Mahasiswa UB Ciptakan Prostetik Bersama Limbah Plastik, Kampiun Di Turki



Jakarta

Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Muhammad Alhafiz Arya Wardhana, meraih 3rd Winner Di ajang International Project Innovation Competition Di Istanbul, Turki. Mahasiswa Langkah Studi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Mesin (FILKOM) itu Mendominasi lewat Perkembangan prostetik berbahan limbah plastik, Jumat (13/3).

Di Kejuaraan internasional tersebut, Arya berkolaborasi Bersama dua mahasiswa Bersama Uzbekistan dan Amerika Serikat serta satu mahasiswa Bersama Indonesia. Bersama timnya, ia Membuat PROBAPLAS.

“PROBAPLAS (Prosthetic from Plastic Waste) merupakan sebuah Perkembangan yang Berorientasi Di pemanfaatan limbah HDPE (High-Density Polyethylene) seperti tutup botol dan jerigen bekas sebagai bahan baku pembuatan socket prostetik sebagai komponen utama prostetik,” jelas Arya Di keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arya mengatakan ide tersebut lahir Bersama dua persoalan yang saling berkaitan. Pertama, akses alat bantu prostetik Bagi penyandang Penyandang Disabilitas masih terbatas Sebab harganya relatif mahal dan proses pembuatannya masih bergantung Di bahan baku Produk Impor.

Mahasiswa UB Ciptakan Prostetik Bersama Limbah Plastik, Kampiun Di Turki Foto: Universitas Brawijaya (UB)

Di sisi lain, limbah plastik HDPE jumlahnya melimpah dan membutuhkan waktu lama Sebagai terurai. Situasi ini membuat limbah kerap berakhir Di tempat pembuangan akhir dan mencemari lingkungan.

“Berdasarkan hasil Kajian bersama mitra Keahlian, HDPE daur ulang yang digunakan memenuhi standar minimum material prostetik yakni berkekuatan tarik 26-33 Mpa. Lalu, penggunaan material daur ulang mampu menurunkan biaya bahan baku menjadi 2 Kurs Mata Uang Amerika per unit. Agar, Perkembangan kami berhasil menjawab dua masalah besar sekaligus,” tutur Arya

Tak hanya fokus Di material dan proses Produksi, PROBAPLAS juga mengusung pendekatan circular economy. Salah satunya Lewat Pembuatan sistem bank sampah digital berbasis gamifikasi.

Lewat sistem ini, Komunitas dapat menyetor limbah plastik HDPE Hingga unit sampah, lalu memperoleh Skor yang tercatat secara digital Sebagai dikonversi menjadi nilai ekonomi.

“Hal terpenting, proyek ini tidak berhenti Di tahap Kajian atau Kejuaraan. Kami mulai mengimplementasikan model produksi prostetik secara langsung Lewat kolaborasi bersama mitra prostetik dan komunitas pemberdayaan Penyandang Disabilitas. Beberapa prostetik kami juga sudah disalurkan kepada pihak yang membutuhkan,” tambahnya.

Dosen pembimbing Arya, Dr. Maurish Sofie Rahmi Batita, menilai gagasan tersebut sebagai Perkembangan yang menjanjikan. Menurutnya, ide yang dikembangkan Arya dan Skuat tak hanya bermanfaat Bagi penyandang Penyandang Disabilitas, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan.

“Ide dan prototipe yang Arya dan Skuat kembangkan bisa menjadi produk unggulan Bagi kaum Penyandang Disabilitas, Tetapi juga masih tetap memperhatikan kesadaran lingkungan,” ungkapnya.

(ega/ega)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Mahasiswa UB Ciptakan Prostetik Bersama Limbah Plastik, Kampiun Di Turki

พัฒนาทักษะการเล่นของคุณไปกับ PG SLOT เพื่อเรียนรู้ฟีเจอร์ใหม่ๆ ก่อนใครได้แล้ววันนี้