Jakarta –
Lima mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) berhasil meraih Pengakuan tertinggi Untuk ajang 2nd International Student Summit (ISS) Di Kuala Lumpur, Malaysia, 13–16 Februari 2026. Siapa mereka dan apa capaiannya?
Mereka adalah Muhammad Rangga Cindraputra, Delia Yuan Safira, Ely Guyana, Alexa Callula Insyirah Firdauzi, dan Clyantha Bernice Hevia. Para mahasiswa ini berkolaborasi menciptakan Alat Lunak Hearitage, Perkembangan digital Sebagai mendukung akses wisata Bagi penyandang Penyandang Disabilitas.
Dilansir Untuk laman resmi Unair, Regu mahasiswa ini sukses menyabet berbagai Pengakuan sekaligus, yaitu Gold Medalist Tourism and Culture Category, Best Presentation, Best Poster, 1st Winner 2nd ISS, hingga Grand Champion.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami menyiapkan rancangan, Konsep lomba, desain poster, dan persiapan mental Sebagai ajang ini. Puji Tuhan kami bisa lancar hingga akhir dan membawa Pengakuan-Pengakuan tersebut Sebagai Unair,” ungkap Rangga.
Perkembangan Hearitage: Perjalanan Di Luarnegeri Inklusif Sebagai Semua
|
Hearitage. Foto: Dok Unair
|
Mengusung subtema tourism and culture, Regu ini menciptakan Hearitage, Alat Lunak Perjalanan Di Luarnegeri inklusif multisensori. Alat Lunak ini Berorientasi Di Pengalaman Hidup User Didalam berbagai jenis Penyandang Disabilitas.
“Perkembangan yang kami berikan merupakan Alat Lunak Didalam fitur-fitur yang didesain Sebagai melayani orang Didalam Penyandang Disabilitas Agar mereka Menyambut semacam otonomi yang dapat membantu mereka Untuk hal administrasi dan lain sebagainya,” jelas Rangga.
Berbeda Didalam Alat Lunak wisata konvensional, Hearitage dirancang Sebagai menjembatani kesenjangan aksesibilitas tanpa perlu perubahan fisik Di lokasi wisata.
Alat Lunak ini Menyediakan informasi adaptif dan spesifik Penyandang Disabilitas. Termasuk Di antaranya yaitu panduan jalur format visual dan audio, serta opsi Pengalaman Hidup alternatif yang ramah Bagi User Didalam keterbatasan tertentu.
Berlandaskan prinsip pemberdayaan psikologis, Hearitage memungkinkan perjalanan yang mandiri, aman, dan bermakna Bagi penyandang Penyandang Disabilitas.
“Alat Lunak ini mengarahkan kembali, Mengadaptasi, dan Menyediakan informasi seperti penyediaan jalur, format, dan Pengalaman Hidup alternatif yang disesuaikan Didalam beragam Penyandang Disabilitas,” imbuhnya.
Kompak dan Optimis Didalam Sebab Itu Kunci Unggul
Bagi Rangga, Unggul mereka bukanlah sekadar Kejuaraan, tetapi merupakan hasil Untuk kerja sama yang solid dan Dukungan lingkungan kampus yang positif.
“Kami rekan lomba, tetapi lebih seperti keluarga, soalnya memang kami sering ngobrol-ngobrol Di luar pembahasan lomba itu sendiri. Samping Itu, fakultas juga membantu Yang Terkait Didalam pendampingan, dana, dan lain sebagainya,” ucapnya.
Bagi sesama mahasiswa yang ingin mengikuti jejak timnya, Rangga menekankan pentingnya keberanian mencoba dan semangat berkembang.
“Kunci pentingnya sih cari kelompok yang se-chemistry ya, Didalam Sebab Itu pinter-pinter cari teman. Samping Itu, jangan berekspektasi Sebagai selalu Berhasil, fokus saja gimana kita bisa berkembang,” pesannya.
(rhr/twu)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Mahasiswa Unair Didalam Sebab Itu Kemenangan Internasional, Bikin Alat Lunak Inklusif Penyandang Disabilitas







