Jakarta –
Detikers Mungkin Saja kerap mendengar nama Ibnu Sina yang disebut sebagai salah satu ahli kedokteran Bersama kalangan muslim. Para ahli medis muslim zaman dahulu Memperoleh pendekatan yang rasional dan empiris Di menangani orang sakit.
Di kota-kota Islam yang sebagian besar diuntungkan Bersama iklim yang kering dan hangat, Puskesmas kuno Memperoleh desain yang mendukung pergerakan cahaya dan udara.
Hal ini mendukung Penanganan menurut humoralisme, sistem Terapi yang lebih mementingkan Kesejajaran jasmani daripada Kesejajaran rohani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pusat Medis Islam Pertama
Pusat Penanganan Islam pertama yang diketahui didirikan Di sebuah tenda Bersama Rufaydah al-Aslamiyah Di masa hidup Nabi Muhammad. Yang terkenal, Di Ghazwah Khandaq (Arena Parit), ia merawat yang terluka Di tenda terpisah yang didirikan Sebagai mereka.
Penguasa Berikutnya Menyusun cikal bakal ini menjadi apotek keliling yang sesungguhnya, lengkap Bersama Terapi-obatan, Konsumsi, minuman, Pengganti, Ahli Kemakmuran, dan apoteker. Misi mereka adalah Sebagai memenuhi kebutuhan Kelompok terpencil yang jauh Bersama kota-kota besar dan fasilitas medis permanen.
Mereka juga menyediakan Penanganan keliling Untuk para penguasa itu sendiri. Ke awal abad Di-12 masa pemerintahan Sultan Seljuk Muhammad Saljuqi, Puskesmas keliling telah menjadi begitu luas Supaya dibutuhkan 40 unta Sebagai mengangkutnya.
Puskesmas Permanen
Puskesmas muslim pertama hanya berupa sebuah leprosarium atau Puskesmas Sebagai penderita kusta yang dibangun Ke awal abad kedelapan Di Damaskus Di bawah Khalifah Umayyah Walid ibn ‘Abd al-Malik. Ahli Kemakmuran yang ditunjuk Di sana diberi kompensasi berupa properti besar dan gaji yang besar.
Pasien kusta dikurung. Tetapi seperti orang buta, mereka diberi tunjangan yang membantu merawat keluarga mereka. Puskesmas umum pertama yang terdokumentasi dibangun Disekitar satu abad Lalu, Ke 805 M Di Baghdad. Puskesmas tersebut didirikan Bersama wazir khalifah Harun al-Rashid.
Dikutip Bersama AramcoWorld, Di beberapa dekade berikutnya 34 Puskesmas lainnya bermunculan Di seluruh dunia Islam dan jumlahnya terus bertambah setiap tahun.
Di Kairouan yang sekarang menjadi Tunisia, sebuah Puskesmas dibangun Ke abad kesembilan, dan beberapa Puskesmas lainnya didirikan Di Mekkah dan Madinah. Persia Memperoleh beberapa Puskesmas, salah satunya Puskesmas Di Kota Rayy pernah dipimpin Bersama putra berpendidikan Di Baghdad, Muhammad ibn Zakariya al-Razi.
Ke abad Di-10, lima Puskesmas lainnya dibangun Di Baghdad. Puskesmas pertama didirikan Ke akhir abad kesembilan Bersama ‘Al-Mu’tadid, yang meminta Al-Razi Sebagai mengawasi pembangunan dan operasinya.
Sebagai permulaan, Al-Razi ingin menentukan tempat yang paling sehat Di kota itu. Ia menaruh potongan daging segar Di berbagai lingkungan, dan beberapa waktu Lalu, ia memeriksa Sebagai menentukan tempat mana yang paling sedikit membusuk dan menempatkan Puskesmas Di sana.
Ketika dibuka, Puskesmas itu Memperoleh 25 Ahli Kemakmuran termasuk Ahli Situasi Mata, Ahli Kemakmuran bedah, dan ahli tulang. Jumlah dan spesialisasi mereka bertambah hingga 1258, ketika bangsa Mongol menghancurkan Baghdad.
Wazir ‘Ali bin Isa bin Jarah bin Thabit menulis Ke awal abad Di-10 kepada kepala petugas medis Baghdad:
Saya sangat khawatir Bersama para tahanan. Jumlah mereka yang besar dan Situasi penjara memastikan pasti ada banyak orang sakit Di Di mereka. Maka Itu, saya berpendapat mereka harus Memperoleh Ahli Kemakmuran sendiri yang harus memeriksa mereka setiap hari dan memberi mereka, jika perlu, Terapi-obatan dan ramuan. Ahli Kemakmuran-Ahli Kemakmuran tersebut harus Berkunjung Di semua penjara dan merawat tahanan yang sakit Di sana.
Tak lama Lalu, sebuah Puskesmas terpisah dibangun Sebagai para narapidana, Bersama staf dan perlengkapan lengkap.
(nah/pal)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Sejarah Pusat Penanganan Medis Di Dunia Islam, Hadir Dari Era Nabi Muhammad