Jakarta –
Salah satu yang paling ditunggu-tunggu muslim Ke Indonesia Pada ini adalah Lebaran hari apa. Pasalnya, ada beberapa prediksi berdasarkan sudut keilmuan sejumlah instansi.
Ke tahun ini ada potensi perbedaan Idul Fitri apakah jatuh Ke hari Jumat 20 Maret atau Sabtu 21 Maret?. Apakah anak sekolah sudah siap terima angpau?
Prediksi Lebaran Hari Apa
Sebagai diketahui, patokan hilal yang digunakan Ke Indonesia adalah kriteria Mutakhir Pembantu Presiden Pembantu Presiden Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yang ditetapkan Dari 2022. Kriteria tersebut menetapkan bulan awal Mutakhir dimulai apabila tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasinya minimal 6,4 derajat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. BRIN
Peneliti Pusat Kajian Antariksa Badan Kajian dan Perkembangan Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin menjelaskan secara astronomi Ke Pada Kamis (19/3) waktu magrib Ke Daerah Asia Tenggara, posisi hilal belum memenuhi kriteria Mutakhir MABIMS. Hal itu, terlihat Ke peta perhitungan yang masih melintasi Daerah Asia Ditengah. Bersama Situasi tersebut, menurutnya, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh Ke 21 Maret 2026. Akan Tetapi, dia mengatakan keputusan tanggal Lebaran masih harus menunggu keputusan sidang isbat.
“Maka 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh Ke 21 Maret 2026, Berencana menunggu keputusan sidang isbat,” tutur Thomas seperti dikutip Bersama detikNews.
Lain halnya bila kriteria yang digunakan bukan keriteria MABIMS, melainkan kriteria Kalender Hijriah Internasional Tunggal (KHGT). Menurut kriteria KHGT posisi bulan sudah memenuhi syarat.
“Sedangkan menurut kriteria KHGT, posisi bulan telah memenuhi kriteria dan ijtima’ telah terjadi Sebelumnya fajar Ke Selandia Mutakhir, ada catatan kecil Ke peta ini,” kata dia.
“Maka menurut kriteria KHGT 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh Ke 20 Maret 2026,” urainya.
2. Observatrium Bosscha ITB
Dilihat Bersama perhitungan Bosscha soal elongasi geosentrik yang maksimal 6,2 derajat dan elongasi toposentrik yang maksimal 5,5 derajat, belum memenuhi kriteria MABIMS yang mensyaratkan sudut elongasi 6,4 derajat. Begitupun ketinggian hilal yang menurut perhitungan Bosscha Di 0 sampai 3 derajat, Sambil Itu syarat MABIMS minimal 3 derajat.
Akan Tetapi demikian, Bosscha menyerahkan hasilnya Ke sidang isbat yang digelar Pemerintah Ke Kamis 19 Maret 2026 lusa.
“Ke Indonesia, pihak yang berwenang menentukan awal bulan Hijriah yang penting, termasuk Syawal, adalah Pemerintah Republik Indonesia Melewati Kementerian Agama Republik Indonesia Di proses sidang isbat yang Berencana diselenggarakan Ke 19 Maret 2026. Tugas Observatorium Bosscha adalah menyampaikan hasil perhitungan, pengamatan, dan Eksperimen tentang hilal kepada unit pemerintah yang berwenang jika diperlukan sebagai masukan Sebagai sidang isbat,” demikian tulis Bosscha.
3. BMKG
Dilansir Di laman Badan Metorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ketinggian hilal Ke Indonesia Pada Matahari terbenam Ke 19 Maret 2026, berkisar Di 0,91 derajat Ke Merauke, Papua sampai Bersama 3,13 derajat Ke Sabang, Aceh. Sedangkan elongasi geosentris Ke Indonesia Pada Matahari terbenam Ke 19 Maret 2026, berkisar Di 4,54 derajat Ke Waris, Papua sampai Bersama 6,1 derajat Ke Banda Aceh, Aceh.
Bersama perhitungan BMKG, hanya syarat ketinggian hilal yang memenuhi kriteria MABIMS minimal 3 derajat. Sedangkan syarat elongasi yang minimal 6,4 derajat tidak memenuhi kriteria.
4. Versi Muhammadiyah
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah menggunakan prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Internasional Tunggal (KHGT). Majelis Tarjih dan Tajdid Mengungkapkan Lebaran 2026 jatuh Ke Jumat, 20 Maret 2026.
Hal tersebut berdasarkan data yang Menunjukkan ijtimak terjadi Ke Kamis, 19 Maret 2026.
5. Versi NU dan Pemerintah
Melewati SKB 3 Pembantu Presiden Pembantu Presiden tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026, pemerintah menetapkan libur Idul Fitri 2026 jatuh Ke Sabtu, 21 Maret 2026. Ke sisi lain, NU Berencana mengikuti keputusan pemerintah Sebab adanya kesamaan metode Di memadukan hisab dan rukyat.
Pemerintah Melewati Kementerian Agama (Kemenag) Berencana Mengadakan sidang isbat Sebagai menentukan kapan Idul Fitri 2026. Sidang isbat Sebagai menentukan Idul Fitri Berencana dilakukan Ke Kamis, 19 Maret 2026 mulai pukul 16.00 WIB Ke Auditorium HM Rasjidi, kantor Kemenag RI Ke Jakarta.
Demikian beberapa prediksi Sambil Itu Lebaran hari apa. Jika detikers mengikuti Muhammadiyah, maka Lebaran dirayakan Ke hari Jumat 20 Maret. Akan Tetapi, jika menunggu pengumuman resmi pemerintah, maka Lebaran 2026 Berpotensi Sebagai juga jatuh Ke hari Sabtu, 21 Maret.
(nah/nwk)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Lebaran Hari Apa? Begini Prediksi BRIN, BMKG, Bosscha, hingga Pemerintah











