Jakarta –
Kementerian Belajar Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) percepat Inisiatif revitalisasi satuan Belajar terdampak bencana Sumatera. Inisiatif itu dimulai Di Menampilkan Ruang Kelas Darurat (RKD).
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menjelaskan RKD dihadirkan sembari menunggu rekonstruksi gedung utama sekolah. Ia menegaskan terus Melakukanupaya agar pelaksanaan rekonstruksi bisa segera dilakukan.
“Kami terus mengusahakan agar pelaksanaan rekonstruksi gedung sekolah dapat segera dilakukan. Dan juga ketika gedung sekolah sudah berdiri, RKD dapat dimanfaatkan seperti kantin atau hal lainnya Yang Terkait Di proses pembelajaran,” ujar Pembantu Ri Mu’ti Di keterangan tertulis dikutip Rabu (11/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, terdapat 3.700 satuan Belajar yang terdampak bencana Sumatera dan tersebar Di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Per 6 Maret 2026, Kemendikdasmen menjabarkan telah melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) kepada 1.642 sekolah Sebagai proses revitalisasi.
Nilai Dukungan Inisiatif tersebut mencapai lebih Di Rp 1,741 triliun. Di mana, 1.357 sekolah dikerjakan secara swakelola Di sekolah dan 187 sekolah lainnya Akansegera dikerjakan bekerjasama Di TNI AD.
Dua Lokasi yang terdampak bencana dan Memperoleh Dukungan Kemendikdasmen adalah Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen Aceh. Proses revitalisasi dimulai Di Menampilkan RKD Di berbagai sekolah.
RKD Di Kabupaten Pidie Jaya
Di Kabupaten Pidie Jaya, terdapat 21 RKD Di lima sekolah yang diresmikan Kemendikdasmen Di Senin, 9 Maret 2026 lalu. Salah satu sekolah yang Memperoleh Dukungan ini adalah SMA Negeri 2 Mereudeu sebanyak 6 RKD dan diresmikan langsung Di Mendikdamsen.
Kepala SMAN 2 Mereudeu, Muhammadiah menyebutkan satuan pendidikannya menjadi sekolah yang paling parah terdampak bencana Genangan Air Di akhir November 2025 lalu itu. Sebagai itu, ia mengapresiasi langkah Kemendikdasmen.
“Di Di suasana Bulan Suci Ramadan ini, kami mengucapkan rasa syukur Akansegera peresmian 6 RKD. Kami sangat tersanjung Akansegera kunjungan Pembantu Ri Mu’ti, ini menjadi sebuah momentum Sebagai kami dapat bangkit dan terus lebih baik Hingga depannya,” ujar Diah.
Lantaran kondisinya rusak parah, proses revitalisasi sekolah Di SMAN 2 Mereudeu Akansegera dibangun Kemendikdasmen bersama TNI AD. Seluruh bangunan gedung sekolah dijelaskannya Akansegera diratakan dan kembali dibangun sesuai Di Perancangan gambar bangunan yang Mutakhir.
Di kunjungannya, Pembantu Ri Mu’ti juga Menyediakan Dukungan Bacaan serta peralatan sekolah. Nilai Dukungan ini mencapai Rp 25 juta.
Hingga Di ini, terdapat 72 sekolah terdampak bencana yang telah menandatangani PKS Di Kabupaten Pidie Jaya. Prosesnya masuk Di Inisiatif revitalisasi tahun 2026 Di total Dana Rp 86,7 miliar.
Di jumlah tersebut, 62 sekolah dilaksanakan secara swakelola, Sambil Itu 10 sekolah lainnya Akansegera dikerjakan Di TNI AD. Untuk sekolah yang sudah PKS Di tahap pertama, proses revitalisasi sudah mulai dikerjakan.
Pembantu Ri Mu’ti berharap prosesnya bisa singkat dan Di tahun ajaran Mutakhir, murid bisa belajar Di sekolah yang Mutakhir. Selain perbaikan bangunan sekolah yang rusak, Kemendikdasmen juga melakukan penanganan Untuk sekolah yang harus direlokasi.
Sekolah-sekolah ini lokasinya harus dipindahkan Lantaran tempat Sebelumnya tidak memungkinkan kembali Sebagai digunakan. Perkembangan terbarunya, Kemendikdasmen masih menunggu kepastian tempat Hingga mana relokasi Akansegera dilakukan.
“Sekolah-sekolah yang memang Di posisi harus relokasi, kami menunggu kepastian tempatnya. Mudah-mudahan bisa kami berikan prioritas Di Dana tahun 2026,” jelas Pembantu Ri Mu’ti.
RKD Di Kabuapten Bireuen
Tak hanya Kabupaten Pidie Jaya, Kemendikdasmen juga meresmikan RKD Di sekolah-sekolah Kabupaten Bireun. Dijelaskan terdapat 15 RKD yang tersebar Di lima sekolah, sebarannya yakni:
- SMK Negeri 1 Peusangan: 8 RKD
- SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng: 2 RKD
- SMA Negeri 1 Peusangan: 2 RKD
- SMA Negeri 2 Kuatablang: 1 RKD
- SMAS Terpadu Al-Furqan: 2 RKD
Kendati sifatnya darurat, Mendikdasmen Abdul Mu’ti berharap ruang kelas ini bisa membuat perubahan Di proses pembelajaran. Ia juga berharap semangat belajar murid tetap terus tumbuh.
“Semangat belajar harus tetap terjaga dan tertanam kepada para peserta didik. Sebagai itu, hadirnya delapan RKD ini menjadi wujud nyata upaya kami Sebagai mempercepat proses Terapi layanan Belajar dan membangkitkan semangat belajar pasca musibah yang Mengamuk Di Kabupaten Bireuen Aceh,” tandas Pembantu Ri Mu’ti.
(det/nah)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Ruang Kelas Darurat Hadir Di Aceh











