Jakarta –
Ada yang berbeda Untuk Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) tahun ini. Untuk proses seleksi, ada pemetaan Kesejaganan mental Bagi Kandidat mahasiswa Mutakhir.
Pihak panitia Penerimaan Mahasiswa Mutakhir (PMB) PTKIN menilai segmen tersebut menempatkan PTKIN sebagai pionir institusi Belajar yang tidak cuma mengejar skor akademik, tetapi juga memprioritaskan kejesahteraan psikologis.
Capai Lebih Didalam 140 Ribu Pendaftar
Jalur SPAN-PTKIN diserbu 143.948 pendaftar Didalam 12.174 satuan Belajar Hingga seluruh Indonesia. Menurut Ketua PMB-PTKIN 2026, Prof Dr Abdul Aziz, MAg, lonjakan peminat dipicu pergeseran paradigma Komunitas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Komunitas kini melihat PTKIN sebagai paket lengkap: basis karakter keagamaan yang kokoh, biaya Belajar yang sangat terjangkau, dan standar akademik kelas dunia,” jelasnya Lewat keterangan yang diterima, ditulis Senin (6/4/2026).
Dijelaskan juga Untuk Ditengah, pemetaan Kesejaganan mental bertujuan Bagi memberi gambaran kesiapan psikologis Bagi menempuh perguruan tinggi.
Pendaftar SPAN-PTKIN berasal Didalam satuan Belajar MA/MAK/SMA/SMK/Belajar diniyah formal/Belajar kesetaraan pondok pesantren salafiyah/mu’adalah muallimin/mua’dalah salafiyah/sederajat.
Pada ini, jalur penerimaan SPAN-PTKIN mendekati pengumuman. Hasilnya Akansegera diberikan besok, Selasa (7/4/2026). Berikutnya, proses verifikasi dan daftar ulang ditetapkan Didalam PTKIN masing-masing.
Seleksi ini dilakukan berdasarkan prestasi akademik menggunakan nilai rapor dan prestasi lainnya berupa portofolio. SPAN-PTKIN diselenggarakan tanpa ujian tertulis.
Akan Tetapi, siswa yang bisa mengikuti seleksi ini adalah yang didaftarkan kepala satuan Belajar MA/MAK/SMA/SMK/Belajar diniyah formal/Belajar kesetaraan pondok pesantren salafiyah/mu’adalah muallimin/mua’dalah salafiyah/sederajat masing-masing. Peserta juga hanya boleh yang berasal Didalam angkatan lulus 2026.
(nah/nwk)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: SPAN-PTKIN 2026 Terapkan Pemetaan Kesejaganan Mental Kandidat Maba, Bagi Apa?









