Pohon Cemara hingga Warna Merah-Hijau

Jakarta

Natal Memperoleh beragam simbol yang menjadi Dibagian tak terpisahkan Bersama perayaan, mulai Bersama pohon cemara yang hijau, lagu-lagu meriah, hingga kue manis yang menggugah selera.

Setiap simbol membawa cerita dan sejarahnya sendiri, melintasi berbagai Kearifan Lokal Dunia, Kearifan Lokal, dan agama, Bersama praktik pagan kuno hingga perayaan Kristen modern. Lantas, bagaimana asal-usul simbol-simbol ini dan makna yang terkandung Di baliknya? Simak penjelasannya berikut ini seperti dilansir Bersama Reader’s Digest.

Pohon Natal

Asal-usul pohon Natal Memperoleh beberapa versi. Pohon cemara hijau abadi adalah dekorasi musim dingin universal. Kaum pagan memajang ranting-rantingnya sebagai pengingat bahwa musim semi Akansegera datang kembali. Bangsa Romawi menempatkannya Di Disekitar kuil Sebagai menghormati Saturnus, dewa Pertanian. Tetapi pertama kali pohon cemara hijau abadi digunakan sebagai pohon Natal adalah Di Tallinn, Estonia atau Riga, Latvia.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Legenda lain menyebutkan bahwa Di abad Hingga-8, biarawan Benediktin Inggris, Boniface, menebang pohon ek Di Jerman Sebagai menghentikan praktik penyembahan dewa pagan. Bersama lokasi pohon ek yang ditebang itu, tumbuh pohon cemara yang Sesudah Itu dijadikan simbol Kristus. Bentuk segitiga pohon cemara melambangkan Tritunggal Mahakudus sekaligus kehidupan Terbaru.

Di abad Hingga-16, orang Kristen Jerman membawa pohon-pohon itu Hingga Untuk Tempattinggal mereka sebagai simbol Natal kehidupan abadi. Ketika berita menyebar bahwa Ratu Victoria meminta suaminya yang berkebangsaan Jerman, Pangeran Albert, Sebagai memasang pohon Natal Di istana mereka, praktik tersebut tiba-tiba menjadi puncak simbolisme Natal Di Inggris dan Amerika.

Umat Kristen menghiasnya Bersama kacang, apel, dan kue jahe. Ada juga yang membuat piramida kayu dan menempatkan cabang cemara beserta lilin sebagai pengganti pohon. Seiring Perpindahan Penduduk orang Jerman Hingga berbagai Area Di dunia, Kearifan Lokal menghias pohon Natal menyebar dan berkembang, hingga menjadi simbol Natal yang populer dan dikenal luas hingga Pada ini.

Lilin

Umat Kristiani menyalakan lilin Pada Ibadah Misa Malam Natal Di Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (24/12/2022). Menyalakan lilin itu dimaknai Bersama menyambut malam kudus yang suci serta menyampaikan doa kepada Tuhan. Foto: Pradita Utama

Natal yang jatuh 25 Desember Di belahan bumi Utara Untuk musim dingin dan beberapa Area tak Memperoleh sinar matahari Di beberapa pekan meski siang hari (polar night). Di hari-hari tergelap Untuk setahun, lilin dan api melambangkan harapan, kehangatan, dan kelahiran kembali Untuk Kearifan Lokal titik balik matahari musim dingin Di seluruh dunia.

Kearifan Lokal ini akhirnya menyatu Bersama Kearifan Lokal Kristen Sebagai Natal. Di Skandinavia, gadis-gadis muda mengenakan karangan bunga Di kepala mereka yang diterangi lilin Sebagai Hari Santa Lucia Di tanggal 13 Desember. Di New Mexico, luminaria, atau lilin Untuk kantong Kertas, menerangi jalan setapak Pada Natal. Kearifan Lokal Meksiko yang serupa, Las Posadas, melibatkan anak-anak muda yang membawa lilin Sebagai secara simbolis menerangi jalan Untuk perjalanan Maria dan Yusuf Sebelumnya kelahiran Yesus. Karangan bunga Adven juga menggunakan lilin Sebagai menghitung mundur empat minggu Sebelumnya Natal.

