Rektor Paramadina Dorong PTN Besar Batasi Mahasiswa Mutakhir, Tambah S2-S3 Kajian



Jakarta

Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J Rachbini PhD Mendorong agar perguruan tinggi negeri (PTN) besar Hingga Indonesia membatasi jumlah penerimaan mahasiswa Mutakhir jenjang S1. Di Di Yang Sama, ekspansi PTN dapat dialihkan Hingga S2-S3 berbasis Kajian, Inisiatif postdoctoral, dan kolaborasi Kajian internasional.

“Kita berharap teman-teman negeri itu Berorientasi kepada Kajian dan pascsarjana ya. Ada pembatasan ya. Yang kedua, reposisi PTN sebagai universitas Kajian,” ucapnya Di Diskusi Dengar Pendapat Umum Komisi X Didalam Rektor PTN dan PTS Hingga Jakarta, disiarkan Hingga kanal YouTube TVR Legislatif, Selasa (10/2/2026), dikutip dan ditulis Rabu (11/2/2026).

Ia menambahkan, upaya ini juga bertujuan agar lulusan perguruan tinggi berkualitas.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Supaya kita, Bapak-Ibu sekalian, coba lihat Gontor kampusnya, pesantrennya, menghasilkan tokoh-tokoh yang hebat seperti Hidayat Nurwahid, Din Syamsudin dan kawan-kawan,” imbuhnya.

Didik menilai, penerimaan mahasiswa Mutakhir S1 Hingga PTN yang mencapai 18 ribu hingga 26 ribu per tahun berisiko menurunkan fungsi PTN sebagai produsen ilmu pengetahuan Untuk menutupi biaya operasional.

Hal ini menurutnya juga menyulitkan PTN utama Untuk bersaing secara Internasional Untuk masuk 100 besar dunia seperti kampus Singapura, China, dan Malaysia.

Ia berpendapat, Kejadian Luar Biasa ini muncul usai PTN Menyambut status sebagai PTN Badan Hukum (PTN BH). Diketahui, PTN BH didorong mencari sumber pendanaan Hingga luar Dukungan Pemerintah Bangsa Di APBN.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 8 Tahun 2020, pendapatan PTN BH tersebut berasal Di Kelompok, biaya Pembelajaran, pengelolaan dana abadi, usaha PTNBH, kerja sama tridharma perguruan tinggi, pengelolaan kekayaan PTNBH, APBD, dan/atau pinjaman.

Banyaknya mahasiswa Mutakhir PTN menurutnya turut berdampak Di beban mengajar dosen yang berlebih. Hingga Di itu, Kajian menjadi administratif dan terfragmentasi, yang turut mengganggu kontribusi PTN Di Perkembangan nasional.

Ia menambahkan, Kemakmuran ini juga memicu persaingan tidak setara Di PTN dan perguruan tinggi swasta (PTS) Untuk memperoleh mahasiswa Mutakhir. Di Di Yang Sama, Didik mengatakan, insentif fiskal dan Pemberian Kajian juga perlu diberikan Untuk PTS berkualitas Didalam skema matching fund Di Bangsa dan Kelompok.

Di tidak ada koreksi, menurutnya, PTN tetap besar tetapi fungsinya menurun, PTS melemah dan beberapa kolaps, target universitas RI dapat bersaing secara Internasional tidak tercapai, dan Peningkatan Ekonomi tidak berbasis Perkembangan.

(twu/nwk)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Rektor Paramadina Dorong PTN Besar Batasi Mahasiswa Mutakhir, Tambah S2-S3 Kajian

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้