Pernah Puasa 18 Jam, Suhu -20°C



Jakarta

Apakah detikers pernah membayangkan menjalani puasa Di Ditengah suhu -20°C? Kebugaran tersebut pernah menjadi tantangan Untuk Wilda Khafida.

Mahasiswa yang kini Ditengah menjalani Belajar doktor Di Institute of Biology and Earth Sciences UKEN, Polandia inimenuturkan, ia sempat harus bertahan dan puasa Di musim dingin.

Dosen Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) tersebut juga menemukan sederet tantangan lain menjalani puasa Di Daerah Di Muslim yang minoritas. Simak kisah Wilda ini!


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jalani Puasa Pada 18 Jam

Tahun ini bukan kali pertamanya puasa Di Polandia. Di 2018, ia juga menempuh Belajar S2 Di negeri yang sama. Meski demikian, sebagai orang Indonesia, ia mengaku tetap tak mudah menjalankan puasa Di sana.

Perbedaan geografis Di Indonesia menjadikan waktu berpuasa Di Polandia bisa sampai 18 jam. Tantangan itu membuat Wilda harus Memperoleh daya Bertahan tubuh yang prima.

“Saya pernah merasakan puasa Pada 18 jam, waktu Maghrib Di jam 9 malam, Isya Di jam 11 malam Untuk adzan subuh Di jam 2 pagi,” katanya dilansir Di laman Unsoed, Jumat (13/3/2026).

Untuk menghindari lelah dan kekurangan asupan, Wilda menyiasatinya Di memilih Hidangan yang tinggi protein dan lemak. Beruntungnya, ia juga mudah menemukan halal food Di sana.

“Halal food, banyak tersedia Di kota Warsawa, Krakow dan Gdansk, Di sana terdapat daging bersertifikat halal, Di Polandia juga banyak terdapat restoran vegan, restoran Turki, Arab dan Timur Ditengah yang dapat dijadikan alternatif pilihan,” katanya.

Harus Selalu Menjaga Wudhu

Tantangan lain juga ia rasakan Untuk beribadah sambil beraktivitas Di luar tempat tinggal. Wilda harus menjaga wudhu seharian Sebab kurangnya fasilitas ibadah Di sana.

“Hal yang saya syukuri Pada Di Polandia adalah saya terbiasa menjaga wudhu, Sebab fasilitas Ibadah tidak selalu tersedia, saya harus memanfaatkan tempat yang ada. Saya pernah sholat Di perpustakaan, Di hutan, Di halaman Justru Di pinggir danau,” ungkap Wilda.

Tetap Ada Takjil

Walaupun Negeri minoritas muslim, Polandia Memperoleh cukup banyak fasilitas ibadah. Salah satunya yakni Islamic Center yang ada Di kota besar.

Tempat ibadah tersebut mendukung pelaksanaan salat tarawih. Termasuk juga pembagian takjil, Wilda dapat menemukannya Di fasilitas tersebut.

Komunitas Muslim Di Polandia

Mengenang masa-masa menjalani S2 dahulu, Wilda menuturkan, ia juga berkenalan Di rekan-rekan sesama muslim Di Polandia. Kala itu, ia bergabung Di komunitas Muslim Girl.

Belum seperti sekarang, komunitas tersebut mulanya hanya beranggotakan 50 orang. Di tahun Hingga tahun, Wilda melihat ada kemajuan komunitas muslim Di sana.

Hingga Desember 2025, jumlah anggota Muslim Girl sudah naik drastis menjadi 400 orang. Lewat komunitas tersebut Wilda masih bisa tetap berdiri kokoh Di prinsip keislamannya.

Wilda juga melihat tak sedikit warga Polandia yang penasaran Di Islam. Wilda kerap Memperoleh pertanyaan “Mengapa harus berjilbab?”, “Apa itu sholat?”, “Mengapa harus puasa?”, dan masih banyak lagi.

(cyu/twu)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Pernah Puasa 18 Jam, Suhu -20°C

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้