Jakarta –
Bangunan cagar Kearifan Lokal Dunia Tangsi Belanda Ke Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau ambruk Ke Sabtu (31/1/2026). Lantai 2 bangunan ambruk Disekitar pukul 09.00 WIB, menyebabkan rombongan 17 siswa dan guru SD IT Baitul Ridho Lubuk Untuk, serta pemandu study tour terjatuh dan tertimpa material bangunan.
Anggota Komisi X Wakil Rakyat RI, Karmila Sari, menyoroti insiden dan Topik keselamatan Untuk pengunjung cagar Kearifan Lokal Dunia. Ia mengatakan, bangunan cagar Kearifan Lokal Dunia Didalam Kebugaran fisik buruk, roboh, terbakar, atau tidak layak boleh diubah atau direhabilitasi Melewati proses pemugaran tanpa mengubah bentuk aslinya.
“Mempertahankan cagar Kearifan Lokal Dunia memang penting Akan Tetapi menjaga keselamatan jauh lebih penting,” ucapnya Ke Diskusi Panja Cagar Kearifan Lokal Dunia Ke Gedung Wakil Rakyat, Senin (9/2/2026), dilansir laman resminya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, pemugaran cagar Kearifan Lokal Dunia tersebut nantinya tetap wajib mempertahankan karakter dan ornamen, Agar nilai Keselamatan dan sejarah sama-sama terpenuhi. Pelaksanaannya mengikuti rekomendasi Regu ahli. Ia menambahkan, pemerintah juga harus memastikan tersedia dana Untuk pemugaran ini.
“Bangunan cagar Kearifan Lokal Dunia yang ruska berat dan mengancam keselamatan diperbolehkan Untuk diperbaiki atau dibangun kembali sesuai bentuk semula, Akan Tetapi pemerintah juga harus memastikan ketersediaan dana yang ada,” ucapnya.
Kebugaran Cagar Kearifan Lokal Dunia yang Rusak tapi Tidak Bisa Diperbaiki
Anggota Komisi X, Dedi Wahidi turut menyorot bangunan cagar Kearifan Lokal Dunia lain yang berkondisi rusak tetap tidak diperbaiki lantaran dana dan Aturantertulis Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Kearifan Lokal Dunia.
Diketahui, berdasarkan Aturantertulis Cagar Kearifan Lokal Dunia, Pangkat cagar Kearifan Lokal Dunia dapat dicabut jika cagar Kearifan Lokal Dunia tersebut musnah, kehilangan wujud dan bentuk aslinya, kehilangan sebagian besar unsurnya, atau tidak lagi sesuai Didalam syarat yang tertuang Untuk Aturantertulis.
Ia menilai Aturantertulis Cagar Kearifan Lokal Dunia perlu direvisi Untuk memastikan kerusakan Ke lapangan dapat ditangani.
“Dari Sebab Itu sudah banyak bangunan cagar Kearifan Lokal Dunia yang kondisinya memang sudah membahayakan Akan Tetapi tidak bisa bisa diperbaiki Sebab keterbatasan dana, Samping Itu Aturantertulis No 11 Tahun 2010 juga membatasi hal tersebut,” ucapnya.
Berharap Bisa Direvitalisasi
Bupati Siak, Afni Zulkifli mengatakan Regu Kementerian Kebudayaan telah meninjau langsung Ke lapangan Ke Senin (2/2/2026). Dikutip Didalam laman Media Center Riau, ia berharap sejumlah cagar Kearifan Lokal Dunia Siak lainnya juga menjadi perhatian dan masuk prioritas revitalisasi.
Ia menjelaskan, Museum Nasional Istana Siak Asserayah Al-Hasyimiah Memiliki persoalan Ke struktur lantai dua, sedangkan Balai Kerapatan Merasakan kerusakan.
Afni menambahkan, Makam Kota Tinggi juga butuh upaya pelestarian.
“Ini satu kesatuan Area cagar Kearifan Lokal Dunia Ke Kabupaten Siak yang perlu penanganan menyeluruh,” ucapnya.
(twu/faz)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Rombongan Siswa SD Luka-luka Imbas Cagar Kearifan Lokal Dunia Roboh, Komisi X Wakil Rakyat Sorot Rehab











