Ribuan Tahun Minum Air Beracun Arsenik, Gen Warga Andes Mengadaptasi Didalam Sebab Itu Kebal



Jakarta –

Tinggal Ke dataran tinggi Andes, Argentina, membuat warga Disekitar Mengadaptasi Didalam lingkungan. Di ribuan tahun, mereka mengandalkan air minum yang bisa menyebabkan orang biasa keracunan.

Ke Area tersebut, arsenik yang terkandung secara alami Di batuan dasar vulkanik meresap Hingga Di air tanah, mencemari sumber air setempat Didalam kadar zat beracun hingga Hingga tingkat yang dapat menimbulkan risiko Kesejaganan serius Bagi sebagian besar Penduduk Dunia manusia.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akan Tetapi sebuah Eksperimen berjudul Human Adaptation to Arsenic-Rich Environments yang dipublikan Di Journal Molecular Biology and Evolution Didalam Cainra M. Schlebusch dkk, menemukan ada keuntungan genetik yang tidak biasa.

Berdasarkan analisis DNA Pada penduduk Ke Area barat Amerika Selatan, ditemukan bahwa suatu Penduduk Dunia Ke Andes, Argentina, Memiliki varian gen yang membantu mereka memproses arsenik Didalam cara yang lebih aman.

“Adaptasi Mendorong perubahan genom. Akan Tetapi, bukti mengenai adaptasi spesifik Ke manusia masih terbatas,” tulis para peneliti Di studi tersebut dikutip Selasa (3/11/2026).

“Data kami Menunjukkan bahwa adaptasi Bagi menoleransi arsenik, sebagai faktor tekanan lingkungan, kemungkinan telah Memperbaiki frekuensi varian gen AS3MT yang bersifat protektif. Ini menjadi bukti pertama adanya adaptasi manusia Pada bahan kimia beracun,” tambah mereka.

Batas Konsumsi Arsenik Ke Manusia

Arsenik merupakan zat yang sangat beracun dan dikaitkan Didalam risiko kanker, lesi kulit, komplikasi kehamilan, serta kematian dini. Zat ini juga tersebar luas dan secara alami ditemukan Di kadar tinggi Ke air tanah Ke berbagai Area Ke seluruh dunia. Batas aman arsenik Di air minum yang ditetapkan Didalam Organisasi Kesejaganan Dunia (WHO) Di ini adalah 10 mikrogram per liter.

Hingga sistem penyaringan dipasang Ke tahun 2012, kota terpencil Ke dataran tinggi San Antonio de los Cobres, yang terletak Ke plato Puna de Atacama, Argentina, Memiliki air minum Didalam kandungan arsenik Disekitar 200 mikrogram per liter, atau Disekitar 20 kali lipat Didalam batas yang dianjurkan. Akan Tetapi, Area tersebut telah dihuni Di ribuan tahun.

Kemampuan Bagi menoleransi kadar arsenik yang sangat tinggi dan berbahaya ini telah membingungkan para ilmuwan Di beberapa dekade. Hingga kini, Kajian bagaimana cara warga Andes bisa mengolah arsenik Di tubuh mereka masih terbatas.

Padahal, Area tersebut telah dihuni Di ribuan tahun-setidaknya 7.000 tahun, Malahan Mungkin Saja hingga 11.000 tahun.

Kajian Skala Genetik

Ke tahun 1995, para ilmuwan mencatat bahwa perempuan Didalam Area Andes Ke Argentina Memiliki kemampuan ‘unik’ Bagi memetabolisme arsenik, sebagaimana dibuktikan Didalam keberadaan metabolit Di urine mereka.

Salah satu bentuk proses ini, disebut arsenik monometilasi (MMA), bersifat sangat beracun. Sambil Itu, bentuk yang lain disebut arsenik dimetilasi (DMA) lebih mudah dikeluarkan Didalam tubuh Melewati urine.

Penduduk San Antonio de los Cobres cenderung memproduksi lebih sedikit MMA dan lebih banyak DMA. Hal ini Menunjukkan bahwa tubuh mereka sangat efisien Di memproses arsenik. Lantaran penasaran, Schlebusch, Gattepaille, dan rekan-rekan mereka Berusaha memecahkan teka-teki ini Ke tingkat genetik.

Regu tersebut menganalisisDNA Didalam sampel darah atau usapan pipi yang diambil Didalam 124 perempuan Ke San Antonio de losCobres, yang urine-nya Menunjukkan variasi kadarmetabolit arsenik yang cukup beragam. Mereka Lalu memeriksa jutaan penanda genetik Ke sepanjang genom.

Bagi menentukan apakah varian gen tersebut hanya ditemukan Ke Penduduk Dunia Argentina, para peneliti membandingkan hasil temuan mereka Didalam data genom yang tersedia Bagi umum Didalam Peru dan Kolombia, yang diambil Didalam proyek internasional ‘”1.000 Genomes Project”.

Ke San Antonio de los Cobres, penduduk telah hidup Didalam arsenik Di air tanah mereka Di ribuan tahun-cukup lama Bagi seleksi alam Bagi mendukung sifat-sifat yang Memangkas kerentanan Pada efek beracun arsenik.

Eksperimen lanjutan Menunjukkan bahwa sinyal genetik serupa Mungkin Saja juga muncul Ke Penduduk Dunia lain Ke Area Andes yang telah terpapar arsenik Di beberapa generasi. Hal ini mendukung temuan bahwa paparan jangka panjang dapat Mendorong toleransi genetik, sekaligus mengisyaratkan bahwa adaptasi tersebut Mungkin Saja tersebar lebih luas Ke seluruh Area itu.

(nir/nwk)


`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Ribuan Tahun Minum Air Beracun Arsenik, Gen Warga Andes Mengadaptasi Didalam Sebab Itu Kebal

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login
situs slot gacorbr Slot Gacor Resmi Hari Ini
https://indyfest.net/
https://indyfest.net/gallery/
https://indyfest.net/privacy-policy-2/
https://www.tcconstruct.net/projects