Kaos Kaki

Ide Dekorasi Natal 2024 Terbaru yang Unik, Sederhana, hingga ModernIde Dekorasi Natal 2024 Terbaru yang Unik, Sederhana, hingga Modern Foto: Freepik/freepik

Kaos kaki Natal menjadi salah satu dekorasi ikonik yang menghiasi Tempattinggal Pada perayaan Natal. Hiasan ini tidak hanya mempercantik suasana, tetapi juga Menampilkan sentuhan personal, baik berupa kaos kaki tradisional maupun yang menampilkan simbol-simbol Natal Kandidatteratas.

Asal-usul Kearifan Lokal ini Yang Terkait Bersama Bersama Santo Nicholas, yang konon mendengar tentang seorang duda miskin Bersama tiga putri yang khawatir tidak Akansegera bisa menikah Sebab tak punya mas kawin.

Suatu malam, Santo Nicholas menyelinap Hingga Tempattinggal mereka Melewati cerobong asap, melihat kaos kaki yang dijemur Di Didekat perapian, dan mengisinya Bersama koin emas Sebelumnya menghilang. Keesokan harinya, ketiga putri itu menemukan hadiah tersebut, yang cukup Sebagai menjadi mas kawin dan memungkinkan mereka menikah.

Sebelum Pada itu, kaos kaki Natal menjadi simbol kemurahan hati dan Kearifan Lokal memberi hadiah yang diteruskan hingga kini.

Lonceng

Ilustrasi lonceng Natal.Ilustrasi lonceng Natal. Foto: Unsplash/Oleksandr Skochko

Lonceng menjadi salah satu simbol yang identik Bersama perayaan Natal, mulai Bersama lonceng kereta salju, lonceng gereja, hingga lonceng hias atau jingle bells. Lonceng Memperoleh sejarah yang kaya, baik Bersama sisi simbolik maupun fungsional.

Untuk Kearifan Lokal pagan maupun Kristen, lonceng diyakini mampu mengusir roh jahat dan Menyediakan perlindungan. Di gereja, lonceng dibunyikan Sebagai menandai momen penting, seperti kelahiran Kristus, sekaligus memberi sinyal kepada umat bahwa ibadah Akansegera segera dimulai.

Sambil Itu lonceng kereta salju (jingle bells) Memperoleh fungsi praktis, yaitu memperingatkan orang bahwa kereta Untuk melintas, terutama Di salju tebal Di mana suara tapak kuda hampir tidak terdengar. Bersama berbagai fungsi dan maknanya, simbol ini kini menjadi Dibagian Bersama dekorasi dan suasana perayaan Natal.

Warna Merah-Hijau

Setiap perayaan Memperoleh warna khas, dan Natal tidak terkecuali. Kombinasi merah dan hijau, misalnya, kerap Menampilkan nuansa hangat dan kenangan, seperti suasana Malam Natal Di Tempattinggal nenek yang penuh kegembiraan.

Sejarah warna Natal klasik ini bermula Bersama kartu Natal era Victoria Di 1800-an dan populer kembali lewat ilustrasi seniman Di 1920-an. Tetapi, akar penggunaannya lebih tua, berasal Bersama Komunitas Celtic kuno yang menghormati tanaman holly (Ilex sp) berwarna merah dan hijau Sebab selalu hijau, sebagai simbol perlindungan dan keberuntungan Di musim dingin.

Di gereja-gereja abad pertengahan, merah dan hijau juga kerap digunakan Di layar roods Sebagai menghias altar. Selain faktor ketersediaan pigmen, kombinasi ini Sesudah Itu dikaitkan Bersama Yesus Kristus. Kearifan Lokal ini berlanjut hingga era Victoria, diterapkan Di dekorasi dan kartu Natal, memadukan simbolisme musim dingin dan religius.

Secara khusus, warna merah melambangkan darah Yesus, cinta, keberanian, dan keceriaan, sekaligus identik Bersama Busana Santa Claus. Sambil Itu hijau, seperti Di holly dan mistletoe, merepresentasikan kehidupan Kristus dan sifat-Nya yang abadi. Di masa pagan, hijau juga mengingatkan manusia bahwa alam tetap hidup meski Di musim dingin.

Halaman 2 Bersama 2

Simak Video “Video: Suasana Menyambut Natal Di Berbagai Bangsa
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/nwk)

–>

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Pohon Cemara hingga Warna Merah-Hijau

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้