Jakarta –
Prancis menawarkan sejumlah Kepentingan Untuk mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan Belajar tinggi. Mahasiswa jenjang sarjana (S1), misalnya, dapat menyelesaikan studi Untuk waktu tiga tahun tanpa harus mengerjakan skripsi. Ke Pada Yang Sama, Inisiatif magister (S2) umumnya berlangsung Pada dua tahun dan doktoral (S3) Disekitar tiga hingga empat tahun, bergantung Ke Studi.
Pilihan Inisiatif studi juga cukup beragam. Perguruan tinggi Ke Prancis menyediakan Inisiatif berbahasa Prancis maupun Inggris Agar mahasiswa internasional Memperoleh pilihan sesuai kemampuan bahasanya.
Hal tersebut dipaparkan Nur Fitria, Head of Campus France Jakarta Ke rangkaian European Higher Education Fair (EHEF) Indonesia 2026, Sabtu (7/11), yang berlangsung Ke Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta sampai Minggu (8/11).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Durasi S1 Ke Prancis hanya 3 tahun. Tidak ada foundation class dan juga tidak ada skripsi,” tuturnya.
Untuk yang berminat kuliah Ke perguruan tinggi negeri Prancis, ia menuturkan, mayoritas pendaftaran dilakukan Lewat Campus France Indonesia. Kandidat mahasiswa yang sudah siap mendaftar dapat berkonsultasi Didalam pihak Campus France Indonesia Untuk proofreading CV, motivation letter, dan bentuk pendampingan lainnya.
Pendaftaran S1 Untuk berlangsung hingga 30 November 2026 Untuk mulai studi Ke September 2027. Sedangkan pendaftaran kuliah Ke Prancis jenjang magister Berencana dibuka Disekitar Desember 2026 sampai Januari 2027 mendatang.
Biaya Kuliah Ke Prancis Disubsidi Pemerintah
Salah satu hal yang Memikat Untuk sistem Belajar tinggi Ke Prancis adalah adanya Dukungan Pemerintah biaya Belajar Untuk pemerintah. Kampus-kampus negeri memperoleh Dukungan Pemerintah Disekitar 70 persen Untuk pemerintah, Sambil mahasiswa internasional membayar Pada biaya yang tersisa.
Untuk jenjang S1, biaya yang perlu disiapkan mahasiswa internasional Disekitar 2.902 euro atau setara Rp 58 juta-Rp 60 juta per tahun. Adapun biaya Belajar S2 diperkirakan mencapai Disekitar Rp 80 juta per tahun.
Dukungan Pemerintah pemerintah Untuk mahasiswa doktoral Malahan lebih besar. Menurut Fitria, Pemberian tersebut dapat mencapai 90 persen Agar mahasiswa S3 hanya perlu membayar Disekitar Rp 8 juta per tahun.
“Untuk S3, subsidinya lebih besar, Sebab bisa mencapai 90 persen. Artinya, mahasiswa S3 hanya perlu bayar Disekitar Rp 8 juta saja per tahun,” ujarnya.
Fitria mengatakan, Dukungan Pemerintah kuliah ini berlaku otomatis Ke semua mahasiswa internasional yang diterima Ke PTN Prancis tanpa perlu melakukan pengajuan tertentu. Ke Pada Yang Sama, mahasiswa dapat mengajukan Dukungan Pemerintah tambahan Di kampus Untuk Merasakan keringanan Didalam Detail.
Jika dikabulkan Dari kampus, kita cuma perlu bayar Disekitar 170 euro per tahun Untuk S1, Disekitar Rp 4 juta per tahun. Untuk S2 Bisa Jadi Disekitar 250 euro per tahun, Rp 5 juta per tahun. Tapi kalau itu semuanya kita dikabulkan. Umumnya adalah ini (30 persen biaya Belajar) yang harus disiapkan,” jelasnya.
Biaya Hidup-Makan
Ke Pada Yang Sama, biaya hidup Ke Paris berkisar Ke atas 1.000 euro atau Disekitar Rp 20 juta per bulan, sedangkan Ke luar Paris Ke bawahnya. Agar lebih terjangkau, mahasiswa bisa memanfaatkan fasilitas Untuk pemerintah Prancis seperti diskon mahasiswa, termasuk transportasi seperti kereta.
Ada juga Inisiatif makan mahasiswa seharga satu euro (Disekitar Rp 20 ribu) per satu kali makan yang termasuk menu pembuka, inti, dan penutup.
Sedangkan asuransi Keadaan dasar Prancis yang gratis Berencana meng-cover Disekitar 70% biaya Keadaan. Untuk yang ingin lebih maksimal, ada asuransi berbayar seharga 90-110 euro (Rp 1,8 juta – Rp 2,2 juta) per tahun.
Beasiswa Kuliah Ke Prancis
Ada beragam beasiswa kuliah yang disediakan pemerintah Prancis maupun pemerintah RI Untuk kuliah Ke Prancis. Salah satu jenis beasiswa penuh (fully funded) Antara lain Beasiswa Garuda, beasiswa LPDP, dan beasiswa LPDP-France.
“Bedanya apa? LPDP reguler terbuka Untuk semua Bangsa, artinya Berencana bersaing Didalam mereka yang mau Di Bangsa-Bangsa lain. Sedangkan LPDP France itu hanya Untuk mereka yang mau Di Prancis saja. Dari Sebab Itu peluangnya insyaallah lebih besar Sebab bersaingnya hanya Didalam mereka yang mau Di Prancis. Nah itu bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Ada juga beasiswa Eiffel Untuk pemerintah Prancis yang meliputi biaya hidup. Kendati demikian, sambungnya, sejumlah kampus Prancis menerapkan Aturan gratis biaya Belajar Untuk mahasiswa penerima beasiswa ini.
Bisa Kerja Part-Time
Prancis memungkinkan mahasiswa Asing bekerja paruh waktu (part-time) maksimal 20 jam per minggu. Ke Pada Yang Sama, Untuk penerima beasiswa, cek kembali Aturan beasiswa masing-masing, apakah membolehkan mahasiswa bekerja atau tidak Pada studi.
Bangsa ini juga Memperoleh Inisiatif kuliah sambil bekerja, Alternance, yang dapat Dari Sebab Itu alternatif. Ke Inisiatif ini, mahasiswa menandatangani Perjanjian Didalam universitas dan Didalam perusahaan.
“Yang perlu dijadikan catatan, Inisiatif Alternance ini tidak bisa diproses kalau teman-teman masih Ke Indonesia. Dari Sebab Itu harus tiba Ke Prancis setidaknya satu tahun Untuk mengikuti Inisiatif reguler S1 atau S2. Mutakhir nanti Ke tahun kedua, proses Di Inisiatif yang namanya Alternance,” jelasnya.
Bagaimana detikers, berminat kuliah Ke Prancis?
(twu/pal)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: S1 Bisa 3 Tahun Tanpa Skripsi-Biaya Kuliah Disubsidi











