Jakarta –
Tinggal menghitung hari Sebelumnya Halloween membuat beragam stasiun TV menayangkan Layar Lebar horror. Meski menakutkan, ada banyak orang yang suka menonton Layar Lebar horror.
Para ilmuwan menyebut Kejadian Luar Biasa orang-orang yang suka menonton Layar Lebar horror sebagai konsumsi counter hedonic. Artinya, mereka sengaja mencari Pengalaman Hidup atau produk yang dirancang Untuk membangkitkan emosi negatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena Itu, mengapa sebagian orang senang merasa takut? Sains Bisa Jadi menyimpan jawabannya.
Mencari Stimulasi
Lektor Kepala Haiyang Yang, seorang ilmuwan perilaku Hingga Johns Hopkins Carey Business School, mengatakan stimulasi merupakan salah satu pendorong utama konsumsi horor. Paparan Di tindakan-tindakan mengerikan seperti cerita tentang kerasukan setan atau ‘infestasi alien’ dapat merangsang baik secara mental maupun fisik.
Pengalaman Hidup-Pengalaman Hidup ini dapat memunculkan perasaan negatif, seperti ketakutan atau kecemasan, dan perasaan positif, seperti kegembiraan atau rasa senang. Dan kita cenderung merasakan emosi paling positif ketika sesuatu membuat kita merasakan emosi paling negatif.
Hiburan horor juga dapat Memberi Pengalaman Hidup Mutakhir, seperti kiamat zombi, yang belum tentu terjadi Hingga dunia nyata. Hingga Pada yang sama, hiburan horor merupakan cara yang aman Untuk memuaskan rasa ingin tahu tentang sisi gelap manusia Melewati alur cerita dan karakter yang Berjuang Bersama sisi tergelap Untuk Situasi manusia.
Orang yang Suka Horror Memiliki Kerangka Pelindung Psikologis yang Berbeda
Lantas, mengapa beberapa orang menyukai horor Sambil Itu yang lain tidak? Eksperimen Menunjukkan bahwa mereka yang menikmati horor Memiliki ‘kerangka pelindung’ psikologis yang terbagi Untuk tiga kategori.
Pertama adalah kerangka pengaman. Menonton Layar Lebar atau Peristiwa horor berarti kita harus yakin bahwa kita aman, dan bahwa entitas jahat itu jauh dan tidak dapat menyakiti kita.
Kategori kedua Untuk kerangka pelindung melibatkan rasa keterpisahan. Kita perlu diingatkan bahwa horor yang kita saksikan tidaklah nyata itu hanyalah akting, efek khusus, dan arahan Seni Kekayaan Budaya yang hebat. Terakhir, kerangka pelindung melibatkan rasa kendali dan kepercayaan diri kita Untuk mengelola bahaya yang kita hadapi. Kita masih bisa merasakan sensasi Untuk ketakutan yang hebat jika kita merasa Kepercayaan Diri Untuk mengendalikan dan mengatasi bahaya yang dipersepsikan.
Untuk menikmati hal yang menyeramkan, kita tidak harus Memiliki ketiga kerangka ini. Tetapi, Memiliki lebih sedikit Untuk ketiganya cenderung membuat kita enggan Di gagasan tersebut.
Beberapa Eksperimen Menunjukkan bahwa orang Bersama sifat pencari sensasi yang lebih tinggi dan mereka yang lebih terbuka Di Pengalaman Hidup Mutakhir cenderung lebih banyak mencari dan menikmati Pengalaman Hidup yang berhubungan Bersama horor. Hingga Di Itu, jika kamu Memiliki lebih banyak empati, kamu cenderung bereaksi lebih negatif Di apa yang terjadi Untuk pertunjukan horor.
Faktor Kekayaan
Sebuah Eksperimen Membahas data box office Layar Lebar Untuk 82 Bangsa dan menemukan jika individu Untuk Bangsa-Bangsa Bersama PDB per kapita yang lebih tinggi menonton lebih banyak Layar Lebar menakutkan. Hal itu tidak berlaku Untuk genre seperti romansa.
Melewati studi tambahan, mereka menemukan jika orang-orang Hingga Bangsa-Bangsa Bersama tingkat kemakmuran yang lebih rendah Memiliki lebih sedikit sumber daya yang membantu mereka merasa Memiliki kendali atas keadaan mereka. Hal ini dapat menurunkan rasa kendali yang dibutuhkan Untuk menikmati horor.
“Rasa kendali kita dapat berfungsi sebagai semacam kerangka pelindung psikologis, prasyarat Untuk merasakan kenikmatan Untuk menonton horor,” kata Yang Untuk laman Johns Hopkins University dikutip Minggu (26/10/2025).
(nir/nwk)
Artikel ini disadur –> Detiknews.id Indonesia: Kenapa Banyak Orang Suka Menonton Layar Lebar Horor?











