Jakarta –
Unjuk Rasa mulia kepala sekolah satu ini barangkali dapat menjadi teladan Untuk detikers. Nur Ali Harahab, Kepala MTsN 7 Tapanuli Selatan menghibahkan tanahnya seluas 1.500 meter Untuk membangun sekolah yang terdampak bencana Hingga Sumatera Utara.
Ia merelakan tanah yang terletak Hingga Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara tersebut Untuk dikembangkan menjadi madrasah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terbaru Jabat Kepala Madrasah Dari Agustus 2025
Nur memang sudah mengabdi sebagai guru Pada 20 tahun. Akan Tetapi, jabatan kepala madrasah Terbaru ia enyam Di Agustus 2025.
Meski masih singkat, Nur merasa harus totalitas Untuk Menyediakan pengabdiannya. Terlebih ia ingin berkomitmen besar Pada Pembelajaran agama.
“Dulu Hingga Angkola Selatan belum ada madrasah. Untuk situlah muncul niat saya dan suami, kalau suatu hari punya rezeki membeli tanah, kami ingin menghibahkannya Untuk madrasah,” tuturnya dikutip Untuk laman Pembelajaran Agama Islam Kementerian Agama, Sabtu (17/1/2026).
Beli Tanah Didalam Pinjaman Bank
Perjuangan Nur Untuk Merasakan tanahnya ini tidaklah mudah. Malahan, ia dan suami harus meminjam uang Hingga bank Untuk membelinya.
Walaupun demikian, Nur tak menyesali sama sekali. Tanah tersebut memang sudah diniatkan Untuk hibah sekolah.
“Saya ingin madrasah ini betul-betul menjadi milik umat dan Negeri. Kalau dikelola Kementerian Agama, insyaallah bisa bertahan dan terus melayani Pembelajaran anak-anak,” ujarnya.
Pernah Rasakan Dari Sebab Itu TKI
Nur adalah lulusan Pembelajaran Agama Agama (PGA) tahun 1990. Sebelumnya menjadi guru, Nur pernah bekerja sebagai tenaga kerja Hingga berbagai Daerah Malahan Arab Saudi.
Setelahnya merasakan Penghayatan bekerja itu, Nur berpikir bahwa Pembelajaran menjadi sangat penting Untuk Merasakan pekerjaan yang lebih layak. Untuk sana ia bersungguh-sungguh Untuk hal Pembelajaran.
Lewat madrasah yang Akansegera dibangun, Nur berharap Akansegera lahir banyak generasi muda yang berakhlak dan berilmu. Ia juga berpesan kepada para guru Untuk mengajar Didalam setulus hati.
“Marilah kita semua berniat tulus dan ikhlas Untuk memperluas Pembelajaran agama. Didalam Pembelajaran agama, anak-anak bangsa Akansegera menjadi generasi yang berguna Untuk agama, nusa, dan bangsa. Sesuai semboyan kita, ikhlas beramal,” ajaknya.
(cyu/pal)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kisah Nur, Relakan 7.500 Meter Tanah Pribadi Untuk Sekolah Terdampak Bencana











