Mahasiswa Kecanduan Pakai AI Bak Tony Stark yang Ngobrol Di Jarvis?



Jakarta –

“…karakter Iron Man tidak Berencana ada jika Tony Stark tidak berkomunikasi Di Jarvis, bukan?..Jarvis adalah AI, sedangkan Tony Stark adalah representasi kita sebagai manusia. Penjahat pun bisa Memperoleh AI, tetapi mereka menggunakannya Sebagai kejahatan; intinya sama saja.”

Demikian Rektor Universitas Pradita Prof Dr Ir Richardus Eko Indrajit, MSc, MBA, MPhil, MA memandang relasi manusia Di AI seperti tokoh fiksi Marvel, Tony Stark dan Jarvis. AI Dikatakan sebagai teman kerja yang mampu diajak Sebagai Membahas.

Rektor Universitas Pradita Prof Dr Ir Richardus Eko Indrajit, MSc, MBA, MPhil, MA Foto: UMN/Laurensius Matthew Pramudya Agung dkk

Akan Tetapi, jika para dosen melihat AI sebagai Jarvis yang setia menemani para mahasiswa Membahas, tampaknya mereka perlu menelisik Lebih Jelas mengenai opini para mahasiswa dan mendengarkan pandangan mereka sendiri.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keinginan Tugas Tak Masuk Akal hingga Panik

Banyak mahasiswa sebenarnya tidak menyukai pengawasan Di bot pintar ini. Menurut mereka, kecanduan ini diakibatkan Di Keinginan akademik sekarang yang seringkali tidak masuk akal.

“Awal mulai praktikum kita disuruh menulis (Di tangan) empat proposal Untuk 1 minggu. Menurut aku itu rada ekstrem, ya, dan aku enggak sanggup menulis sebanyak itu. Di akhirnya aku coba minta Pemberian AI,” demikian kata seorang mahasiswa jurusan Biologi, semester 3 Di salah satu universitas swasta.

Sambil mahasiswa lain Di suatu kampus swasta jurusan Kedokteran Gigi yang juga semester 3 mengatakan, dosen sering melihat tugas mahasiswa secara asal.

“Dosen cuma melihat asal, ‘Oh, anak ini sudah mengerjakan (tugasnya).’ Setiap makalah itu dipresentasikan, dosen mengecek, ketika presentasi saja. Tapi itu pun kalau presentasi cuma dicek seperti ‘Oh, ini sumbernya sudah Di jurnal.’ Enggak dilihat kontennya,” kata mahasiswa Kedokteran Gigi ini.

Lain lagi Di pengakuan mahasiswa jurusan Psikologi semester 3 ini, yang mengakui bahwa mahasiswa sekarang tergantung AI. Untuk kasusnya sendiri, panik Di Merasakan tugas kuliah.

“Aku rasa sekarang itu kita sangat tergantung Di AI. Kalau ada apa-apa, aku juga refleknya buka ChatGPT Lantaran panik,” tutur mahasiswa kampus swasta ini.

Banyak mahasiswa Mengetahui ketergantungan mereka Di AI. Baik mengerjakan tugas maupun sekadar menjawab kuis mendadak, mereka sudah panik duluan seakan-Berencana tidak
pasti Di kepintaran yang mereka miliki.

Doni Koesoema, Dibagian Di Regu Penasihat Ahli Kemendikdasmen menyepakati bahwa ekosistem Belajar Indonesia belum menunjang proses pembelajaran yang berkualitas. Tidak
hanya pelajar yang Memperoleh beban banyak, tetapi dosen juga dibebankan urusan administratif yang tidak proporsional.

Doni Koesoema, bagian dari Tim Penasihat Ahli KemendikdasmenDoni Koesoema, Dibagian Di Regu Penasihat Ahli Kemendikdasmen Foto: UMN/Laurensius Matthew Pramudya Agung dkk

Dahulu, jika bobot ujian terdiri atas lima soal, dosen hanya perlu melaporkan nilai akhirnya secara langsung, misalnya 85 atau 90. Sekarang, Untuk pelaporan digital, nilai harus diinput satu per satu per komponen soal secara mendetail Hingga Untuk sistem akademik. Jika ada 50 mahasiswa Di satu kelas, waktu dosen Berencana habis hanya Sebagai memasukkan data Hingga Untuk ribuan kolom administratif. Ini sangat membuang waktu dan menguras energi.

“Sistem Belajar seharusnya dirancang Sebagai mendukung proses pembelajaran yang bermutu dan berkualitas, bukan menyiksa baik mahasiswa maupun dosen Di birokrasi yang rumit. Itulah yang seharusnya segera diperbaiki,” ujar Doni.

Lalu, jika alarm bahaya sudah dibunyikan Di para ahli, mengapa roda ketergantungan ini tetap berputar? Jawabannya Bisa Jadi tidak sesederhana seperti tugas yang menumpuk.

*) Reportase ini dibuat Di Laurensius Matthew Pramudya Agung, Venere Arganiswari Danitta, dan Belva Putri Paramitha. Mereka adalah mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara Inisiatif Studi Digital Journalism yang Merasakan hibah (grant) Di Pulitzer Center Sebagai melakukan AI Accountability Reporting Di mata kuliah In-Depth and Investigative Reporting.

(nwk/nwk)

Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Mahasiswa Kecanduan Pakai AI Bak Tony Stark yang Ngobrol Di Jarvis?

nagabet76slot gacorslot online slot gacor terpercaya
server slot thailand
slot gacor mudah maxwin
nagabet76 login
situs slot gacorbr Slot Gacor Resmi Hari Ini
https://indyfest.net/
https://indyfest.net/gallery/
https://indyfest.net/privacy-policy-2/
https://www.tcconstruct.net/projects