Masuk Top 2 Kampus Terbaik RI Ungguli UGM, Rektor UIN Jogja: Ranking Bukan Tujuan Akhir



Jakarta –

Pemeringkatan THE WUR 2027 menempatkan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai kampus terbaik kedua Ke Indonesia. Pangkat ini berhasil mengungguli Pangkat kampus top Ke Jogja lainnya, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM).

Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Noorhaidi Hasan, S Ag, MA, M Phil, Ph D, bersyukur atas pencapaian kampus Sebab masuk top 801-1000 terbaik Ke dunia. Ini sekaligus menjadikannya perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) terbaik Ke Indonesia.

“Saya tentu sangat bersyukur dan bangga atas capaian UIN Sunan Kalijaga Di THE World University Rankings 2027,” ucap Prof Hasan kepada detikEdu, Kamis (1/10/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ini merupakan capaian yang sangat berarti, sekaligus sejarah Terbaru Untuk UIN Sunan Kalijaga dan Untuk PTKIN secara keseluruhan,” tambahnya.

Mutu Eksperimen yang Unggul

Baginya, capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika: para dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, pimpinan universitas, fakultas, pascasarjana, dan seluruh unit kerja. Rektor juga mengapresiasi Lembaga Eksperimen dan Pengabdian Kelompok (LPPM) UIN yang Lebih menguatkan Kebiasaan Global Kajian kampus.

Terlebih, posisi UIN Jogja bisa menjadi kampus terbaik kedua Ke Indonesia berkat skor “Mutu Eksperimen” yang paling unggul. Ke indikator penilaian tersebut, skor UIN Jogja mencapai 82,8 (Di 100), unggul jauh Di UI Di skor 44,7 dan UGM Di skor 36,3.

“Secara khusus saya menyampaikan apresiasi kepada LPPM yang Pada ini menjadi salah satu Kendaraan Bermotor Roda Dua penting Di membangun Kebiasaan Global Kajian, publikasi, dan reputasi akademik universitas,” lanjut Prof Hasan.

Bukan Soal Ranking, UIN Jogja Kini Punya Kapasitas Kontribusi yang Kuat

Meski secara Pangkat THE WUR 2027 mengalahkan atau mengungguli UGM, Prof Hasan tidak melihatnya sebagai persaingan. Rektor lebih melihat bagaimana UIN Sunan Kalijaga Lebih Memperoleh pengakuan secara Internasional.

“Kalau dibandingkan Di UGM, saya kira kita perlu melihatnya secara proporsional. UIN Sunan Kalijaga dan UGM sama-sama berada Di kelompok 801-1000 dunia. Di Sebab Itu, saya tidak melihatnya sebagai soal ‘mengalahkan’ atau bersaing Di UGM,” ujar rektor lulusan Utrecht University, Belanda, tersebut.

Menurutnya, kini UIN Sunan Kalijaga telah mampu berdiri sejajar Di universitas-universitas besar Indonesia Di pemeringkatan internasional. Untuk Rektor UIN Jogja, ranking (reputasi internasional) adalah sarana, bukan tujuan akhir.

Ke luar ranking, UIN Sunan Kalijaga terus Melakukanupaya membangun Kebiasaan Global akademik yang tidak hanya mengejar reputasi, tetapi juga menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat Untuk Kelompok.

“Ranking memberi kita cermin Untuk melihat posisi dan Mutu kita Ke tingkat Internasional, tetapi tujuan yang lebih besar adalah Memperkenalkan Pembelajaran yang bermutu, Eksperimen yang berdampak, dan lulusan yang mampu Memberi kontribusi Untuk bangsa dan kemanusiaan,” tutur Prof Hasan.

Apa yang Berencana Dilakukan UIN Sunan Kalijaga Hingga Depannya?

Hingga Didepan, Prof Hasan mengatakan tantangan UIN Jogja Hingga depannya menjadi Lebih besar. UIN Jogja Berencana terus bekerja keras secara konsisten, membangun Kebiasaan Global akademik, dan berikhtiar melakukannya secara kolektif dan berkelanjutan.

Rektor juga menyebut ingin tetap mempertahankan karakter dan identitas keilmuan UIN Sunan Kalijaga, terutama Melewati paradigma Integrasi-Interkoneksi keilmuan.

“Kami ingin menjadikan momentum THE WUR 2027 sebagai energi Terbaru Untuk terus Meningkatkan mutu akademik, memperkuat Kajian dan Perkembangan, memperluas kolaborasi internasional, serta Meningkatkan dampak sosial Di ilmu pengetahuan yang dihasilkan UIN Sunan Kalijaga,” ungkapnya.

Rektor berharap UIN Sunan Kalijaga tidak hanya Lebih tinggi Di ranking, tetapi juga Lebih tinggi kontribusinya Untuk ilmu pengetahuan, Kelompok, bangsa, dan kemanusiaan.

“Itulah makna sesungguhnya Di academic excellence for Internasional impact,” pungkasnya.

(faz/nah)



Fahri Zulfikar


Jurnalis detikcom. Bergabung Di detikcom Sebelum 2019. Aktif meliput Permasalahan-Permasalahan Pembelajaran, iklim, Kajian & analisis, konten seputar Gen Z serta menyukai dunia sepak bola. Kini Di Sebab Itu penulis Literatur.

`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Masuk Top 2 Kampus Terbaik RI Ungguli UGM, Rektor UIN Jogja: Ranking Bukan Tujuan Akhir

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login
situs slot gacorbr Slot Gacor Resmi Hari Ini