Jakarta –
Mulai 2026, siswa Ke Polandia tak lagi bisa bebas memainkan smartphone Ke sekolah. Pemerintah setempat berencana melarang penggunaan HP Sebagai anak Ke bawah 16 tahun Ke lingkungan sekolah. Aturan ini Akansegera berlaku penuh mulai 1 September 2026.
Pembantu Presiden Pembantu Presiden Pembelajaran Polandia, BarbaraNowacka, menegaskan Polandia Akansegera bergabung Di daftar Bangsa yang telah membatasi waktu penggunaan layar dan media sosial Ke anak. Bangsa-Bangsa termasuk Belanda, Korea Selatan, dan Italia telah melarang Telepon Genggam pintar Ke sekolah Sebab khawatir Akansegera dampaknya Ke konsentrasi dan perilaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Di ini kami Lagi menyelesaikan pekerjaan Ke perubahan legislatif besar, yang sangat penting Untuk sekolah, yang Akansegera menghasilkan larangan penggunaan telepon seluler Ke sekolah dasar mulai 1 September 2026,” kata Nowacka Di Reuters dikutip Sabtu (21/3/2026).
Larangan ini Akansegera berlaku Untuk siswa usia 7 hingga 15 tahun, yang Di sistem Pembelajaran Polandia termasuk Di jenjang sekolah dasar. Ke Di Yang Sama, siswa Ke jenjang lebih tinggi belum masuk Di cakupan Aturan tersebut.
Ingin Blokir Media Sosial
Nowacka menegaskan, penggunaan telepon seluler Ke sekolah tidak lagi dapat Disorot sebagai hal yang wajar Sebab Berpeluang mengganggu konsentrasi dan proses belajar siswa. Meski demikian, Aturan ini tidak melarang penggunaansmartphone secara menyeluruh, melainkan terbatas Ke lingkungan sekolah.
Bulan Februari lalu, Nowacka juga menguraikan rencananya Sebagai melarang anak-anak Ke bawah 15 tahun menggunakan media sosial.
Pihaknya berencana Sebagai mendenda perusahaan media sosial hingga 6% Di omset mereka jika layanan mereka tetap dapat diakses Dari anak-anak Ke bawah usia 15 tahun.
“Kita perlu membatasi akses Ke media sosial Sebagai anak-anak Ke bawah usia 15 tahun. Ke Di yang sama, kita perlu Melakukanupaya Meningkatkan Kesejajaran mental dan Meningkatkan kesadaran Ke kalangan anak-anak, orang tua, dan seluruh Kelompok Polandia tentang bahaya media sosial,” kataNowacka Di konferensi pers Ke Februari lalu.
Polandia bukan satu-satunya Bangsa Eropa yang ingin memblokir media sosial atau smartphone Sebagai anak. Denmark, Yunani, Prancis, dan Spanyol telah Menyoroti pembatasan serupa Ke Ditengah klaim jika layanan media sosial berbahaya atau adiktif Untuk anak Ke bawah umur.
Pemerintah Inggris mengatakan Ke bulan Januari jika mereka Lagi Mengkaji pembatasan Sebagai melindungi anak-anak secara daring.
(nir/pal)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Polandia Bakal ‘Matikan’ HP Ke Sekolah, Untuk Fokus Belajar Siswa











