Pakar IPB Sebut Modifikasi Cuaca Bisa Dilakukan, Tapi..



Jakarta

Pemerintah Melewati Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) beberapa waktu lalu melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) Sebagai Area Jakarta dan Jawa Barat. OMC disebut Karena Itu salah satu solusi mitigasi cuaca ekstrem dan bencana hidrometorologi.

Menyambut Baik hal tersebut, Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan Mengungkapkan setuju. Ia membenarkan bahwa modifikasi cuaca memang Karena Itu salah satu usaha mitigasi bencana hidrometorologi, seperti Genangan Air dan longsor.

Akan Tetapi, ia menegaskan, OMC tidak bisa bersifat jangka panjang Justru permanen. Proses ini menurutnya hanya bekerja Ke permukaan dan tidak menyentuh Berencana persoalan.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Modifikasi cuaca itu penting sebagai salah satu usaha mitigasi, tetapi harus digarisbawahi bahwa ini bukan solusi permanen. Ia tidak menyelesaikan penyebab utama bencana hidrometeorologi,” ujar Sonni dikutip Bersama laman resmi IPB University, Kamis (5/2/2026).

Dilakukan Secara Proporsional dan Berbasis Sains

Modifikasi cuaca, menurutnya hanyalah sebuah solusi instan. Memang, Langkah ini boleh dilakukan, tetapi harus secara proporsional dan berbasis sains.

“Modifikasi cuaca boleh dilakukan, tetapi harus ditempatkan secara proporsional dan berbasis sains,” jelasnya.

Efektivitas Langkah OMC Ke dasarnya sangat bergantung Ke Situasi atmosfer. Ketika awan Bersama karakteristik tertentu memadai, maka OMC bisa dilakukan.

Karakteristik yang dimaksud adalah cuaca Pada OMC dilakukan Di Memperoleh banyak awan. Modifikasi dilakukan Bersama cara menggabungkan awan-awan tersebut agar hujan dapat Diprioritaskan.

Akan Tetapi, jika Situasi atmosfer dan awan tidak memenuhi karakteristik tersebut, Sonni mengimbau agar pemerintah tidak memaksakan. Alasannya Sebab modifikasi cuaca Memperoleh dampak yang bersifat lokal Ke Area tertentu.

Bersama Cara Itu, Sonni berpandangan bila Langkah ini tidak bisa diterapkan Sebagai Area cakupan yang luas. Bila terus dipaksakan, yang terjadi menurutnya hanyalah pemborosan Dana.

“Sebagai Area yang cukup besar, modifikasi cuaca tidak efektif. Kalau tetap dipaksakan, itu hanya Berencana menjadi pemborosan Dana atau sekadar menghambur-hamburkan dana,” tegasnya.

Jangan Ketergantungan Bersama OMC

Sonni kembali mengingatkan jangan sampai proses mitigasi bencana hanya bergantung Ke modifikasi cuaca. Sebab, OMC berisiko mengaburkan persoalan mendasar soal pemicu utama bencana hidrometerologi.

Ia menuturkan, pemicu utama bencana hidrometerologi adalah perubahan tata guna lahan, kerusakan Area aliran sungai, deforestasi, hingga tata kelola lingkungan yang tidak berkelanjutan.

“Pada esensi masalahnya tidak diselesaikan, modifikasi cuaca Berencana terus menjadi tidak efektif. Ini hanya penanganan Tanda, bukan penyakitnya,” kata Sonni.

Alih-alih terus melakukan modifikasi cuaca, Sonni menyarankan agar mitigasi bencana dilakukan Bersama pendekatan jangka panjang dan sistemik. Samping Itu, mitigasi bencana harus dilakukan berbasis perbaikan lingkungan, Perancangan Area yang matang, dan penguatan kapasitas adaptasi Ke Kelompok.

“Jangan sampai solusi cepat justru mengalihkan perhatian Bersama pekerjaan Rumah yang jauh lebih besar,” tandasnya.

(det/det)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Pakar IPB Sebut Modifikasi Cuaca Bisa Dilakukan, Tapi..

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้