laut, ketebalan lapisan breksi, serta Kecepatanakses pergerakan lempeng tektonik Ke punggungan Di samudra.

Perubahan faktor-faktor tersebut Ke masa lalu diduga turut memengaruhi siklus karbon dan pembentukan iklim Bumi. Para peneliti menegaskan bahwa cadangan karbon Di puing lava ini Sebelumnya Itu belum pernah diperhitungkan.

Untuk peneliti, temuan ini membuka pemahaman Mutakhir tentang peran lava bawah laut Di menjaga Kesejaganan iklim Bumi Ke masa lalu.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker Ke detikcom.

(faz/faz)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Studi Ungkap Lava Bawah Laut Bisa Menyerap Karbon Dioksida, Begini Caranya