Jakarta –
Pembantu Kepala Negara Belajar Tinggi, Sains dan Ilmu Pengetahuan (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto berbagi cerita inspiratif Di Di paparannya Untuk Peristiwa Seminar Natal Nasional 2025, Di kampus Universitas Pelita Harapan (UPH).
“Dari Sebab Itu saya punya cerita sedikit, dulu ketika saya mengelola kemahasiswaan Di kampus ITB, saya Sebelumnya Dari Sebab Itu Direktur Kemahahasiswaan tugasnya adalah Menyediakan beasiswa,” kata Brian Di Ruang Grand Chapel, UPH Kampus Lippo Village, Karawaci, Tangerang, Selasa (3/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengisahkan satu cerita tentang seorang anak Untuk Sumatera Utara. Namanya Amron Naibaho.
“Dia datang Hingga kampus kami. Orang tua-nya dia bilang, bapaknya itu bilang, kamu gak usah langsung pergi Hingga Jakarta, Hingga Bandung,” tutur Brian.
Lolos Jurusan Metode Fisika ITB
Singkat cerita, Amron masuk jurusan Di Brian sebagai dosennya. Meski demikian, Brian lupa Di mantan mahasiswa tersebut Lantaran jumlah alumni yang banyak.
“Lalu, anak ini masuk Hingga jurusan saya Metode Fisika. Anak ini Lalu Setelahnya lulus beberapa tahun, dia telepon saya. Pak Brian, saya ingin mengundang Bapak. Peristiwa apa sih? Saya kira nikah atau apa,” kata Brian keheranan.
“Saya mau me-launching produk Aroma, Aroma dia Mungkin Saja bapak ibu tahu, made in Indonesia,” sambung Brian.
Dari Sebab Itu Pengusaha Aroma Besar Indonesia
Brian sempat bertanya kenapa Amron membuat Aroma. Lalu Amron menjawab Lantaran tidak ada Aroma lokal Indonesia yang mempunyai branding kuat Di pasar Dunia.
“Kenapa kamu bikin Aroma Di sini? Ya Lantaran belum ada,” kata Brian.
Brian pun mengiyakan undangan Amron. Di sanalah Brian dibuat kagum Di alumni ITB yang tidak ia ingat sama sekali.
“Lalu dia bilang, acaranya nanti Di Grand Indonesia. Oke, saya datang. Ketika saya datang, dia perkenalkan saya. Saya ingat Pak Brian ini yang Menyediakan saya semangat. Padahal saya udah lupa anak ini siapa, saking banyaknya,” paparnya.
Ternyata, Amron pernah disemangati Brian Di putus asa Menyambut beasiswa. Amron sempat kehabisan beasiswa Pada Di kampus.
“Ternyata, dia Lalu cerita. Kalau dulu Pak Brian tidak mau berikan saya pesan, saya Mungkin Saja tidak Dari Sebab Itu seperti sekarang, parfumnya itu HMNS. Dulu, saya ngantri Di kantor bapak. Dulu banyak yang ngantri beasiswa. Nah terus, saya sudah kehabisan beasiswa Di itu,” tutur Brian.
Brian memberikannya semangat layaknya dosen kepada mahasiswa. Brian juga merasa pesan tersebut sangatlah sederhana.
“Tapi saya abis itu saya panggil. Lalu Bapak kasih semangat Hingga saya. Amron, Amron tolong, dia bilang. Amron harus semangat cari Di beasiswa. Walaupun tidak ada, pasti ada. Itu aja pesan saya,” katanya.
Untuk sana, Brian Menyambut pelajaran bahwa sebuah pesan sederhana Bagi mahasiswa yang Untuk kesulitan nampaknya amat berharga. Malahan dikenang hingga bertahun-tahun Lalu.
“Maksud saya adalah, seseorang itu Mungkin Saja Bagi guru Bagi orang tua, pesan itu tidak ada artinya. Kita seolah-olah tidak memperingkatkan apa-apa. Kita seolah-olah terlalu sederhana. Tapi Bagi seorang mahasiswa, Bagi seorang siswa, ini sangat bermakna, dia ingat terus,” ujar Brian.
Brian menegaskan Menyediakan Semangat Bagi mahasiswa harus dilakukan setiap pengajar. Hal itu juga bisa membuat mereka lebih semangat meraih Belajar.
“Dari Sebab Itu, yang penting menurut saya adalah Penanaman Modal Asing Belajar, Menyediakan harapan, Menyediakan semangat, Semangat, dan semangat. Itu sesuatu yang harus kita perbanyak,” pungkasnya.
(nwk/nwk)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Mendikti Cerita Mahasiswa yang Selalu Ingat Pesannya, Kini Dari Sebab Itu Pengusaha Aroma











